Pelegalan Umrah Mandiri oleh Pemerintah dan DPR
Pengesahan UU Nomor 14 Tahun 2025 tentang Perubahan UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah oleh pemerintah dan DPR mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Hal ini karena umrah mandiri dianggap memberikan kebebasan bagi jamaah untuk mengatur waktu selama berada di tanah suci tanpa terikat pada jadwal yang ditentukan oleh agen perjalanan.
Selain itu, beberapa jamaah yang pernah melakukan umrah mandiri menyatakan bahwa biaya yang dikeluarkan lebih rendah dibandingkan dengan umrah melalui travel. Contohnya adalah Ella Bahamady, seorang jamaah asal Indonesia. Ia hanya menghabiskan Rp 2,4 juta selama empat hari berada di Makkah, tanpa memasukkan biaya tiket pesawat.
Ella berhasil menghemat uangnya dengan memilih menginap di Dar, yaitu semacam hostel, alih-alih menginap di hotel. Tarif penginapan di Dar hanya sekitar Rp 68 ribu per malam, jauh lebih murah dibandingkan hotel, terutama yang berlokasi dekat pelataran Masjidil Haram, yang harganya bisa mencapai lebih dari Rp 2 juta per malam. Namun, biaya yang dikeluarkan tentu sebanding dengan fasilitas yang diberikan. Ella harus berbagi kamar dengan jamaah lain, dan ia juga harus menangani sendiri biaya makan selama di sana.
Biaya Umrah Mandiri yang Harus Diperhitungkan
Jamaah umrah mandiri lainnya, Ramdhani, memberikan gambaran tentang komponen-komponen biaya yang harus dikeluarkan jika seseorang ingin melakukan umrah secara mandiri. Beberapa di antaranya meliputi:
- Tiket pesawat, berkisar antara Rp 6,5 juta hingga Rp 11 juta sekali jalan (landing di Jeddah, kelas ekonomi)
- Visa Saudi dan asuransi wajib, sekitar Rp 1,6 juta hingga Rp 2 juta
- Vaksinasi wajib, sekitar Rp 500.000 hingga Rp 1 juta
- Penginapan, mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 20 juta per malam, tergantung jenis penginapan dan jarak ke Masjidil Haram serta Masjid Nabawi (termasuk kamar bersama, kamar standar dua orang, hingga kamar keluarga empat orang)
- Kereta cepat Haramain Makkah-Madinah, berkisar antara Rp 650.000 hingga Rp 1,45 juta sekali jalan
- Bus dan taksi, antara Rp 20.000 hingga Rp 220.000 sekali jalan
- Makan, berkisar antara Rp 25.000 hingga Rp 200.000 per porsi
Semua biaya tersebut harus diurus sendiri oleh jamaah jika memilih untuk melakukan umrah secara mandiri.
Keuntungan dan Risiko Umrah Mandiri
Dengan mengatur biaya secara cermat, dana yang dikeluarkan untuk umrah mandiri bisa jauh lebih murah dibandingkan menggunakan jasa travel, terutama jika durasi menginap sama. Atau, biaya bisa sama dengan travel, tetapi dengan durasi menginap yang lebih lama.
Namun, jika jamaah tidak cermat dalam mengelola keuangan, alih-alih menghemat uang, mereka justru bisa mengeluarkan dana yang lebih besar dibandingkan menggunakan layanan travel. Oleh karena itu, penting bagi jamaah untuk merencanakan kebutuhan secara matang sebelum memutuskan untuk melakukan umrah mandiri.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar