Strategi Menagih Utang dengan Santun dan Efektif
Menagih utang sering kali menjadi situasi yang menantang, terutama ketika hubungan antara pihak peminjam dan pemberi pinjaman sudah cukup dekat. Kondisi ini bisa memicu rasa tidak nyaman, bahkan konflik jika tidak dilakukan dengan cara yang tepat. Meskipun menagih utang adalah hal yang wajar, terutama jika sebelumnya telah ada kesepakatan, banyak orang merasa sulit untuk menyampaikan permintaan tersebut tanpa menimbulkan kesan negatif.

Salah satu cara yang bisa digunakan adalah dengan menggunakan pantun sebagai bentuk sindiran yang halus. Pantun tidak hanya bisa menghibur, tetapi juga menjadi alat komunikasi yang efektif untuk menyampaikan pesan tanpa menimbulkan konflik langsung. Berikut ini beberapa contoh pantun yang bisa digunakan untuk menagih utang secara santun:
-
- Pergi ke pasar membeli ketupat
Dimakan siang sebelum basi
Jalan-jalan sempat, pamer sempat
Utang kapan mau kau lunasi?
- Pergi ke pasar membeli ketupat
-
- Tanam bakau cegah abrasi
Jangan sampai bencana merebak
Kalau memang belum bisa lunasi
Bilang baik-baik, jangan mengelak.
- Tanam bakau cegah abrasi
-
- Setelah empat adalah tiga
Tulis dengan bahasa Sunda
Sudah lama tiada berjumpa
Utang dilupa bagai amnesia.
- Setelah empat adalah tiga
-
- Nasi goreng diambil gratis
Sambil makan buah manggis
Gayanya layaknya seorang selebritis
Tapi utangnya berlapis-lapis.
- Nasi goreng diambil gratis
-
- Ada orang memakai bedak
Karena banyak buat tersedak
Meminjam uang datang mendadak
Saat diminta, emosinya meledak.
- Ada orang memakai bedak
-
- Pagi hari tanam bengkoang
Ada ular berkelat kelit
Seringkali pinjam uang
Giliran ditagih sangat pelit.
- Pagi hari tanam bengkoang
-
- Kelapa muda buat sajian
Tamu datang dengan dadakan
Tanggal muda pada gajian
Bayar utang jangan terlewatkan.
- Kelapa muda buat sajian
-
- Pohon rambutan tumbuh sebatang
Duduk sebentar pedagang asongan
Berbulan-bulan menagih utang
Uang tak dapat, tinggal kenangan.
- Pohon rambutan tumbuh sebatang
-
- Disulut korek sampai meringis
Pedih mata kena minyak tumis
Merengek-rengek sampai menangis
Ku tagih utang seperti pengemis.
- Disulut korek sampai meringis
-
- Kakek tinggal di panti jompo
Berharap selalu mendapat jodoh
Sudah banyak kuberi tempo
Tapi sikapmu masa bodoh.
- Kakek tinggal di panti jompo
-
- Bebek putih masak di kuali
Simpan dagingnya di dalam peti
Utang ku tagih berkali-kali
Urat malunya mungkin t’lah mati.
- Bebek putih masak di kuali
-
- Ke museum lihat sarkofagus
Sambil mengunyah sebuah krupuk
Jangan pamer perhiasan bagus
Kalau utangnya bertumpuk-tumpuk.
- Ke museum lihat sarkofagus
-
- Kerja keluar di negeri Spanyol
Disuruh menebang sebatang pohon
Dunia terasa semakin konyol
Yang nagih utang, memohon-mohon.
- Kerja keluar di negeri Spanyol
-
- Ada pembajak mencuri rantang
Rantang disulap jadi kolintang
Orang bijak mencicil utang
Orang bejat menilap utang.
- Ada pembajak mencuri rantang
-
- Pohon tomat di tengah sawah
Petik buahnya buat berlayar
Di sosmed terlihat mewah
Tapi utang tak pernah dibayar.
- Pohon tomat di tengah sawah
-
- Lantai marmer diinjak buaya
Marmer mahal dari Eropa
Silakan pamer di dunia maya
Tapi utangnya jangan dilupa.
- Lantai marmer diinjak buaya
-
- Ayam berbulu tinggal sarangnya
Suaranya sumbang bunyi kokoknya
Aku tak perlu bunga-bunganya
Kembalikan saja pinjaman pokoknya.
- Ayam berbulu tinggal sarangnya
-
- Sarapan pagi di Kota Medan
Setelah sarapan pergi ke gua
Bukannya aku rindu seorang teman
Hanya saja ingat utangnya.
- Sarapan pagi di Kota Medan
-
- Monyet melompat jatuh ke bawah
Karena membawa sekeranjang nanas
Jangan sok-sokan terlihat mewah
Utangnya banyak, tak lunas-lunas.
- Monyet melompat jatuh ke bawah
-
- Naik perahu harus giliran
Agar sesuai dengan ukuran
Ini pantun untuk sindiran
Buat yang lupa sama angsuran.
- Naik perahu harus giliran
-
- Malam gelap mata terpejam
Saat mahgrib kue dihabiskan
Barang siapa suka meminjam
Hukumnya wajib mengembalikan.
- Malam gelap mata terpejam
-
- Tukang sulap ciptakan intrik
Agar terkesan lebih menarik
Dari gayanya terlihat nyentrik
Tapi pinjaman susah ditarik.
- Tukang sulap ciptakan intrik
-
- Bapak guru membawa pita
Pita digulung di atas bata
Jangan mengaku kaum sosialita
Hutang menggunung bikin menderita.
- Bapak guru membawa pita
-
- Pohon pisang tumbuh bertunas
Daun selembar jatuh di Monas
Buat yang utangnya belum lunas
Cepatlah bayar, sebelum hatiku panas.
- Pohon pisang tumbuh bertunas
-
- Daun jerami dari ilalang
Rusak banyak, tinggal sebatang
Tali silaturahmi menjadi hilang
Gara-gara tak bayar hutang.
- Daun jerami dari ilalang
-
- Adik datang membawa kacang
Kacang dimasak bersama pacar
Sungguh tega tidak membayar utang
Padahal rezekinya amatlah lancar.
- Adik datang membawa kacang
-
- Batang geragih dimakan ikan
Ikan ditangkap buat pepesan
Utang kutagih, mohon maafkan
Tolonglah jangan banyak alasan.
- Batang geragih dimakan ikan
-
- Cucian numpuk bikin naik darah
Terpaksa dikerjain biar nggak bersisa
Utang ditagih marah-marah
Giliran minjam manisnya luar biasa.
- Cucian numpuk bikin naik darah
-
- Makan nasi di daun lontar
Rasanya nikmat ditambah salak
Katanya utang cuma sebentar
Tapi ditagih malah mengelak.
- Makan nasi di daun lontar
-
- Ke Kota Malang beli bikini
Mencari selendang di Cimahi
Sungguh malang nasibku ini
Menagih utang dimarah-marahi.
- Ke Kota Malang beli bikini
-
- Belanja ke toko membeli leci
Leci tak ada jadinya stroberi
Lama sudah menanti janji
Utang ditagih tiada diberi.
- Belanja ke toko membeli leci
-
- Tanah liat dipegang lunak
Nyamuk datang dimakan katak
Makanan lezat terasa tak enak
Menagih utang malah dibentak.
- Tanah liat dipegang lunak
-
- Kulit kurap terkena kudis
Belang-belang ada sebaris
Jangan sok-sokan tampil modis
Kalau utang tak pernah digubris.
- Kulit kurap terkena kudis
-
- Pisau tajam punggungnya tebal
Sambil mengiris tersengal-sengal
Saat meminjam pandai ngegombal
Saat ditagih, kupingnya bengal.
- Pisau tajam punggungnya tebal
-
- Kue coklat isinya caramel
Unta di Inggris disebut camel
Dari gayanya terlihat comel
Utang ditagih, selalu ngomel.
- Kue coklat isinya caramel
-
- Jika ingin menjadi penyanyi
Jangan menyerah, selalu gigih
Kalau dicari selalu sembunyi
Yang pinjam uang takut ditagih.
- Jika ingin menjadi penyanyi
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar