
Kepala Desa di Maros Tidak Hadir dalam Retret yang Digelar Pemprov Sulsel
Sebanyak 26 dari 80 kepala desa di Kabupaten Maros tidak mengikuti kegiatan retret yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan. Acara ini berlangsung di Rindam XIV Hasanuddin, Pakatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa. Retret tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan menyamakan persepsi para kepala desa dalam pengelolaan pemerintahan desa.
Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Maros, Idrus, sebagian besar peserta absen karena alasan kesehatan, izin keluar daerah, dan urusan keluarga. "Ada 10 orang sakit, 2 orang izin keluar daerah, dan sisanya ada acara keluarga yang tidak bisa ditinggalkan," jelasnya.
Retret yang berlangsung selama empat hari tiga malam ini menghadirkan berbagai materi dari kementerian, termasuk pembekalan dari Menteri Dalam Negeri, Menteri Desa, Menteri Koperasi, dan Menteri Pertanian. Para peserta juga diwajibkan tinggal di barak selama mengikuti retret dan mengikuti kegiatan outbond untuk memperkuat jejaring antar kepala desa.
Interaksi dan Pembelajaran Bersama
Kepala Desa Pattontongan, Muh Arsyad, menjelaskan bahwa kegiatan retret memberikan kesempatan bagi para peserta untuk saling berinteraksi dan bertukar pikiran. "Di barak, banyak satu barak gabung Kabupaten Maros dan kabupaten lainnya," ujarnya. Hal ini membantu memperluas jejaring antar kepala desa dan memperkaya pengalaman selama retret.
Selain itu, peserta juga dapat memperoleh informasi tentang program pemerintah pusat dan provinsi. "Ini menjadi ruang pembentukan kapasitas kepala desa karena mereka menjadi garda terdepan representasi pemerintah di masyarakat," tambah Arsyad.
Kehadiran Pejabat Tinggi
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman turut hadir dalam acara retret ini. Ia menggunakan tongkat komando saat memberikan wejangan kepada peserta. Jajaran kepala daerah juga tampil dengan setelan loreng-loreng. Beberapa di antaranya adalah Bupati Pangkep M Yusran Lalogau, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, Bupati Bone Andi Asman Sulaimanz, Bupati Wajo Andi Rosman, Bupati Soppeng Suwardi Haseng, dan Bupati Bantaeng Andi Fathul Fauzi Nurdin.
Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi juga mengenakan setelan militer. Menurut Kepala Dinas PMD Sulsel Muh Saleh, sekitar 1900 kepala desa mengikuti retret ini. Meski begitu, beberapa di antaranya tidak hadir karena alasan kesehatan, izin, atau umroh.
Agenda dan Materi yang Disampaikan
Agenda hari pertama retret masih fokus pada registrasi dan pembagian kamar. "Selama ini akan diisi pembekalan dan ceramah dari kementerian, baik secara langsung maupun melalui perwakilan," jelas Muh Saleh.
Selama empat hari pelaksanaan retret, peserta juga dapat memanfaatkannya sebagai ajang silaturahmi. Semua akomodasi pelaksanaan retret ditanggung oleh Pemprov Sulsel. Nantinya, materi retret akan diisi oleh beberapa menteri, seperti Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar