Zulkifli Hasan Mengakui Tanggung Jawab atas Keputusan yang Diambil
Zulkifli Hasan, mantan Menteri Kehutanan pada periode 2009–2014, kembali menjadi sorotan setelah bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera. Banyak pihak menilai bahwa kebijakan yang diambil saat ia menjabat sebagai menteri berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan yang akhirnya memicu bencana tersebut.
Dalam wawancara dengan Denny Sumargo di kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, Zulkifli Hasan menyatakan siap bertanggung jawab atas semua keputusan yang pernah diambil selama masa jabatannya. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab itu bukan hanya secara dunia, tetapi juga akhirat.
"Semua keputusan-keputusan (sebagai pejabat), saya tanggung jawab dunia akhirat," ujarnya. "Dalam hidup saya, saya harus berguna bagi orang lain. Jadi siapa saja, apa saja, mau salah apa saja, yang saya perbuat saya akan pertanggungjawabkan dunia akhirat."
Terlibat dalam Kasus Alih Fungsi Hutan
Zulkifli Hasan juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah menjadi saksi dalam kasus alih fungsi kawasan hutan di Riau. Saat itu, ia diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena posisinya sebagai Menteri Kehutanan. Ia menjelaskan bahwa sebagai warga negara, ia wajib hadir sebagai saksi ketika diminta.
"Memang saya pernah dulu kasus Riau dan sebagainya, itu saya sebagai saksi. Sebagai warga negara kita harus hadir sebagai saksi. Sarena saya menjawab surat, saya dipanggil, saya harus jelaskan sebagai saksi," katanya.
Ia juga menegaskan bahwa tanggung jawab atas keputusan yang diambil tidak hanya terbatas pada masa jabatannya sebagai Menteri Kehutanan, tetapi juga dalam peran lain seperti Menteri Perdagangan, Ketua MPR, dan Menko Pangan saat ini.
"Seluruh tanggung jawab saya sebagai Menteri Perdagangan, sebagai Ketua MPR, sebagai Menko Pangan sekarang, saya akan pertanggungjawabkan dunia akhirat," ujarnya.
Siap Menerima Kritik dan Diskusi
Zulkifli Hasan juga mengaku tidak menutup diri terhadap kritikan. Ia menyatakan siap berdiskusi dengan siapa pun, asalkan dilakukan dengan baik dan tidak menggunakan pendekatan yang tidak konstruktif.
"Kalau ada yang mau kritik saya, kalau ada yang pengin berdiskusi saya terbuka, kepada siapa saja, sekeras apa pun, asal jangan pakai 'pokoknya' kita bisa diskusi. Silakan sampaikan pendapat, saya juga menyampaikan pendapat, kita boleh sepakat, boleh tidak sepakat, gak apa-apa," ujarnya.
Respons terhadap Tuduhan Kerusakan Lingkungan
Banyak pihak menuduh Zulkifli Hasan bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan yang memicu bencana di Sumatera. Ia mengaku merasa tersanjung atas tuduhan tersebut, meski menegaskan bahwa banyak pihak yang terlibat dalam masalah ini.
"Bapak dulu pernah menjadi Menteri Kehutanan, orang tuh melihat kebijakan-kebijakan yang bapak berikan saat itu menjadi tanda tanya besar, di mana bapak mengizinkan perluasan kelapa sawit, tidak memikirkan konsekuensi alam, tidak memikirkan topografi, geografi, dan kondisi geologi dari lingkungan itu sendiri," ujar Denny Sumargo.
"Tapi saya datang malam ini Densu, karena terbuka, saya boleh menjelaskan," jawab Zulkifli Hasan.
Ia juga menegaskan bahwa tidak semua kerusakan hutan dapat dikaitkan hanya dengan dirinya. "Kalau dikatakan Indonesia rusak karena Zulkifli Hasan, saya tersanjung. Begitukah berkuasa kah saya? Jadi kalau nanti di Sumatera rusak? Zulkifli Hasan, nanti kalau di Kalimantan rusak? Zulkifli Hasan, Berarti saya lebih dari luar biasa itu kekuasaan saya (dalam konotasi lain)," ujarnya.

Zulkifli Hasan menegaskan bahwa ia seringkali tidak bisa berbuat banyak dalam mengatasi kerusakan hutan, bahkan saat menjabat sebagai Menteri Kehutanan. Ia menyadari bahwa masalah lingkungan adalah isu yang kompleks dan melibatkan banyak pihak.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar