15 Provinsi dengan Pengangguran Tertinggi, Termasuk Kalimantan Timur

15 Provinsi dengan Pengangguran Tertinggi, Termasuk Kalimantan Timur

Ringkasan Berita

Indonesia mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional sebesar 4,85 persen pada Agustus 2025 dengan jumlah pengangguran mencapai 7,46 juta orang. Provinsi Papua menjadi wilayah dengan TPT tertinggi, sementara Kalimantan Timur berada di posisi ke-12 nasional dengan TPT sebesar 5,18 persen. Di Kaltim, terdapat 107.674 pengangguran, dengan Bontang menjadi penyumbang terbesar.

Tantangan Pengangguran di Indonesia

Pengangguran masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia, terutama di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka TPT melalui Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) untuk periode Agustus 2025. Dalam laporan tersebut, Indonesia mencatat TPT nasional sebesar 4,85 persen, menurun dibanding tahun sebelumnya, namun masih menunjukkan adanya lebih dari 7,46 juta penduduk yang belum terserap pasar kerja.

Menurut BPS, TPT adalah persentase jumlah penduduk yang tidak bekerja namun sedang aktif mencari pekerjaan dibandingkan total angkatan kerja. Sedangkan pengangguran sendiri adalah individu usia kerja yang tidak sedang bekerja, namun sedang mencari kerja, atau sedang mempersiapkan usaha, atau sudah mendapat pekerjaan namun belum mulai bekerja. Data ini berbeda dari “bukan angkatan kerja”, yakni mereka yang tidak bekerja dan tidak mencari kerja seperti pelajar, ibu rumah tangga, atau lanjut usia yang tidak bekerja.

Gambaran Pengangguran Nasional 2025

Pada Agustus 2025, Indonesia mencatat 7,46 juta pengangguran, turun sekitar 4.092 orang dibanding Agustus 2024. Penurunan terjadi di beberapa kelompok:

  • Wilayah: pengangguran perkotaan 5,75 persen lebih tinggi daripada perdesaan 3,47 persen
  • Jenis kelamin: laki-laki 4,85 persen, perempuan 4,84 persen
  • Kelompok usia: usia muda 15–24 tahun mencatat TPT tertinggi 16,89 persen, sementara kelompok usia 60+ hanya 1,71 persen

Dari sisi pendidikan, lulusan SMK masih menjadi penyumbang pengangguran terbanyak secara nasional dengan TPT 8,63 persen, disusul lulusan SMA (6,88 persen), dan Perguruan Tinggi (5,39 persen).

15 Provinsi dengan Pengangguran Tertinggi di Indonesia

Berdasarkan TPT Agustus 2025, berikut 15 provinsi dengan tingkat pengangguran terbesar, diurutkan dari yang tertinggi ke terendah tanpa ada angka yang ditukar:

  1. Papua – 6,96 persen
  2. Papua Barat Daya – 6,85 persen
  3. Jawa Barat – 6,77 persen
  4. Banten – 6,69 persen
  5. Kepulauan Riau – 6,45 persen
  6. Maluku – 6,27 persen
  7. DKI Jakarta – 6,05 persen
  8. Sulawesi Utara – 5,99 persen
  9. Aceh – 5,64 persen
  10. Sumatera Barat – 5,62 persen
  11. Sumatera Utara – 5,32 persen
  12. Kalimantan Timur – 5,18 persen
  13. Kalimantan Barat – 4,82 persen
  14. Jawa Tengah – 4,66 persen
  15. Maluku Utara – 4,55 persen

Dengan TPT 5,18 persen, Kalimantan Timur masuk dalam daftar 15 besar provinsi dengan pengangguran tertinggi, menduduki posisi ke-12 nasional.

Posisi Kalimantan Timur dalam Peta Pengangguran Nasional

Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat TPT 5,18 persen pada Agustus 2025. Angka ini:

  • Lebih tinggi dari rata-rata nasional 4,85 persen
  • Naik tipis dibanding Agustus 2024 yang sebesar 5,14 persen

Kaltim yang dikenal sebagai provinsi kaya sumber daya alam justru menghadapi tantangan dalam penyerapan tenaga kerja. Struktur industri yang sangat bergantung pada sektor pertambangan membuat kebutuhan tenaga kerja cenderung fluktuatif. Dari total 2,07 juta angkatan kerja, sebanyak 107.674 orang tercatat sebagai pengangguran. Sementara itu, 1,97 juta penduduk bekerja, namun tidak semuanya bekerja penuh waktu. Artinya, sebagian masih termasuk “setengah pengangguran” atau pekerja dengan jam kerja tidak penuh.

Sektor yang menyerap tenaga kerja terbanyak adalah perdagangan besar & eceran serta reparasi kendaraan (19,05 persen), sedangkan sektor dengan kontribusi terkecil adalah pengadaan listrik, gas, uap, air, dan pengelolaan limbah (0,59 persen).

Daerah-daerah Penyumbang Pengangguran Terbesar di Kalimantan Timur

Dari 10 kabupaten/kota di Kaltim, terdapat variasi cukup besar dalam TPT. Data dari BPS menunjukkan lima wilayah dengan pengangguran tertinggi pada Agustus 2025 adalah:

  1. Bontang – TPT 6,36 persen (Tertinggi di Kaltim)
    Meskipun kota industri ini mengalami penurunan TPT dari 7,06 persen pada 2024, angka 6,36 persen menunjukkan jumlah pengangguran yang masih besar.
  2. Kutai Timur – TPT 6,20 persen
    Wilayah dengan sektor pertambangan dan perkebunan kuat ini justru mencatat kenaikan pengangguran dari 5,76 persen menjadi 6,20 persen.
  3. Balikpapan – TPT 5,84 persen
    Sebagai pusat bisnis dan pintu gerbang ekonomi Kaltim, Balikpapan memiliki struktur ekonomi berbasis jasa, perdagangan, dan konstruksi. Meskipun TPT turun dari 6,22 persen pada 2024, tingkat pengangguran di kota ini masih tinggi karena banyak lulusan baru belum terserap.
  4. Samarinda – TPT 5,31 persen
    Sebagai ibu kota provinsi dengan banyak institusi pendidikan, Samarinda menghadapi tantangan serupa: banyak angkatan kerja muda khususnya lulusan SMA dan SMK belum terserap dunia kerja formal.
  5. Kutai Barat – TPT 5,21 persen
    Angka ini mencatat penurunan dari 5,58 persen pada 2024. Meskipun membaik, pengangguran di Kutai Barat masih relatif tinggi dibanding kabupaten lain.

Sementara itu, wilayah dengan TPT lebih rendah antara lain:

  • Berau – 4,40 persen
  • Kutai Kartanegara – 4,40 persen
  • Penajam Paser Utara – 4,26 persen
  • Paser – 4,62 persen
  • Mahakam Ulu – 2,84 persen (terendah di Kaltim)

Mahakam Ulu tidak hanya mencatat angka pengangguran terendah, tetapi juga memiliki Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tertinggi, mencapai 77,33 persen.

Pengangguran Berdasarkan Tingkat Pendidikan di Kalimantan Timur

Pola pengangguran di Kaltim tidak jauh berbeda dengan nasional. Lulusan SMK tetap mendominasi pengangguran dengan TPT 7,72 persen. Sebaliknya, lulusan SD ke bawah menjadi kelompok dengan pengangguran terendah yakni 2,48 persen. Dibandingkan 2024:

  • TPT lulusan SMA dan universitas meningkat
  • TPT lulusan Diploma, SMK, SMP, dan SD ke bawah menurun

Fenomena ini menunjukkan adanya kesenjangan kompetensi: lulusan pendidikan tinggi menghadapi persaingan ketat dan keterbatasan lapangan kerja yang sesuai.

Partisipasi Angkatan Kerja dan Ketenagakerjaan Kaltim

Jumlah angkatan kerja Kaltim pada 2025 mencapai 2,07 juta orang, turun 6.056 orang dari tahun sebelumnya. Sementara itu, TPAK Kaltim turun dari 67,07 persen menjadi 66,58 persen, menunjukkan berkurangnya proporsi penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi. Dari total 3,12 juta penduduk usia kerja, sebanyak 1,04 juta orang masuk kategori bukan angkatan kerja—termasuk pelajar, ibu rumah tangga, dan lansia yang tidak bekerja. Jika dilihat berdasarkan gender, terlihat kesenjangan cukup besar:

  • TPAK laki-laki: 83,14 persen
  • TPAK perempuan: 48,72 persen

Artinya, tingkat keterlibatan perempuan dalam pasar kerja masih jauh lebih rendah dibanding laki-laki.

Gambaran lengkap pengangguran di Indonesia dan Kalimantan Timur menunjukkan bahwa meski secara nasional ada tren penurunan jumlah pengangguran, beberapa provinsi termasuk Kaltim masih menghadapi tantangan serius.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan