
Ringkasan Berita:
- Sejumlah kejadian terjadi di Sulawesi Utara.
- Kejadiannya pun menjadi berita viral dan dibahas di nurulamin.proMinggu 11 Januari 2025 kemarin.
- Salah satu berita yang ramai dibahas yakni peks tikang-tikang teror warga Manado.
nurulamin.proBerikut ini adalah tiga berita populer Sulawesi Utara (Sulut) yang viral kemarin Minggu 11 Januari 2025.
Sejumlah kejadian terjadi di Sulut dan populer dibahas di portal nurulamin.pro.
Mulai dari aksi peks tikang-tikang teror warga Manado.
Hingga polisi mulai periksa saksi kunci kasus Evia Maria mahasiswi Unima Tondano yang ditemukan tewas di Tomohon Selasa 30 Desember 2025.
Simak rangkuman berita populer viral Sulut yang dirangkum nurulamin.pro:
Peks Tikang-Tikang Teror Warga Manado: Seorang IRT Diserang Dalam Mobil, Terjadi Aksi Kejar-Kejaran
Peks tikang-tikang kembali beraksi di Manado, Sulawesi Utara, pada awal 2026.
Peks tikang-tikang adalah sebutan warga Sulut untuk anak-anak muda yang ke sana kemari membawa senjata tajam dan kerap melakukan penikaman.
Dan kali ini peks tikang-tikang itu meneror seorang wanita bernama Sukma Matheos.
Ibu rumah tangga ini nyaris tewas setelah diserang oleh kawanan pria yang membawa samurai dan panah wayer.
Beruntung ia berada dalam mobil.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (11/1/2026) sekira pukul 12.30 Wita.
Sukma menuturkan, Minggu siang, ia dan suaminya berkunjung ke rumah kerabat di wilayah Kombos.
Tengah berada dalam mobil, tiba -tiba merapat empat orang.
"Dua memakai penutup wajah, dua tidak," kata dia.
Tanpa ba bi bu, mereka langsung melakukan penyerangan.
Kendaraan ditikam dengan sajam. Beruntung korban sigap menutup kaca mobil.
"Kami semua panik," katanya
Korban pun memacu kendaraan. Melarikan diri.
"Kami lari menuju ke arah Mapanget, mereka mengejar," katanya.
Beber dia, pengejaran berlangsung hingga di SPBU Kairagi. Baca selengkapnya di sini
Kasus Kematian Evia, Lima Saksi Diperiksa Polda Sulut, Termasuk Saksi Kunci
Misteri di balik kasus kematian Evia, mahasiswi UNIMA yang ditemukan tewas tak wajar di tempat kosnya di Tomohon, mulai terkuak.
Para saksi mulai mengungkap peran DM, oknum Dosen UNIMA yang diduga melecehkan Evia.
Niczem Alfa Wengen, Kuasa hukum pihak keluarga Evia menyebut, sudah lima saksi dari pihaknya yang memberikan keterangan kepada penyidik PPA Polda Sulut.
"Seorang saksi diperiksa pada Sabtu (10/1/2026) lalu, ia teman korban," katanya Minggu (11/1/2026).
Dikatakannya, saksi tersebut adalah saksi kunci.
Ia melihat langsung oknum dosen DM membawa Evia ke dalam mobil.
Dia juga yang membuntuti mobil tersebut.
"Kemudian Evia curhat dosen tersebut telah melakukan perbuatan tak senonoh, lantas mereka melaporkan kasus ke pihak UNIMA," katanya.
Ungkap dia, seorang saksi lagi melihat Evia masuk ke dalam kosnya pada tanggal 29 Desember 2025 sekira pukul 6 sore.
Ia bercakap cakap langsung dengan Evia.
"Pada tanggal 29 Desember 2025, pukul 6 sore, dia melihat Maria masuk ke dalam kos, dia bertanya kenapa kamu menangis Maria, jawab Maria ia diturunkan oleh dugaan oknum dosen ini di pinggir jalan dekat lorong," katanya.
Ia bercerita, saksi terus bertanya. Ia menanyakan mengapa Maria menangis dan ada luka di kakinya.
"Katanya oknum dosen itu ingin melakukan hal tidak baik pada dirinya, dan almarhumah dibawa di pekuburan," katanya.
Seorang saksi lagi, kata dia, hanya berfokus di ponsel.
Ia bersama sama namun tidak melihat langsung. Baca selengkapnya di sini
Unit Transfusi Darah PMI Sulawesi Utara Tak Bisa Melayani Permintaan Darah Pasien
Kabar mengejutkan datang dari Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) Sulawesi Utara.
Terhitung sejak Rabu 7 Januari 2026, UDD PMI Sulawesi Utara tidak melayani permintaan darah dari pasien yang dirawat di rumah sakit.
Kondisi ini menuai kekecewaan masyarakat. Khususnya keluarga pasien yang membutuhkan darah.
"Kemarin ke PMI cari darah, ternyata sudah tidak melayani permintaan," ujar John, warga Minut.
Ia datang mencari darah untuk kerabat yang sedang dirawat di RS Hermina Manado.
nurulamin.promendatangi kantor UDD PMI Sulawesi Utara, Sabtu 10 Januari petang. Kantor itu berada di Jalan Raya Manado Tanawangko, bersebelahan dengan RSUP Prof Kandou.
Tidak ada aktivitas di sana. Loket pelayanan darah sepi. Seorang pria yang berada di depan pintu masuk bilang: "Belum ada pelayanan darah. Sudah beberapa hari."
Sebuah pengumuman tertera di salah satu sisi dinding dekat pintu utama. Bunyi pengumuman itu:
PENGUMUMAN
Sehubungan dengan berakhirnya Surat Izin Praktek (SIP) dari Petugas Teknis maka pelayanan pasien di UDD PMI Provinsi Sulawesi Utara dihentikan sementara, menunggu pengurusan SIP diterbitkan
Mengetahui Kepala UTD PMI Provinsi Sulut dr Lucky Waworuntu SpKK MKes FINSDV FAADV. Baca selengkapnya di sini
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar