Google sebagai Kamus Darurat bagi Masyarakat Indonesia di Tahun 2025
Pada tahun 2025, Google menjadi sumber utama informasi bagi jutaan orang di Indonesia. Setiap kali sebuah istilah muncul secara tiba-tiba di media sosial, televisi, atau pemberitaan nasional, kebanyakan orang langsung mencarinya di mesin pencari. Dari lagu viral hingga kebijakan pemerintah, inilah 10 istilah yang paling banyak dicari sepanjang tahun 2025 menurut data Google Year in Search Indonesia.
1. Apa itu Stecu?
“Stecu” berawal dari judul lagu yang viral di media sosial, kemudian berubah menjadi istilah sehari-hari di kalangan anak muda. Kata ini akhirnya berkembang sebagai slang yang digunakan untuk menyebut sikap cuek, dingin, atau terkesan tidak peduli saat berinteraksi. Fenomena Stecu menunjukkan bagaimana lagu bisa membentuk bahasa populer baru hanya dalam hitungan minggu.
2. Apa arti Velocity?
Berbeda dari makna ilmiahnya di bidang fisika, pada 2025 “velocity” justru ramai dicari karena merujuk pada tren dance di TikTok. Gerakan dance dengan tempo cepat, ritme kuat, dan transisi yang tegas membuat istilah ini melejit. Banyak kreator menggunakan tag “velocity” untuk menandai gaya tarian tertentu yang mengandalkan kecepatan gerakan dan efek visual dramatis.
3. Apa itu Yapping?
“Yapping” berasal dari bahasa Inggris yang berarti bicara terus-menerus tanpa henti. Di 2025, istilah ini viral sebagai candaan untuk orang yang terlalu banyak ngomong atau terlalu curhat di media sosial. Kata ini sering digunakan dalam konteks humor, meme, dan konten video pendek yang menggambarkan momen ngobrol berlebihan.
4. Apa itu Padel?
Padel menjadi olahraga baru yang langsung mencuri perhatian. Banyak orang mencari arti “padel” seiring semakin banyaknya lapangan padel dibangun di berbagai kota besar. Padel adalah olahraga raket yang menggabungkan elemen tenis dan squash, dimainkan di lapangan berdinding kaca, dan sangat populer dimainkan secara ganda.
5. Apa itu Coretax?
Coretax merujuk pada sistem inti administrasi perpajakan berbasis teknologi yang dikembangkan untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi pengelolaan data pajak. Istilah ini banyak dicari karena mulai sering disebut dalam pemberitaan terkait reformasi sistem perpajakan dan digitalisasi layanan publik.
6. Apa itu MBG?
MBG adalah singkatan dari Makan Bergizi Gratis, yaitu program pemerintah yang menjadi salah satu isu utama pada 2025. Program ini ditujukan untuk meningkatkan asupan gizi, khususnya bagi anak-anak usia sekolah dan kelompok rentan. Pencarian MBG melonjak karena masyarakat ingin mengetahui mekanisme, sasaran penerima, serta dampak program ini terhadap kondisi kesehatan dan pendidikan.
7. Apa manfaat jalan kaki?
Tren hidup sehat membuat banyak orang kembali melirik aktivitas paling sederhana: berjalan kaki. Pencarian “apa manfaat jalan kaki” meningkat karena aktivitas ini dianggap mudah, murah, dan bisa dilakukan siapa saja. Jalan kaki dipercaya membantu menjaga kesehatan jantung, mengelola berat badan, memperbaiki suasana hati, hingga mengurangi stres.
8. Apa itu Abolisi?
“Abolisi” menjadi istilah yang ramai dicari ketika isu hukum dan kebijakan negara memanas. Dalam konteks hukum, abolisi berarti penghapusan hak negara untuk menuntut seseorang dalam perkara pidana. Ketika kata ini muncul dalam berita, banyak masyarakat mencari arti dan dampaknya dalam sistem hukum Indonesia.
9. Apa itu SPPI?
SPPI menjadi singkatan yang memicu rasa penasaran publik karena sering disebut dalam konteks tertentu tanpa penjelasan rinci. Setiap kali istilah teknis atau administratif ini muncul di dokumen resmi maupun pemberitaan, masyarakat berbondong-bondong mencarinya untuk memahami fungsi serta kaitannya dengan kebijakan pemerintah atau pendidikan.
10. Apa itu Danantara?
Danantara menjadi istilah yang mencuri perhatian karena terdengar unik dan khas. Kata ini sering diasosiasikan dengan sebuah entitas, konsep, atau gerakan tertentu yang ramai dibahas di ruang digital. Tingginya pencarian menunjukkan bagaimana satu istilah baru bisa langsung memicu rasa ingin tahu massal hanya dengan kemunculan berulang di media sosial dan internet.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar