Wujudkan Swasembada Energi, PLN UIP Nusra dan Pemkab Manggarai Tingkatkan Sinergi

Wujudkan Swasembada Energi, PLN UIP Nusra dan Pemkab Manggarai Tingkatkan Sinergi

Komitmen PLN dalam Pengembangan Energi Baru Terbarukan di Manggarai

PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) terus memperkuat komitmennya dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di wilayah Nusa Tenggara. Langkah ini dilakukan melalui berbagai inisiatif dan proyek yang bertujuan untuk mendorong swasembada energi di Pulau Flores.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah kunjungan resmi Vice President Panas Bumi PT PLN (Persero), Maternikus Tigor Marolop Situmorang, ke Kantor Bupati Manggarai pada Jumat (5/12/2025) di Ruteng. Kunjungan ini bertujuan untuk memaparkan perkembangan pengusahaan panas bumi pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu 2 x 20 MW, sekaligus memperkuat kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam mewujudkan swasembada energi di Pulau Flores.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Manager Perizinan Panas Bumi Tony Widiatmoro, Manager Perizinan dan Komunikasi PLN UIP Nusra, Bobby Robson Sitorus, serta tim PLN UPP Nusra 2. Rombongan diterima langsung oleh Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit, S.E., M.A., yang didampingi Asisten II, Kepala Bagian Pemerintahan, serta Kepala Bagian Hukum dan Ekonomi Setda Manggarai.

Potensi Besar Manggarai dalam Pengembangan Energi Panas Bumi

Dalam audiensi tersebut, Tigor Marolop Situmorang menegaskan bahwa Manggarai merupakan wilayah yang dianugerahi potensi panas bumi berkelas dunia. Potensi tersebut menjadikan Manggarai sebagai kawasan strategis dalam upaya mewujudkan swasembada energi di Flores.

“Manggarai menjadi kabupaten yang diberkahi potensi panas bumi yang sangat baik untuk dikembangkan. Dengan sumber daya alam yang melimpah, Manggarai berpeluang menjadi wilayah yang mandiri energi sekaligus penopang utama sistem kelistrikan Flores,” ujar Tigor.

Proyek PLTP Ulumbu yang tengah dikembangkan—yang nantinya akan memasok total kapasitas 40 MW—diharapkan menjadi tulang punggung ketahanan energi di Pulau Flores, khususnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, pengembangan pariwisata, serta mendorong proses industrialisasi di daerah.

Persiapan Infrastruktur untuk Mendukung Proyek

Dalam waktu dekat, PLN akan mulai dengan perbaikan jalan akses menuju lokasi PLTP Ulumbu. Tujuannya adalah agar jalan sudah bagus dan dapat digunakan oleh masyarakat.

Bupati Manggarai, Herybertus Nabit, menyampaikan apresiasi atas langkah strategis PLN dalam memperkuat ketahanan energi di wilayahnya. Menurut dia, ketersediaan listrik yang andal menjadi kebutuhan utama masyarakat serta menjadi prasyarat penting bagi investor yang ingin menanamkan modal di Manggarai.

“Masyarakat kita membutuhkan listrik yang benar-benar andal, aman, dan tersedia setiap saat. Panas bumi menjadi jawaban karena tetap beroperasi meski hujan, petir, ataupun angin kencang,” tutur Herybertus.

“Manggarai terus bertumbuh. Pertanian, hasil laut, wisata, hingga sektor lainnya berkembang pesat. Para investor selalu menanyakan ketersediaan listrik, dan dengan PLTP Ulumbu, Manggarai akan semakin siap menyambut berbagai peluang investasi tersebut,” tambahnya.

Kesiapan PLN dalam Mengawal Proses Pengembangan

Pada kesempatan terpisah, General Manager PLN UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menegaskan kesiapan UIP Nusra dalam mengawal seluruh proses pengembangan PLTP Ulumbu, baik dari sisi teknis, koordinasi pemangku kepentingan, maupun pemenuhan standar keselamatan dan keberlanjutan.

“Kolaborasi PLN dan Pemerintah Kabupaten Manggarai merupakan kunci utama untuk mewujudkan swasembada energi di Flores. PLN UIP Nusra berkomitmen menjalankan seluruh proses secara profesional, transparan, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku,” jelas Rizki.

Ke depan, PLTP Ulumbu akan Menjadi Lumbung Energi

Ke depan, PLTP Ulumbu diharapkan menjadi lumbung energi panas bumi yang tidak hanya menopang sistem kelistrikan Flores, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menarik lebih banyak investasi, serta memperkuat ekosistem pariwisata di Kabupaten Manggarai.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan