
aiotrade
Penyebab Batu Ginjal yang Tidak Hanya Terkait Minum Air
Batu ginjal tidak hanya disebabkan oleh kurangnya konsumsi air putih. Ada beberapa faktor lain yang berperan dalam pembentukannya, termasuk infeksi saluran kemih (ISK) yang sering kambuh dan faktor genetik. Dokter Spesialis Urologi dr. Dimas Tri Prasetyo, Sp.U., MRes., menjelaskan bahwa batu ginjal dapat terbentuk akibat kombinasi berbagai faktor yang saling berkaitan. Salah satu penyebab utama adalah ISK.
“ISK meningkatkan risiko untuk batu ginjal,” ujar dr. Dimas dalam acara grand opening Elysium Clinic di Jakarta Selatan.
Berikut adalah empat penyebab utama batu ginjal:
- Infeksi Saluran Kemih (ISK) Berulang
ISK yang sering kambuh bisa memicu pembentukan batu ginjal. Menurut dr. Dimas, jika seseorang sudah mengalami batu ginjal, maka kemungkinan besar ia juga mengalami ISK.
“Salah satu faktor penyebab batu ginjal adalah ISK yang berulang. Jika sudah ada batu ginjal, pasti ISK juga,” jelasnya.
Akibat dari kondisi ini adalah keluhan berulang seperti nyeri pinggang, anyang-anyangan, nyeri saat buang air kecil, hingga demam. Jika tidak ditangani dengan baik, ISK dan batu ginjal dapat saling memicu dan memperburuk kondisi ginjal.
- Faktor Genetik
Faktor keturunan juga menjadi salah satu penyebab utama batu ginjal. Riwayat keluarga dengan riwayat batu ginjal membuat seseorang memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi serupa.
“Genetik itu nomor satu. Jadi keluarga dengan riwayat batu ginjal, itu menyebabkan risiko tinggi,” kata dr. Dimas.
Secara umum, faktor keturunan membuat tubuh lebih mudah membentuk batu ginjal. Zat-zat tertentu dalam urine cenderung lebih mudah mengendap, sehingga proses pembentukan batu bisa terjadi lebih cepat, bahkan sejak usia muda.
- Jarang Minum Air Putih dan Dehidrasi
Kebiasaan jarang minum air putih merupakan faktor risiko paling sering ditemukan pada pasien batu ginjal. Saat tubuh kekurangan cairan, urine menjadi lebih pekat sehingga mineral lebih mudah mengendap.
“Kedua adalah jarang minum. Dehidrasi itu sendiri merupakan faktor risiko untuk terciptanya batu ginjal,” ujarnya.
Volume urine yang sedikit membuat proses pembersihan alami ginjal tidak berjalan optimal, sehingga zat pembentuk batu lebih mudah berkumpul.
- Sering Terkena Paparan Panas
Selain jarang minum, kondisi lingkungan dan aktivitas juga memengaruhi risiko batu ginjal. Paparan panas yang berlebihan membuat tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat.
“Terutama pasien-pasien di daerah panas atau yang bekerja di lapangan. Karena terekspos panas, hidrasinya jadi kurang,” jelas dr. Dimas.
Jika cairan yang hilang tidak segera digantikan, tubuh akan berada dalam kondisi dehidrasi. Dalam jangka panjang, kondisi ini meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal.
Dengan demikian, menjaga kebiasaan sehari-hari menjadi hal yang penting untuk mengurangi risiko batu ginjal. Minum air putih yang cukup, terutama saat banyak berkeringat atau beraktivitas di luar ruangan, bisa membantu tubuh tetap terhidrasi.
Selain itu, keluhan berkemih yang sering berulang sebaiknya tidak diabaikan dan segera diperiksa bila terus muncul. Dengan langkah sederhana dan perhatian sejak dini, risiko terbentuknya batu ginjal dapat ditekan sebelum menimbulkan keluhan yang lebih mengganggu.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar