
Peringkat Universitas Teknologi di Asia Tahun 2025
Dalam lanskap pendidikan tinggi global yang semakin kompetitif, peringkat universitas menjadi tolok ukur penting dalam menilai kualitas institusi, terutama di bidang teknologi dan rekayangan. QS World University Rankings by Subject tahun 2025 kembali merilis daftar kampus terbaik di Asia untuk kategori “Engineering & Technology”. Daftar ini menjadi sorotan karena mencerminkan kekuatan riset, reputasi akademik, dan kesiapan lulusan dalam menghadapi tantangan industri teknologi masa depan.
Namun, pertanyaannya: apakah ada kampus dari Indonesia yang berhasil menembus daftar 10 besar kampus teknologi terbaik Asia tahun ini?
Dominasi Tiongkok dan Singapura
Seperti tahun-tahun sebelumnya, dominasi kampus-kampus dari Tiongok dan Singapura masih sangat kuat. Tsinghua University dari Beijing kembali menempati posisi puncak sebagai kampus teknologi terbaik di Asia. Universitas ini dikenal sebagai pusat riset teknologi tinggi, terutama dalam bidang kecerdasan buatan, teknik elektro, dan ilmu komputer. Dengan kolaborasi global dan investasi besar dari pemerintah Tiongkok, Tsinghua terus menjadi magnet bagi talenta terbaik dari seluruh dunia.
Di posisi kedua, Nanyang Technological University (NTU) Singapura menunjukkan konsistensinya sebagai institusi unggulan di Asia Tenggara. NTU unggul dalam bidang teknik mesin, teknik sipil, dan teknologi informasi. Fasilitas riset mutakhir serta kemitraan strategis dengan industri global seperti Rolls-Royce dan Alibaba menjadikan NTU sebagai kampus yang sangat diminati.
Universitas lain dari Tiongkok yang masuk daftar adalah Peking University dan Shanghai Jiao Tong University. Keduanya memiliki reputasi kuat dalam bidang teknik dan sains terapan, serta aktif dalam publikasi ilmiah dan paten teknologi.
Jepang dan Korea Selatan Tak Ketinggalan
Asia Timur tetap menjadi pusat gravitasi pendidikan teknologi. The University of Tokyo dan Kyoto University dari Jepang mempertahankan posisi mereka di jajaran atas. Kedua universitas ini memiliki sejarah panjang dalam inovasi teknologi, terutama dalam bidang robotika, teknik nuklir, dan otomasi industri.
Sementara itu, Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) dan Seoul National University (SNU) dari Korea Selatan juga masuk dalam daftar 10 besar. KAIST dikenal sebagai pelopor dalam riset teknologi nano dan kecerdasan buatan, sedangkan SNU memiliki kekuatan dalam teknik elektro dan sistem informasi.
Hong Kong dan India: Pesaing Serius
Hong Kong University of Science and Technology (HKUST) dan The University of Hong Kong (HKU) juga masuk dalam daftar. Meskipun wilayah ini relatif kecil, kualitas pendidikan dan risetnya sangat kompetitif. HKUST, misalnya, dikenal karena pendekatan interdisipliner dalam pengembangan teknologi dan inovasi bisnis.
Dari Asia Selatan, Indian Institute of Technology Bombay (IIT Bombay) menjadi satu-satunya wakil India yang masuk 10 besar. IIT Bombay memiliki reputasi global dalam bidang teknik komputer, teknik kimia, dan teknologi energi. Lulusan IIT banyak yang menjadi pemimpin di perusahaan teknologi global seperti Google, Microsoft, dan Amazon.
Apakah Indonesia Masuk?
Pertanyaan besar bagi publik Indonesia adalah: apakah ada kampus dari Tanah Air yang berhasil masuk dalam daftar 10 besar ini?
Sayangnya, berdasarkan pemeringkatan QS World University Rankings by Subject 2025 untuk kategori Engineering & Technology, belum ada universitas dari Indonesia yang berhasil menembus 10 besar Asia. Namun, ini bukan berarti Indonesia tidak memiliki potensi.
Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Indonesia (UI) tercatat mengalami peningkatan skor dalam beberapa subkategori, seperti reputasi akademik dan kolaborasi riset internasional. ITB, misalnya, dikenal sebagai pusat unggulan dalam teknik sipil dan teknik elektro di Indonesia. Sementara UI memiliki kekuatan dalam bidang teknologi informasi dan sistem komputer.
Kendati belum masuk 10 besar, kehadiran kampus-kampus Indonesia dalam peringkat 100 besar Asia menunjukkan adanya progres yang menjanjikan. Beberapa faktor yang masih menjadi tantangan antara lain keterbatasan dana riset, kurangnya publikasi ilmiah bereputasi internasional, serta minimnya kolaborasi strategis dengan industri teknologi global.
Apa yang Bisa Dipelajari?
Melihat tren dari kampus-kampus yang masuk 10 besar, ada beberapa benang merah yang bisa ditarik:
- Investasi besar dalam riset dan pengembangan: Kampus-kampus unggulan memiliki dana riset yang besar, baik dari pemerintah maupun sektor swasta. Mereka juga aktif dalam menghasilkan paten dan publikasi ilmiah.
- Kolaborasi internasional: Universitas seperti NTU dan KAIST menjalin kemitraan dengan perusahaan global dan universitas top dunia, memperluas jejaring dan memperkuat reputasi akademik.
- Fokus pada teknologi masa depan: Bidang seperti kecerdasan buatan, energi terbarukan, dan teknologi nano menjadi prioritas riset. Kampus-kampus ini tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga menjadi pionir dalam inovasi.
- Kualitas pengajaran dan kurikulum adaptif: Kurikulum yang responsif terhadap kebutuhan industri dan perkembangan teknologi menjadi kunci. Banyak kampus top yang sudah menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis proyek dan kolaboratif.
Harapan untuk Indonesia
Meski belum masuk 10 besar, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengejar ketertinggalan. Pemerintah dan institusi pendidikan tinggi perlu memperkuat ekosistem riset, meningkatkan kualitas dosen dan mahasiswa, serta memperluas jejaring internasional.
Langkah-langkah seperti peningkatan anggaran riset, insentif untuk publikasi ilmiah, dan program pertukaran akademik bisa menjadi katalisator. Selain itu, kolaborasi dengan industri teknologi dalam negeri dan luar negeri juga penting untuk mempercepat transfer pengetahuan dan inovasi.
Dengan potensi sumber daya manusia yang besar dan semangat inovasi yang terus tumbuh, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan, nama kampus Indonesia akan bersanding dengan Tsinghua, NTU, atau KAIST dalam daftar kampus teknologi terbaik Asia.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar