
Babak 16 Besar Piala Afrika 2025: Tim-Tim Kuat dan Kuda Hitam Bersiap Bertarung
Sebanyak 16 negara telah memastikan tempat mereka di babak 16 besar Piala Afrika 2025 setelah seluruh pertandingan fase grup selesai digelar. Persaingan sengit sejak matchday pertama menghadirkan berbagai drama, kejutan, serta dominasi tim-tim besar Afrika yang kembali menegaskan reputasi mereka di panggung kontinental.
Enam negara berhasil tampil perkasa dengan status juara grup. Maroko, Mesir, Nigeria, Senegal, Aljazair, dan tuan rumah Pantai Gading menunjukkan konsistensi serta kualitas yang membuat mereka langsung dijagokan sebagai kandidat kuat juara turnamen edisi kali ini. Mereka membuktikan bahwa kemampuan dan pengalaman mereka mampu menghadapi tekanan di setiap laga.
Tak kalah menarik, enam negara lainnya juga lolos sebagai runner-up grup. Mali, Afrika Selatan, Tunisia, Republik Demokratik Kongo, Burkina Faso, dan Kamerun sukses mengamankan tiket perdelapan final lewat perjuangan keras hingga laga terakhir, membuktikan ketatnya persaingan di setiap grup. Mereka menunjukkan bahwa tidak semua tim besar pasti melaju ke babak berikutnya.
Sementara itu, jalur peringkat ketiga terbaik juga menghadirkan kisah heroik. Mozambik, Benin, Sudan, dan Tanzania menjadi empat tim yang tetap melaju meski harus menunggu hasil dari grup lain, menambah warna dramatis dalam format kompetisi Piala Afrika 2025. Ini menunjukkan bahwa persaingan di babak grup sangat ketat dan tidak bisa dipandang remeh.
Babak 16 besar Piala Afrika 2025 dijadwalkan mulai bergulir pada Sabtu (3/1) waktu setempat hingga Selasa (6/1), dengan total delapan pertandingan hidup-mati. Setiap laga dipastikan sarat gengsi karena kesalahan sekecil apa pun bisa berujung pulang lebih cepat.
Laga pembuka babak 16 besar langsung menyuguhkan duel panas antara Senegal kontra Sudan. Juara Grup D itu dijagokan, namun Sudan berpotensi menjadi kuda hitam yang siap membuat kejutan besar. Pertarungan klasik Afrika Utara juga tersaji saat Mali berhadapan dengan Tunisia, sementara Maroko akan diuji Tanzania. Dua laga ini diprediksi berlangsung ketat karena melibatkan tim dengan karakter permainan yang sangat berbeda.
Mesir yang sarat pengalaman akan menantang Benin, sedangkan Afrika Selatan bentrok dengan Kamerun dalam duel penuh gengsi. Nama besar Kamerun menjadi ancaman serius bagi siapa pun, meski Afrika Selatan tampil stabil sejak fase grup.
Nigeria dijadwalkan berjumpa Mozambik dalam laga yang di atas kertas menguntungkan Super Eagles. Namun sejarah Piala Afrika kerap membuktikan bahwa status unggulan tak selalu menjamin kemenangan.
Babak 16 besar akan ditutup dengan duel sengit Pantai Gading kontra Burkina Faso. Sebagai tuan rumah, Pantai Gading memikul beban ekspektasi besar publik, sementara Burkina Faso datang tanpa tekanan dan siap mencuri perhatian. Piala Afrika 2025 pun memasuki fase paling menegangkan, saat mimpi juara dan tragedi tersingkir hadir dalam jarak 90 menit.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar