
nurulamin.pro
Persebaya Surabaya kembali menjadi sorotan dalam dunia sepak bola Indonesia, setelah muncul kabar besar yang menghubungkan klub berjuluk Green Force tersebut dengan winger Australia, Craig Goodwin. Dikabarkan, Persebaya tertarik untuk mendatangkan pemain asal Negeri Kangguru tersebut guna memperkuat lini serang mereka pada putaran kedua Super League.
Craig Goodwin bukanlah sosok asing bagi publik sepak bola Tanah Air. Ia dikenal karena kemampuannya dalam mengganggu lini belakang Timnas Indonesia dalam dua pertemuan antara Indonesia dan Australia di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Pertama, pada laga di Stadion Gelora Bung Karno yang berakhir imbang tanpa gol. Kedua, pada Maret 2025, saat Australia berhasil mengalahkan Indonesia dengan skor telak 5-1. Dalam dua pertandingan tersebut, Goodwin tampil apik dan menunjukkan kelasnya sebagai salah satu winger terbaik di A-League.
Beberapa waktu terakhir, Persebaya dikabarkan akan melakukan perombakan besar-besaran di lini pemain asing mereka. Hal ini dilakukan karena kontribusi dari para pemain asing saat ini dinilai minim. Lima nama pemain asing disebut bakal dilepas pada jendela transfer paruh musim Januari mendatang.
Namun, meskipun ada minat kuat dari Persebaya, transfer Craig Goodwin ke klub Jawa Timur ini tampaknya akan sulit terwujud. Ada dua alasan utama yang membuat rencana ini tidak mudah:
-
Kontrak Panjang dengan Adelaide United
Goodwin saat ini sedang bermain untuk Adelaide United di A-League. Berdasarkan data Transfermarkt, kontraknya akan berakhir pada 2028 mendatang. Pemain berusia 34 tahun ini bergabung dengan Adelaide United pada Juli 2025 lalu setelah sebelumnya bebas transfer dari Al-Wehda di Arab Saudi. Kontrak yang masih tersisa selama tiga tahun membuat Persebaya harus mengeluarkan biaya besar jika ingin merekrut Goodwin. Nilai pasar Craig Goodwin saat ini mencapai sekitar Rp 17,38 miliar, sehingga membutuhkan dana yang sangat besar. -
Ambisi Bermain di Piala Dunia 2026
Goodwin adalah bagian dari Timnas Australia. Ia telah bermain sebanyak 32 kali dengan mencetak tujuh gol sejak debutnya pada 2013. Dengan lolosnya Australia ke Piala Dunia 2026, Goodwin tentu ingin masuk ke dalam skuad yang dipimpin oleh pelatih Tony Popovic. Bermain di liga Australia akan memudahkan dirinya untuk tetap dipantau oleh staf kepelatihan The Socceroos.
Selain itu, cuaca di Indonesia yang lembab dan panas bisa menjadi tantangan bagi Goodwin. Adaptasi terhadap lingkungan baru ini dapat memengaruhi performanya, yang berpotensi mengurangi peluangnya untuk dipanggil ke timnas Australia. Hal ini menjadi alasan penting mengapa Goodwin lebih memilih tetap bermain di Australia daripada pindah ke Indonesia.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar