10 Tahun Setelah Lahir, OpenAI dan Musk Jadi Musuh Besar

Sejarah dan Perkembangan OpenAI

OpenAI didirikan pada 11 Desember 2015 sebagai laboratorium riset nonprofit. Pendiriannya dilatarbelakangi oleh komitmen Elon Musk dan sejumlah tokoh teknologi seperti Peter Thiel dan Reid Hoffman untuk menyediakan dana sebesar 1 miliar dollar AS. Misi awalnya adalah mengembangkan kecerdasan buatan demi kepentingan manusia tanpa tekanan komersial atau motif keuntungan. Namun, satu dekade kemudian, misi tersebut nyaris tak tersisa.

Pada tahun 2025, Elon Musk, yang kini menjadi orang terkaya di dunia, telah meninggalkan OpenAI dan mendirikan pesaing baru bernama xAI. Ia juga terlibat dalam perselisihan hukum dan komunikasi publik dengan CEO sekaligus co-founder OpenAI, Sam Altman.

OpenAI Melejit Jadi Raksasa Komersial

OpenAI kini menjelma menjadi salah satu entitas komersial dengan pertumbuhan tercepat. Valuasinya di pasar privat mencapai 500 miliar dollar AS, sebagian besar didorong keberhasilan ChatGPT sejak tiga tahun terakhir. Lebih dari 800 juta pengguna memakai chatbot tersebut setiap minggu.

Sementara itu, xAI diperkirakan segera menutup pendanaan 15 miliar dollar AS dengan valuasi pra-pendanaan sebesar 230 miliar dollar AS. Informasi itu disampaikan sumber CNBC pada akhir November lalu.

OpenAI dan xAI menjadi dua pemain utama di pasar AI bersama Google, Anthropic, dan Meta. Industri ini berkembang cepat dari chatbot berbasis teks menuju video buatan AI dan bentuk konten yang lebih kompleks, termasuk agentic AI yang digunakan perusahaan besar untuk meningkatkan produktivitas.

Biaya Infrastruktur yang Menggiurkan

Bagi OpenAI, harga pembangunan infrastrukturnya mencengangkan, tembus 1,4 triliun dollar AS dan terus bertambah. Investasi itu terutama mengalir ke pusat data raksasa dan chip berdaya tinggi.

Untuk saat ini, OpenAI masih membakar kas demi mengejar perusahaan raksasa teknologi serta pemasok chip, mengingatkan pada era awal perusahaan teknologi yang bertarung melawan incumbents besar dengan hasil beragam.

OpenAI punya peran besar dalam sejarah pengembangan artificial intelligence, dan peran itu akan selalu ada, ujar Gil Luria, analis ekuitas di D.A. Davidson.

Sekarang, apakah perannya seperti Netscape atau Google? Itu belum kita ketahui, kata dia.

Awal Ketegangan: Visi Nonprofit Mulai Terkikis

Situasi berbeda terlihat pada 2016, saat CEO Nvidia Jensen Huang mengirimkan superkomputer DGX-1 senilai 300.000 dollar AS ke kantor OpenAI di San Francisco. Mesin tersebut menelan biaya pengembangan beberapa miliar dollar AS dan belum ada pembeli lain selain Musk.

Huang mengaku terkejut saat mengetahui mesin itu akan digunakan organisasi nonprofit. Namun, idealisme nonprofit memang mulai tergerus saat itu, dan Musk tidak setuju dengan arah tersebut.

Guys, saya sudah cukup. Ini yang terakhir, tulis Musk kepada para co-founder pada 2017. Ia memperingatkan tak akan lagi mendanai OpenAI jika berubah menjadi startup komersial. Altman menjawab keesokan harinya, i remain enthusiastic about the non-profit structure!

Rivalitas Altman dan Musk Semakin Terbuka

Pada Februari tahun berikutnya, Musk mundur dari dewan OpenAI. Ia mengatakan langkah itu diambil untuk menghindari potensi konflik kepentingan karena Tesla semakin masuk ke pengembangan AI. Namun, latar belakangnya lebih kompleks.

Pada awal 2024, Musk menggugat OpenAI dan Altman, menuding keduanya meninggalkan misi awal untuk mengembangkan AI demi manfaat umat manusia. Ia juga kerap mengkritik kedekatan OpenAI dengan Microsoft sebagai pendukung utama. Musk bahkan mencoba mencegah transformasi OpenAI menjadi entitas for-profit dan berupaya mengakuisisi laboratorium tersebut senilai 97,4 miliar dollar AS.

Pada Oktober 2024, OpenAI merampungkan proses recapitalization, dengan struktur baru yang menempatkan entitas nonprofit sebagai pemegang kendali atas bisnis for-profit yang kini berbentuk public benefit corporation bernama OpenAI Group PBC.

Anthropic dan Persaingan Baru di Pasar AI

Selain Musk, dua eks anggota tim awal OpenAI, Dario dan Daniela Amodei, juga berubah menjadi pesaing. Keduanya keluar pada akhir 2020 dan mendirikan Anthropic, yang bulan lalu mengumumkan rencana pendanaan dari Microsoft dan Nvidia. Valuasi Anthropic bisa mencapai 350 miliar dollar AS dari putaran pendanaan tersebut.

Model bahasa besar Claude milik Anthropic menjadi salah satu pesaing utama GPT besutan OpenAI.

Altman bertaruh dapat memenangkan kompetisi dengan membelanjakan dana lebih besar. OpenAI menyiapkan infrastruktur bernilai lebih dari satu triliun dollar AS, sedangkan Anthropic memiliki komitmen komputasi sekitar 100 miliar dollar AS yang tersebar dalam beberapa tahun ke depan.

Investasi Raksasa dan Pasar AI yang Meledak

Menurut Luria, komitmen Anthropic dan perusahaan lain masih sesuai dengan pendanaan dan pertumbuhan yang mereka miliki. Namun ia menilai OpenAI membuat komitmen fantastis dengan keyakinan samar bahwa angka itu mungkin tercapai.

Altman mengatakan bahwa permintaan pasar cukup besar untuk mendukung rencana belanja OpenAI. Pertumbuhan pada skala ini memang tidak biasa, tetapi itu yang kami lihat dari data sekarang, ujarnya. Ia menambahkan bahwa permintaan pasar sangat ekstrem.

Bulan lalu, Altman menyebut pendapatan tahunan diperkirakan mencapai 20 miliar dollar AS pada akhir tahun dan ratusan miliar pada 2030. Pertumbuhan ini memberikan dorongan besar bagi perusahaan teknologi utama.

Oracle menandatangani kontrak infrastruktur senilai 500 miliar dollar AS dengan OpenAI untuk lima tahun. Chipmaker seperti Advanced Micro Devices (AMD) dan Broadcom juga memasukkan permintaan OpenAI dalam proyeksi multi-tahun mereka.

Namun saham Oracle anjlok 11 persen setelah pendapatan perusahaan lebih rendah dari perkiraan. Kondisi itu ikut menekan Nvidia, CoreWeave, dan saham terkait AI lainnya. Investor mulai khawatir tentang beban utang Oracle untuk membiayai ekspansi tersebut.

Mother of All Waves dan Fokus Baru OpenAI

Meski demikian, Matt Murphy dari Menlo Ventures menyebut gelombang AI saat ini sebagai yang terbesar dalam 25 tahun ia berkecimpung di industri modal ventura. Kombinasi model AI, chip kustom, dan pusat data berskala besar membuka peluang hasil triliunan dollar AS.

Altman baru-baru ini menetapkan status code red di perusahaannya dan mengalihkan sumber daya untuk mempercepat ChatGPT agar lebih cepat, lebih andal, dan lebih personal.

Fokus baru ini membuat pengembangan iklan, agen kesehatan dan belanja, serta asisten pribadi bernama Pulse ditunda. Langkah ini diambil setelah Google meluncurkan Gemini 3 bulan lalu.

Pada Kamis, OpenAI memperkenalkan ChatGPT-5.2, model reasoning baru yang lebih cepat dan lebih mumpuni untuk penggunaan profesional. OpenAI juga menandatangani perjanjian konten dan ekuitas tiga tahun senilai 1 miliar dollar AS dengan Disney terkait pengembangan generator video Sora.

Altman menepis ancaman dari Google. Ia mengatakan bahwa Gemini tidak memberikan dampak sebesar yang diperkirakan perusahaan. Saat ancaman kompetitif muncul, Anda harus fokus dan menanganinya cepat, ujarnya.

Ia memperkirakan OpenAI dapat keluar dari status code red pada Januari 2026.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan