Netflix Mengakuisisi Warner Bros., Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Beberapa pengguna layanan streaming Netflix menerima surat elektronik yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut telah mengumumkan rencana untuk mengakuisisi Warner Bros. Dalam surat tersebut, disebutkan bahwa akuisisi ini mencakup studio film dan televisi, HBO Max, serta HBO. Dengan penggabungan ini, Netflix akan menghadirkan berbagai karya ikonik seperti Harry Potter, Friends, The Big Bang Theory, Casablanca, Game of Thrones, dan DC Universe bersama dengan konten-konten populer dari Netflix sendiri seperti Stranger Things, Wednesday, Squid Game, Bridgerton, dan KPop Demon Hunters.
Isu tentang Netflix mengakuisisi warisan dari Warner Bros. Discovery sejak beberapa tahun lalu akhirnya menjadi kenyataan. Banyak orang khawatir bahwa karya-karya ikonik seperti Batman, Harry Potter, hingga The Lord of the Rings akan diubah menjadi konten yang hanya bisa dinikmati melalui layar ponsel pengguna Netflix.
Pernyataan Petinggi Netflix
Sebagai perusahaan streaming terbesar abad ini, Netflix memiliki ambisi besar yang dinyatakan oleh Ted Sarandos, Co-CEO Netflix. Bagi Sarandos, bioskop hanya merupakan romantisasi masa lalu. Dalam laporan dari The New York Times, Netflix secara konsisten menolak aturan jendela tayang bioskop. Waktu 45 hari tayang di bioskop untuk membuktikan kualitas film, menurut para petinggi Netflix, sudah tidak relevan lagi.
"S nostalgia terhadap bioskop tidak boleh menghalangi inovasi," ujar Sarandos. Ia menegaskan bahwa menonton film yang luar biasa tidak ditentukan oleh ukuran layar, melainkan kekuatan cerita dan kenyamanan penonton. "Mengapa harus memaksa orang keluar rumah, menyetir, dan membayar mahal jika mereka bisa mendapatkan kualitas yang sama di sofa ruang tamu mereka?" tanya Sarandos dalam satu kesempatan.
Kekhawatiran Para Penulis (WGA)
Suara kecemasan pun datang dari para pekerja, seperti Writers Guild of America (WGA). Mereka adalah serikat penulis yang baru saja melewati masa mogok panjang. Setelah kabar Netflix mencaplok Warner Bros. muncul, WGA mengeluarkan pernyataan yang menyiratkan ada bahaya monopoli. Laporan resmi terkait konsolidasi media menyatakan WGA menilai semakin sedikit perusahaan yang menguasai Hollywood (seperti Netflix membeli WB), semakin kecil pula daya tawar para pekerja kreatif.
"Konsolidasi vertikal membatasi pilihan, menurunkan upah, dan mematikan keberagaman cerita," tulis WGA. Jika Netflix menguasai Warner Bros., maka Netflix akan memegang kunci arsip budaya pop. Mereka bisa memutuskan film mana yang "hidup" (dibuat ulang/remake) dan mana yang "mati" (dihapus dari server demi pajak), tanpa ada yang bisa mencegahnya.
Prediksi Pakar
Lantas, apa yang akan benar-benar terjadi dalam budaya pop penonton dunia ketika skenario Netflix dan Warner Bros. resmi berjalan? Analis media dari Wall Street Journal dan pakar industri hiburan, seperti dilansir USA Today, memprediksi adanya perubahan drastis dalam lanskap bioskop. Mereka memperkirakan film dengan budget menengah akan hilang ditelan algoritma. Bioskop hanya akan menjadi tempat untuk film besar seperti Avatar atau Avengers. Drama, komedi, dan film eksperimental yang dulu menjadi keahlian Warner Bros., akan punah dari bioskop dan langsung masuk ke streaming.

Selain itu, menurut para pakar, dalam waktu dekat algoritma siap mengatur selera. Budaya pop tidak lagi dibentuk oleh visi sutradara gila, tapi oleh data. Jika data Netflix mengatakan penonton suka film aksi 90 menit dengan aktor A, maka konten jenis itulah yang akan diproduksi Warner Bros. secara massal. Keunikan dan keragaman film akan mati demi efisiensi konten. Akuisisi Netflix terhadap Warner Bros. mungkin menjadi kemenangan besar bagi raksasa digital, namun bagi pecinta film seperti Christopher Nolan dan James Cameron, ini adalah lonceng kematian bagi bioskop itu sendiri.
Nasib HBO Setelah Akuisisi
Co-CEO Netflix Greg Peters buka suara soal kemungkinan HBO tetap menjadi layanan streaming terpisah. Ia menjelaskan, masih terlalu dini untuk merinci bagaimana layanan HBO akan ditata ulang setelah akuisisi selesai. Peters menegaskan, pihaknya tetap melihat merek HBO sebagai aset penting dan diakui kuat oleh konsumen.
“Masih terlalu awal untuk membahas secara spesifik bagaimana kami akan menyesuaikan layanan ini untuk konsumen,” ucap Peters, dikutip dari BBC.

Dari sisi bisnis, Netflix memperkirakan akan memperoleh penghematan sebesar USD 2-3 miliar. Sebagian besar didapat dari penghilangan tumpang tindih pada area dukungan dan teknologi di kedua bisnis. Kendati demikian, Netflix menegaskan, film-film produksi Warner Bros. tetap akan dirilis di bioskop. Studio televisi Warner Bros. juga tetap dapat memproduksi konten untuk pihak lain. Sementara itu, Netflix sendiri akan tetap produksi konten eksklusif untuk platformnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar