4 Dekade Bisnis Indonesia: Jejak Raja Batu Bara Low Tuck Kwong dan Jaringan Bisnisnya


berita, JAKARTA - Perkembangan industri batu bara di Indonesia dalam 4 dekade terakhir tidak dapat dipisahkan dari kiprah Low Tuck Kwong, pendiri dan presiden direktur PT Bayan Resources Tbk. (BYAN). Ia dikenal sebagai salah satu tokoh bisnis yang telah bergerak di bidang batu bara sejak era Orde Baru.

Kini, kerajaan bisnisnya telah membuat Low Tuck Kwong menjadi orang terkaya keempat di Indonesia. Menurut Forbes Real Time Billionaires per 12 Desember 2025, nilai kekayaannya mencapai US$24,4 miliar atau setara Rp406,38 triliun.

Awal Karier dan Perluasan Bisnis

Low Tuck Kwong memulai karier bisnisnya dengan mendirikan PT Jaya Sumpiles Indonesia (JSI), sebuah perusahaan kontraktor yang menangani pekerjaan tanah, konstruksi, dan struktur kelautan. Pada 1988, JSI mulai merambah ke pertambangan batu bara kontrak dan menjadi salah satu kontraktor tambang terkemuka saat itu.

Setelah 9 tahun bergerak di bisnis kontraktor tambang, Low mengakuisisi konsesi tambang batu bara pertamanya di Muara Tae, Kalimantan Timur, yaitu PT Gunung Bayan Pratamacoal (GBP). Sejak saat itu, ia terus memperluas bisnisnya dengan mengakuisisi sejumlah perusahaan lain, termasuk PT Dermaga Perkasapratama (DPP) yang memiliki pelabuhan khusus batu bara bernama Balikpapan Coal Terminal.

Pada 7 Oktober 2004, Low mendirikan Bayan Resources, yang kini menjadi salah satu perusahaan tambang besar di Tanah Air. Setelah menjelma menjadi produsen batu bara terbesar kedelapan di Indonesia, perusahaan ini melantai di Bursa Efek Indonesia melalui IPO pada 2008 dengan harga perdana Rp5.800 per saham.

Pengembangan Proyek dan Konsesi Tambang

Dana hasil IPO digunakan untuk pengembangan konsesi tambang, termasuk proyek Tabang. Wilayah tersebut kini memiliki 12 izin usaha pertambangan (IUP) seluas 34.715 hektarehampir setengah ukuran Singapura. Area ini memiliki cadangan batu bara sub-bituminus dengan kadar abu dan sulfur rendah serta nilai kalor tinggi yang cocok untuk pembangkit listrik tenaga batu bara.

Berdasarkan Laporan Tahunan Bayan Resources 2024, perseroan memiliki hak eksklusif untuk menambang batu bara melalui lima anak perusahaan yang memegang PKP2B dan 13 anak perusahaan yang memegang IUP, dengan total area konsesi seluas 107.087 hektare di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Ekspansi dan Akuisisi Strategis

Di bawah kepemimpinan Low, Bayan Group berkembang menjadi perusahaan tambang batu bara terintegrasi vertikal. Salah satu langkah strategis adalah akuisisi 56% saham Kangaroo Resources Pty Ltd (KRL) pada 2011, yang kemudian diambil alih sepenuhnya pada 2018. Anak usaha ini delisting dari bursa Australia pada 13 Desember 2018.

Selain itu, Bayan juga membeli Kalimantan Floating Transhipment Facility (KFT-2) pada 2012 untuk mendukung proyek Tabang. Pada 2023, perusahaan mengakuisisi PT Kariangau Power (KP), yang mengoperasikan PLTU Kariangau Power 2x15 MW.

Portofolio Investasi di Sektor Batu Bara dan Energi Terbarukan

Low Tuck Kwong juga memperluas portofolio investasinya di sektor batu bara melalui kepemilikan atas PT Samindo Resources Tbk. (MYOH). Hingga 31 Juli 2025, ia menguasai 14,18% saham MYOH, menjadikannya salah satu pemegang saham individu terbesar di emiten jasa penambangan tersebut.

Di luar bisnis batu bara, Low juga masuk ke sektor energi terbarukan. Melalui perusahaan miliknya di Singapura, Metis Energy Ltd, ia akan melakukan ekspansi agresif di pasar utama seperti Australia, Filipina, Vietnam, dan Bangladesh. Metis Energy sebelumnya bernama Manhattan Property Development Pte Ltd, yang berganti nama pada April 2022 setelah diakuisisi oleh KaiYi Investment.

Kepemilikan Saham dan Strategi Bisnis

Berdasarkan laporan tahunan 2024, KaiYi Investment memiliki 33,61% saham Metis Energy, sementara Low Tuck Kwong menggenggam 10,46% saham KaiYi. Perusahaan ini telah fokus sepenuhnya pada sektor energi terbarukan setelah mendivestasikan seluruh bisnis propertinya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan