Peran Pemimpin dan Pentingnya Nasihat dalam Kehidupan
Pemimpin memainkan peran yang sangat penting dalam mengarahkan langkah sebuah kelompok, lembaga, maupun organisasi. Keteladanan, kebijaksanaan, dan kemampuan memahami kebutuhan banyak orang menjadi landasan utama yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Namun, dalam menjalankan amanah tersebut, setiap pemimpin tetap membutuhkan pengingat agar tidak melenceng dari tujuan awal.
Nasihat yang disampaikan dengan cara sederhana sering kali lebih mudah diterima, salah satunya melalui pantun. Dengan bahasa yang ringan, pantun mampu menyisipkan pesan moral tanpa terasa menggurui, sehingga mudah dipahami dan lebih membekas di hati para pendengarnya. Selain itu, pantun juga bisa menjadi cermin bagi para pemimpin untuk selalu ingat tanggung jawabnya.
Berikut ini adalah kumpulan pantun nasihat untuk pemimpin:
-
Pantun 1
Pergi ke sawah memanen padi
Mampir panen buah pepaya
Kalau keputusan tak pernah pasti
Bagaimana rakyat bisa percaya? -
Pantun 2
Ke pasar baru bareng Anya
Mampir sebentar di toko mitra
Pemimpin itu nyata kerjanya
Bukan cuma pintar bercitra. -
Pantun 3
Naik kuda sambil memanah
Dapat burung dan juga ikan
Pemimpin itu amanah
Di akhirat dipertanyakan. -
Pantun 4
Cita-cita jadi petani
Panen besok berasnya mentah
Pemimpin harus melayani
Jangan jadi tukang perintah. -
Pantun 5
Datangi undangan tak boleh wakil
Ke toko membeli beras ketan
Pemimpin berani tegakkan adil
Keadilan membersihkan kejahatan. -
Pantun 6
Leher panjang namanya jerapah
Mempunyai cula namanya badak
Pemimpin yang amanah
Memperjuangkan orang banyak. -
Pantun 7
Pohon besar pohon trembesi
Ditanam orang dekat pusara
Jika pemimpin suka korupsi
Rakyat kecil makin sengsara. -
Pantun 8
Kalau hendak mencuci kain
Sudah dicuci lalu dijemur
Kalau hendak jadi pemimpin
Rendahkan hati berlaku jujur. -
Pantun 9
Ke Toko perhiasan beli cincin
Tokonya ada dikota bekasi
Jika ditunjuk jadi pemimpin
Jangan kesempatan untuk korupsi. -
Pantun 10
Mobil sedan membawa pangan
Pangan disimpan dalam garasi
Jangan selewengkan kewenangan
Ambil kesempatan untuk korupsi.

-
Pantun 11
Saudaranya Ipin bernama Upin
Belajarnya fokus tak lain-lain
Kalau niat jadi pemimpin
Jangan malas dan main-main. -
Pantun 12
Anak menonton Upin Ipin
Meja berantakan harus dirapiin
Jika ditunjuk jadi pemimpin
Jangan manja minta disuapin. -
Pantun 13
Kuda dikejar berlari-lari
Datang gajah menabrak kursi
Pemimpin belajar untuk memberi
Jangan malah suka korupsi. -
Pantun 14
Hari libur bangun siang
Diatas meja ada bakso urat
Niat memimpin mencari uang
Lebih baik jangan jadi pejabat. -
Pantun 15
Ada maling masuk rumah
Menerobos pagar dari besi
Pemimpin yang tidak Amanah
Memikirkan dirinya sendiri. -
Pantun 16
Ke sekolah lewat jembatan
Melihat laut sudah abrasi
Jangan suka manfaatkan jabatan
Karena itu tindakan korupsi. -
Pantun 17
Pertandingan berakhir seri
Saling dukung, jangan menghina
Pemimpin zalim jadi duri
Negeri hancur tanpa makna. -
Pantun 18
Anak kecil tersenyum ramah
Sudah besar belajar sabar
Jika pemimpin kerap menunda masalah
Maka persoalan kecil pun bisa membesar. -
Pantun 19
Burung pipit terbang bermain
Hinggap di dahan pohon trembesi
Jangan sembarang memilih pemimpin
Kebebasan bersuara bisa dibatasi. -
Pantun 20
Malam sunyi terdengar nyanyian
Suara jangkrik di rerumputan
Pemimpin sejati penuh perhatian
Tak membiarkan rakyat kesusahan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar