15 Inovasi Lokal Flores Timur Siap Dijajaki: Siapa yang Akan Ubah Wajah Daerah?

15 Inovasi Lokal Flores Timur Siap Dijajaki: Siapa yang Akan Ubah Wajah Daerah?

Inovasi Lokal Flores Timur Melaju ke Tahap Uji Lapangan

Sebanyak 15 inovasi lokal dari berbagai sektor di Kabupaten Flores Timur resmi melaju ke tahap uji petik lapangan dalam Lomba Inovasi Daerah 2025. Ajang tahunan yang kini memasuki tahun ketiganya ini menjadi panggung bagi para inovator lokal untuk menunjukkan solusi kreatif yang berakar dari kebutuhan masyarakat.

Dari ruang kelas hingga kolam ikan, dari sistem pelayanan publik hingga pengelolaan data administrasi, ide-ide segar ini bukan sekadar konsep di atas kertas. Mereka telah melewati seleksi ketat, termasuk tahap presentasi dan wawancara, dan kini diuji langsung di lapangan untuk membuktikan efektivitas dan dampaknya.

Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Flores Timur, Leony Deran Ola, menjelaskan bahwa dari 21 inovasi yang lolos ke tahap wawancara, hanya 15 yang berhasil melaju ke tahap akhir. Tim penguji akan turun langsung ke lokasi implementasi inovasi untuk melakukan verifikasi dan penilaian lapangan, jelas Leony, Jumat, 12 Desember 2025.

Inovasi-inovasi ini terbagi dalam tiga kategori utama yakni Pelayanan Publik, Tata Kelola Pemerintahan, dan Pemberdayaan Ekonomi, Sosial, dan Budaya. Setiap kategori akan menghasilkan tiga pemenang terbaik.

Berikut beberapa inovasi yang menarik perhatian:

  • School Based Project (SBPro) dari SMPK St. Isidorus Lewotala, mengintegrasikan pembelajaran berbasis proyek di sekolah.
  • Kono Cerdas, gagasan dari SDK Kalike yang menggabungkan pembelajaran bahasa Inggris dengan kearifan lokal dan daur ulang sampah plastik.
  • Flotim Samid, inovasi dari Dinas Dukcapil yang mendorong kesadaran administrasi kependudukan.
  • Simpas, sistem informasi pasien berbasis Google Sheet dari RS Pratama Adonara, yang menyederhanakan pencatatan data medis.
  • Kampung Seribu Kolam, program pemberdayaan ekonomi berbasis perikanan dari Desa Blepanawa.

Tak hanya itu, inovasi seperti VoCard, Tula Tuen, dan Gelekat Nara menunjukkan bahwa kreativitas warga Flores Timur tak terbatas pada satu sektor saja.

Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, memberikan apresiasi langsung kepada para peserta dan penyelenggara lomba. Dalam kunjungannya ke sesi presentasi di aula Bapperida, ia menekankan pentingnya inovasi sebagai motor perubahan. Kita mesti punya banyak inovasi karena perubahan bisa terjadi dengan cepat kalau daerah ini kaya akan gagasan, ujar Bupati Anton Doni.

Ia menambahkan bahwa inovasi telah menjadi bagian dari arah pembangunan daerah yang tertuang dalam RPJMD Flores Timur 20252030. Kita sudah mulai bergerak di bidang ekonomi, pendidikan, dan lainnya. Semua ini sejalan dengan visi pembangunan kita, tegasnya.

Kepala Bapperida, Apolonia Corebima, menyebutkan bahwa Flores Timur juga mengirimkan tiga inovasi terbaik ke ajang serupa di tingkat provinsi. Mereka adalah:

  • Manyala Balelaku dari Kelurahan Balela
  • Gercep Ha Te dari Puskesmas Witihama
  • Berguna Kita dari Dinas PKO

Dua di antaranya merupakan pemenang tahun lalu yang kini kembali bersaing di level yang lebih tinggi. Setiap tahun, kualitas inovasi meningkat. Kami bangga bisa mengirimkan wakil ke provinsi dan berharap bisa membawa nama baik Flores Timur, kata Apolonia.

Lomba Inovasi Daerah bukan sekadar kompetisi. Ia menjadi cermin semangat warga untuk membangun dari bawah, dengan solusi yang lahir dari realitas lokal. Di tengah tantangan pembangunan yang kompleks, pendekatan berbasis inovasi menjadi jalan keluar yang menjanjikan.

Dengan uji petik lapangan yang berlangsung hingga 14 Desember 2025, publik kini menanti bahwa inovasi mana yang akan keluar sebagai juara? Dan lebih penting lagi, mana yang akan benar-benar diadopsi dan membawa perubahan nyata?


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan