3 Skenario Bagaimana AS Sangat Cepat Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro

CARACAS, nurulamin.pro - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa pasukan AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dalam operasi militer besar-besaran di Ibu Kota Caracas, Sabtu (3/1/2026) dini hari waktu setempat.

"Amerika Serikat berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang ditangkap bersama istrinya dan diterbangkan keluar dari negara itu," ujar Trump melalui platform Truth Social, beberapa jam setelah ledakan mengguncang Ibu Kota Caracas.

"Detail akan menyusul. Akan ada konferensi pers," lanjutnya.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Pemerintah Venezuela mengenai keberadaan Maduro yang telah berkuasa sejak 2013.

Jika kabar tersebut benar, maka penangkapan ini hampir pasti merupakan hasil strategi yang telah dipersiapkan matang dan bertumpu pada kekuatan intelijen, bukan pertempuran terbuka.

Dikutip dari The National News, ada tiga skenario bagaimana pasukan AS dapat menangkap Maduro dalam sekejap.

1. Konspirasi internal, ditinggalkan orang dalam

Skenario pertama yang sangat mungkin terjadi adalah konspirasi internal. Dalam situasi ini, Maduro bukan ditumbangkan secara terbuka, melainkan diam-diam disingkirkan oleh orang-orang terdekatnya sendiri.

Tokoh-tokoh senior di kalangan militer atau keamanan Venezuela bisa saja menarik dukungan, membatasi pergerakan Maduro, atau bahkan memberi akses dan waktu kepada agen-agen AS untuk bertindak.

Dalam sistem otoriter, keretakan internal kerap menjadi faktor kunci keruntuhan kekuasaan.

Tekanan sanksi, ketakutan akan penuntutan, dan konflik dalam elite politik dapat membuat loyalitas memudar.

Ketika struktur pusat melemah, naluri bertahan hidup para pejabat mengambil alih.

Contoh sebelumnya dari skenario ini bisa dilihat dalam kasus Manuel Noriega di Panama pada 1989.

Noriega kala itu dijatuhkan setelah para pejabat dalam negerinya sendiri mengisolasinya, membuka jalan bagi intervensi militer AS.

2. Serangan cepat dan senyap ala pasukan khusus

Kemungkinan kedua adalah serangan cepat dan terukur oleh pasukan khusus AS terhadap lokasi persembunyian Maduro.

Untuk menjalankan misi semacam ini, Amerika membutuhkan intel yang sangat akurat dan real-time mengenai keberadaan Maduro, kontrol sementara atas wilayah udara Venezuela, serta eksekusi sangat cepat untuk menghindari bentrokan skala besar, terutama di Caracas.

AS memiliki pengalaman dalam operasi semacam ini. Salah satunya misi penangkapan dan pembunuhan Osama bin Laden di Pakistan pada 2011.

Operasi seperti ini tergolong berisiko tinggi, tetapi berdampak politik besar jika berhasil.

3. Jebakan dan penipuan

Skenario ketiga adalah Maduro dijebak melalui skema penipuan yang dirancang secara cermat.

Alih-alih diserbu di istananya, Maduro bisa jadi ditangkap saat dalam situasi yang ia anggap aman, seperti sedang mengikuti mediasi, menjalani perjalanan medis, atau melakukan negosiasi rahasia.

Metode ini lebih minim risiko kerusuhan dan pertumpahan darah, tetapi sangat bergantung pada keberhasilan memanipulasi kepercayaan sang target.

Banyak pemimpin otoriter yang justru paling rentan ketika keluar dari lingkaran pengaman mereka sendiri.

Ketika berada di luar zona aman, yurisdiksi bisa berubah, dan pengaruh politik yang biasa ia andalkan mendadak menghilang.

Intelijen adalah kunci

Ketiga skenario tersebut memiliki benang merah yang sama: Penekanan pada strategi jangka panjang dan kerja intel yang mendalam.

Penangkapan pemimpin negara seperti Maduro bukan hanya soal kekuatan militer, melainkan akumulasi waktu dari bulan hingga bertahun-tahun pengumpulan data, pembangunan jaringan, serta pencarian momentum yang tepat.

Meski pengumuman Trump menuai kejutan, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Pemerintah Venezuela.

Situasi di Caracas dilaporkan masih belum stabil pasca-serangkaian ledakan yang terjadi.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan