YouTuber Bantu Mahasiswa Aceh-Sumatera Terdampak Banjir dengan Pesan Warteg Gratis

YouTuber Bantu Mahasiswa Aceh-Sumatera Terdampak Banjir dengan Pesan Warteg Gratis

Program Makan Gratis untuk Mahasiswa Asal Aceh dan Sumatera

Seorang YouTuber berinisial Muhammad Arkan (27 tahun) melakukan tindakan solidaritas dengan membooking dua warung makan untuk menyediakan makanan gratis bagi mahasiswa asal Aceh dan Sumatera. Program ini diluncurkan sejak 5 Desember 2025 dan akan berlangsung selama dua minggu. Tujuannya adalah membantu mahasiswa perantauan yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut.

Bencana tersebut telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan besar, termasuk dampak pada keluarga mahasiswa perantauan. Dengan adanya program ini, Arkan ingin memberikan dukungan moral dan material kepada mereka yang sedang menghadapi kesulitan akibat bencana alam.

Lokasi dan Cara Mendapatkan Makanan Gratis

Program makan gratis ini dapat diakses oleh mahasiswa yang tinggal di sekitar dua universitas, yaitu Universitas Islam Negeri (UIN) Ciputat dan Universitas Pamulang (UNPAM). Arkan memesan makanan di dua warung makan yang berada di dekat kampus tersebut. Mahasiswa bisa mendatangi Warteg Karunia Bahari di sekitar UIN Ciputat atau Warteg Kharimas Bahari yang berjarak sekitar 50 meter dari UNPAM Pamulang.

Untuk mendapatkan makanan gratis, mahasiswa cukup menunjukkan unggahan program makan gratis di Instagram @mass.arkan. Selain itu, mereka juga harus menunjukkan kartu tanda mahasiswa dan menyebutkan kota asalnya kepada pemilik warteg. Setelah verifikasi, mahasiswa perantauan asal Sumatera bisa bebas memilih makanan apa pun yang tersedia di warung tersebut.

Selain makanan, minuman juga digratiskan oleh Arkan. Ia menggunakan dana pribadi dengan menitipkan deposit harian ke kedua warteg tersebut untuk menyediakan 50 hingga 100 porsi makanan per hari. Harga per porsi mencapai Rp 15.000, tetapi semua diberikan secara gratis.

Jumlah Mahasiswa yang Terlibat

Hingga saat ini, sekitar 70 mahasiswa dan mahasiswi sudah memanfaatkan program makan gratis ini. Arkan mengatakan bahwa jumlah peserta terus bertambah setiap harinya. Program ini diharapkan bisa menjadi solusi sementara bagi mahasiswa yang sedang menghadapi kesulitan akibat bencana alam.

Update Banjir Aceh: Kerusakan Besar dan Anggaran Pemulihan

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menyampaikan bahwa sebanyak 37.546 rumah warga mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor di Aceh. Kerusakan ini dibagi dalam beberapa kategori, mulai dari rusak ringan, rusak sedang, hingga rusak berat. Data ini disampaikan dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto pada Minggu (7/12/2025) malam.

Selain kerusakan rumah, fasilitas publik seperti jembatan, jalan, tempat ibadah, sekolah, pondok pesantren, rumah sakit, dan puskesmas juga mengalami kerusakan. Sektor pertanian turut terdampak, termasuk lahan tanaman pangan, ternak, sawah, kebun, tambak, serta kantor pemerintahan.

BNPB memperkirakan pemulihan di Aceh membutuhkan anggaran sebesar Rp 25,41 triliun. Anggaran ini diperlukan untuk mengembalikan kondisi wilayah Aceh ke keadaan semula.

Jumlah Korban Bencana di Sumatera

Per Minggu (7/12/2025), sebanyak 921 orang dilaporkan meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Di Sumatera Utara, korban meninggal sebanyak 329 orang dan hilang 82 orang. Di Sumatera Barat, korban meninggal sebanyak 226 orang dan hilang 213 orang. Sementara itu, di Aceh, tercatat 366 orang meninggal dunia dan 97 orang masih dinyatakan hilang.



Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan