
Hubungan yang sehat dengan seseorang yang dicintai seharusnya membuat kamu merasa lebih bahagia dan mampu menjalani kehidupan dengan lebih baik. Meski dalam perjalanan terkadang ada rintangan, namun hal tersebut tidak akan menjadi masalah besar karena kamu dan pasangan bisa saling berdiskusi untuk mencari solusi bersama.
Namun, jika hubunganmu justru membuatmu merasa cemas, emosi yang tidak stabil seperti roller coaster, hingga mengalami stres berat, maka kemungkinan besar hubungan kalian sudah beracun atau toxic. Hubungan toxic hanya akan merusak kondisi mental kamu, bahkan sering kali menyebabkan rasa sakit secara fisik.
Jadi, jika kamu mulai melihat tanda-tanda bahwa hubungan kamu sedang toxic, jangan ragu untuk segera pergi. Lantas, apa saja tanda-tandanya? Berikut beberapa poin penting yang perlu kamu ketahui.
Tanda-Tanda Hubungan Toxic

Untuk menghindari terjebak dalam hubungan yang menyakitkan, baik secara mental maupun fisik, penting untuk mengenali tanda-tanda berikut ini:
- Komunikasi Tidak Sehat
Ketika hubungan dengan pasangan berubah menjadi toxic, salah satu tanda yang langsung terlihat adalah pola komunikasi yang tidak sehat. Komunikasi adalah aktivitas yang dilakukan setiap hari, sehingga sangat mudah untuk mengetahui apakah hubungan kamu sehat atau tidak.
Menurut teman berita Dewi Cantikan (34), gaya komunikasi dalam hubungan toxic biasanya penuh dengan kritik yang merendahkan, bukan kritik yang membangun. Komunikasinya penuh kritik, saling merendahkan satu sama lain. Energinya terus terkuras, ujarnya.
Dalam laman Healthline juga disebutkan bahwa hubungan toxic sering kali diiringi oleh kritik pedas yang bertujuan untuk menjatuhkan pasangan. Berbeda dengan hubungan sehat yang dibangun atas dasar saling menghargai, sehingga kritik yang diberikan selalu bersifat membangun.
- Posesif dan Kebiasaan Mengontrol
Sikap posesif dan terlalu suka mengontrol pasangan juga merupakan tanda hubungan toxic. Menurut Dewi, terlalu posesif dan kontrol berlebihan adalah tanda hubungan sudah toxic.
Jika pasangan bertanya tentang keberadaanmu sekali-dua kali, itu wajar. Namun, jika mereka terus-menerus bertanya dan marah tiap kamu tidak segera merespons pesannya, ini sudah termasuk dalam kategori toxic.
Menurut Healthline, sikap posesif lahir dari kecemburuan berlebih dan kurangnya kepercayaan pada pasangan. Biasanya, sikap posesif selalu diiringi dengan kecenderungan untuk mengontrol pasangan. Dalam beberapa kasus, jika seseorang ingin terus mengontrol tapi pasangannya tidak mau menuruti, dia bisa melakukan kekerasan fisik. Oleh karena itu, sikap posesif harus segera diwaspadai sedini mungkin.
- Ketimpangan Upaya

Teman berita Naysella Chyntia (19) mengungkapkan bahwa hubungan toxic juga bisa dilihat dari ketimpangan upaya antara kedua belah pihak. Jika hanya kamu yang terus berusaha untuk berkomunikasi, membuat pasangan nyaman, dan sebagainya, maka kemungkinan besar hubungan kalian toxic.
Tanda hubungan toxic yang tidak bisa dipertahankan adalah ketimpangan upaya dan kurangnya rasa hormat, kata Naysella.
Dalam laman Very Well Mind juga disebutkan bahwa ketimpangan upaya sering kali menjadi tanda hubungan toxic yang tidak disadari. Banyak orang berpikir wajar-wajar saja untuk terus berusaha agar hubungan berjalan lancar. Namun, jika upaya tersebut hanya dilakukan sendirian, sebaiknya kamu berhenti karena aksi tersebut bisa merusak kepercayaan dirimu nantinya.
Tanda Lain dari Hubungan Toxic
Berikut adalah beberapa tanda lain dari hubungan toxic yang sering kali tidak disadari:
- Kamu merasa tidak didukung dan selalu disalahpahami.
- Kamu merasa sedih, marah, atau lelah setiap kali habis berbicara dengan pasangan.
- Kamu tidak bisa menjadi versi terbaik dirimu saat bersama pasangan.
- Kamu merasa harus selalu berhati-hati agar tidak dibenci pasangan.
- Kamu menghabiskan banyak waktu dan energi hanya untuk menghibur atau menuruti mood pasangan.
Nikmati serunya berbagi hal-hal menarik dengan ribuan teman baru di komunitas teman berita. Klik [kum.pr/temankumparan].
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar