
Kediaman Yoga Valdier Yaseer Disemuti Papan Bunga
Di sekitar kediaman Yoga Valdier Yaseer di Jalan Reformasi, Gang Ikhlas 2, RT 51/RW 08, Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Rabu (10/12/2025) sore, sejumlah papan bunga berjejer rapi. Tarup berwarna hijau dan kursi dengan warna senada juga telah disiapkan di depan rumah duka.
Yoga adalah salah satu korban tewas dalam musibah kebakaran hebat yang melanda gedung kantor PT Terra Drone Indonesia di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025) siang. Dalam kejadian tersebut, sebanyak 22 korban dilaporkan meninggal dunia.
Selain Yoga, ada tiga warga Lampung lainnya yang turut menjadi korban tewas dalam kebakaran itu. Mereka adalah Novia Nurwana (28), warga Gisting, Tanggamus; Chintia Leni Novaressa (29), warga di Sidomulyo, Lampung Selatan, dan Pariyem (31), warga Bandar Negeri Suoh, Lampung Barat.
Nur, Ketua RT 51/RW 08, membenarkan bahwa Yoga adalah warganya. Ia mengaku mendapat kabar duka langsung dari keluarga korban kemarin pagi. Mendapat kabar duka tersebut, ia bersama warga setempat melakukan persiapan untuk menyambut kedatangan jenazah korban. Sebab, jasad korban baru saja teridentifikasi di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta.
"Saya diberi tahu bahwa Yoga meninggal dunia akibat kebakaran di tempat dia bekerja. Setelah mendapat kabar tersebut, kami langsung melakukan persiapan menyambut kedatangan korban ke rumah duka," kata Nur kepada Tribun Lampung, Rabu (10/12/2025).
Nur mengatakan, pihak keluarga sedang menjemput jenazah Yoga ke Jakarta. Menurut dia, rencananya penggalian makam baru dilakukan setelah jenazah tiba di rumah duka. Dia menceritakan, semasa hidupnya, Yoga adalah anak yang baik dan santun. Ia juga baik kepada orangtua maupun tetangga.
“Yoga anak pertama dari dua bersaudara. Yang saya tahu, Yoga sudah dua tahun merantau bekerja di Jakarta," tutur Nur. “Saya turut berduka saat mendengar kabar Yoga meninggal di tempat kerjanya akibat kebakaran,” lanjutnya.
Jenazah Teridentifikasi
Polisi berhasil mengidentifikasi 10 jenazah korban kebakaran Gedung Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (10/12/2025). “Kemarin malam telah dilaksanakan rekonsiliasi dan telah dinyatakan teridentifikasi 3 orang. Pagi ini kami memutuskan 7 jenazah kami identifikasi. Jadi totalnya ada 10 jenazah,” jelas Kepala RS Polri Brigjen Prima Heru dalam konferensi pers, Rabu.
Kesepuluh jasad yang teridentifikasi adalah Rufaidha Lathiifunnisa (22), perempuan; Novia Nurwana (28), perempuan, Gisting, Tanggamus; Yoga Valdier Yaseer (28), laki-laki, Metro; Pariyem (31), Bandar Negeri Suoh, Lampung Barat; dan Ninda Tan (32), perempuan, Tangerang Selatan.
Selanjutnya, Muhammad Ariel Budiman (24), laki-laki, Jakarta Selatan; Muhammad Apriyana (40), laki-laki, Tangerang; Dela Yohana Simanjuntak (22), perempuan, Jakarta Selatan; Nasaelia Sabita Nurazizah (27), perempuan, Jakarta Pusat; Atinia Isnaini Rashidah (18), perempuan, Jakarta Timur.
Sedangkan 12 jenazah lainnya masih diperiksa akan dilaksanakan rekonsiliasi sore ini. “Sore akan rekonsiliasi sekitar 12 jenazah, sudah 20 yang diperiksa jenazahnya,” kata Prima.
Baterai Terbakar
Suasana santai saat jam makan siang di kantor Terra Drone di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, mendadak berubah mencekam. Dalam sekejap, api membakar lantai dasar gedung, tempat gudang penyimpanan kantor tersebut. Kepulan asap hitam membubung tinggi, memenuhi seisi gedung kantor enam lantai itu.
Insiden itu menewaskan 22 orang. Bukan karena terbakar, tetapi karena lemas usai menghirup asap pekat selama terjebak di bangunan tanpa jendela itu. Sementara beberapa karyawan lainnya berhasil menyelamatkan diri.
Kebakaran mulai diketahui sejak pukul 12.43 WIB. Tim damkar kemudian meluncur ke lokasi kejadian dan mulai melakukan pemadaman pada pukul 12.50 WIB. Sekitar pukul 14.10 WIB, tim damkar telah berhasil memadamkan api dan melakukan pendinginan di lokasi kejadian.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro mengatakan, kebakaran berawal saat ada baterai drone yang terbakar di lantai satu gedung. Kebakaran itu sempat dipadamkan oleh karyawan PT Terra Drone, tetapi ternyata api sudah menyebar.
"Kemudian ternyata baterai terbakar ini menyebar karena di lantai satu ini adalah salah satu tempat gudangnya," tutur Susatyo di lokasi kejadian.
Saat kebakaran terjadi, para karyawan sedang istirahat makan siang di dalam kantor dan ada pula yang berada di luar kantor. Para karyawan yang istirahat di kantor berada di lantai 2, lantai 3 hingga lantai 6. "Kemudian pada saat terbakar, api semakin membesar, kemudian asap itu sampai naik ke lantai 6," ujar Susatyo.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar