
Kondisi Kegelapan di Aceh Utara Pasca-Banjir
Warga di tiga kecamatan yaitu Baktiya Barat, Langkahan, dan Sawang di Kabupaten Aceh Utara masih menghadapi kondisi kegelapan selama 16 malam berturut-turut pasca-banjir besar yang terjadi pada akhir November 2025. Pemadaman listrik yang dimulai sejak Selasa malam, 26 November 2025, belum juga pulih hingga pertengahan Desember, sehingga aktivitas masyarakat benar-benar lumpuh terutama pada malam hari.
Ridwan, warga Baktiya Barat, menjelaskan bahwa tanpa penerangan dari PLN, warga terpaksa mengandalkan lampu tradisional dan lilin setiap malam. Sementara untuk kebutuhan komunikasi, mereka harus menempuh perjalanan ke Lhoksukon hanya untuk mengisi daya ponsel. Malam hari kami pakai lampu tradisional dan lilin. Siangnya ke Lhoksukon untuk ngecas HP, ujarnya.
Beberapa laporan telah disampaikan ke petugas terkait, namun hingga kini aliran listrik belum juga menyala. Kami sudah melapor ke petugas, tapi belum hidup lampu, tambah Ridwan. Dampak pemadaman tidak hanya dirasakan dalam ranah domestik, tetapi juga menghentikan aktivitas keagamaan dan sosial. Kegiatan pengajian malam di balai pengajian terpaksa dihentikan karena tidak ada penerangan. Selain itu, aktivitas sehari-hari yang membutuhkan aliran listrik turut terhambat, termasuk usaha kecil, layanan komunikasi, serta pekerjaan rumah tangga lumpuh total tanpa aliran listrik.
Situasi di Kecamatan Langkahan
Situasi serupa terjadi di Kecamatan Langkahan, yang juga dilanda banjir parah. Warga di sana mengaku belum melihat tanda-tanda pemulihan. Belum hidup lampu. Malah informasi dari PLN, kawasan kami diperkirakan baru normal 31 Desember 2025, kata Ismail, warga Langkahan. Pemadaman juga membuat jaringan seluler tidak stabil dan kerap hilang sinyal, menambah isolasi warga dari dunia luar.
Tantangan di Kecamatan Sawang
Anggota DPRK Aceh Utara asal Sawang, Amiruddin, membenarkan bahwa pemulihan listrik di sejumlah wilayah masih jauh dari normal. Sebagian sudah hidup lampunya di Sawang, tapi masih ada yang sampai sekarang belum hidup, ungkapnya. Bahkan saat diwawancarai, Amiruddin menyebut listrik di Sawang kembali padam. Ini sudah padam lagi lampu di Sawang, ujarnya.
Harapan Masyarakat
Masyarakat di Baktiya Barat, Langkahan, dan Sawang kini berharap pemerintah daerah, PLN, dan tim penanggulangan bencana bergerak lebih cepat. Di tengah pemulihan pascabencana, penerangan dan akses komunikasi adalah kebutuhan mendesak, bukan kemewahan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar