3 Reaksi Dunia Terhadap Serangan AS ke Venezuela


BERITA
Top 3 Dunia

Pada hari Sabtu, 3 Januari 2026, berita utama dunia diawali oleh reaksi global terhadap serangan Amerika Serikat ke Venezuela. Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa pasukan AS telah menculik pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro, setelah melancarkan "serangan skala besar" di negara Amerika Selatan tersebut. Reaksi ini memicu kritik dari berbagai pihak, termasuk negara-negara yang mengecam tindakan AS sebagai tindakan agresi yang tidak dapat diterima.

1. Reaksi Dunia atas Serangan AS di Venezuela

Negara-negara di seluruh dunia mengecam serangan Amerika Serikat ke Venezuela setelah Presiden Donald Trump mengatakan pada Sabtu 3 Januari 2026 bahwa pasukan AS telah menculik pemimpin Venezuela Nicolas Maduro usai melancarkan "serangan skala besar" di negara Amerika Selatan tersebut.

Rusia dan Iran seperti dilaporkan menyampaikan protes terhadap aksi AS tersebut. Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut serangan pada Sabtu terhadap Venezuela sebagai "tindakan agresi bersenjata" yang "sangat mengkhawatirkan dan patut dikutuk." Sementara itu, para pemimpin dunia lainnya juga menyerukan de-eskalasi dan memantau situasi secara cermat.

Beberapa negara, seperti Al Arabiya, melaporkan bahwa para pemimpin dunia menyerukan penyelesaian damai dan menghindari konflik yang lebih besar. Mereka menilai bahwa tindakan AS tidak hanya melanggar prinsip kedaulatan negara tetapi juga membuka pintu bagi tindakan serupa dari pihak-pihak lain di masa depan.

2. AS Culik Nicolas Maduro, Pakar: Akhir Hukum Internasional!

Serangan Amerika Serikat ke Venezuela tanpa provokasi sebelumnya serta penculikan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Ibu Negara Cilia Flores, menurut seorang pakar menandakan berakhirnya penghormatan terhadap hukum internasional. Ini juga memberi alasan kepada rival internasional untuk melakukan hal yang sama.

Sultan Barakat, profesor kebijakan publik di Universitas Hamad Bin Khalifa di Qatar, mengatakan kepada Al Jazeera pada Sabtu 3 Januari 2026 bahwa:

“Ini mungkin menjadi paku terakhir di peti mati perjanjian internasional apa pun. Prinsip kedaulatan negara sekarang telah dihancurkan.”

Menurutnya, tindakan AS sejalan dengan beberapa operasi yang telah dilakukan Israel di Lebanon dan Iran bersama dengan Amerika Serikat. Mereka sekarang menaikkan standar jauh lebih tinggi daripada yang biasa kita lihat dan sangat bertentangan dengan norma internasional dan hukum internasional.

Pakar ini menilai bahwa tindakan AS akan memiliki dampak jangka panjang terhadap hubungan internasional dan bisa memicu konflik yang lebih luas.

3. AS Serang Venezuela, Ini Respon Indonesia

Indonesia mendorong semua pihak untuk mengutamakan langkah perdamaian di tengah serangan berskala besar Amerika Serikat ke Venezuela dan klaim bahwa Presiden Nicolas Maduro telah diculik AS dalam agresi tersebut.

“Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak terkait untuk mengedepankan penyelesaian secara damai melalui langkah-langkah de-eskalasi dan dialog,” demikian pernyataan tertulis pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI di media sosial X, dikutip Antara pada Sabtu 3 Januari 2026.

Indonesia juga mengingatkan supaya perlindungan terhadap kalangan warga sipil selalu diutamakan di tengah eskalasi situasi yang terjadi di negara Amerika Selatan tersebut. Pernyataan ini menunjukkan sikap netral dan perdamaian yang dipegang oleh Indonesia dalam menghadapi krisis internasional.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan