4 Pesan Penting Hasto Kristiyanto di Konferda PDIP Kaltim

4 Pesan Penting Hasto Kristiyanto di Konferda PDIP Kaltim

PDIP Kaltim Gelar Konferda dan Konfercab, Fokus pada Konsolidasi dan Perubahan Paradigma

Pada hari ini, Senin (8/12/2025), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kalimantan Timur menggelar Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) di Novotel Balikpapan. Acara ini menjadi momen penting untuk memperkuat konsolidasi internal partai serta merancang strategi ke depan dalam menghadapi dinamika politik.

Hadirnya Tokoh-Tokoh Penting di Konferda

Sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP turut hadir dalam acara tersebut. Salah satunya adalah Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP, Hasto Kristiyanto. Selain Hasto, hadir pula Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Kerakyatan DPP PDIP, Sri Rahayu; Wasekjen Bidang Kesekretariatan DPP PDIP, Yoseph Aryo Adhi Dharmo; serta Wakil Bendahara DPP PDIP, Yuke Yurike. Mereka hadir untuk memberikan arahan dan memastikan peran PDIP sebagai partai yang berkomitmen terhadap kepentingan rakyat.

Acara Konferda dan Konfercab dihadiri oleh 515 peserta, yang terdiri dari pengurus DPD, DPC, dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kalimantan Timur. Ini menunjukkan besarnya partisipasi kader dalam proses pembinaan dan pengambilan keputusan.

Pesan-Pesan Penting dari Hasto Kristiyanto

Hasto Kristiyanto menyampaikan beberapa pesan penting dalam sambutannya, yang mencakup isu-isu strategis bagi PDIP Kaltim.

  • Kader Sebagai Garda Terdepan dalam Melindungi Alam Hasto menegaskan bahwa kader PDIP harus menjadi garda terdepan dalam menghentikan praktik tambang ilegal, illegal logging, dan segala bentuk perusakan lingkungan. Ia menyoroti bahwa kerusakan ekosistem dan bencana yang sering terjadi di Kaltim disebabkan oleh cara pandang yang keliru dalam memahami karakter dasar Indonesia sebagai negara maritim.

“Indonesia bukan negara kontinental. Kita adalah negara samudra. Laut adalah halaman depan kita,” ujarnya. Ia menekankan bahwa perspektif maritim harus menjadi landasan politik PDIP, khususnya di wilayah kaya sumber daya seperti Kalimantan Timur.

  • Geopolitik Maritim dan Keadilan Sosial Hasto juga menyoroti pentingnya hubungan antara geopolitik maritim dan keadilan sosial. Menurutnya, masa depan Kaltim tidak dapat hanya dilihat dari aspek ekonomi semata, tetapi harus ditempatkan dalam kerangka geopolitik baru yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

  • Menjaga Kepercayaan Publik Isu menurunnya kepercayaan publik terhadap partai politik, menurut Hasto, harus diatasi dengan perbaikan internal. Ia menilai bahwa pemilu langsung sering disalahgunakan, di mana dana menjadi segala-galanya. “Rakyat lah segala-galanya. Itu yang harus kita ubah,” katanya.

  • Konferda Bukan Acara Seremonial Hasto menegaskan bahwa konferda bukan sekadar acara seremonial, tetapi forum strategis untuk memperkuat mesin partai dari tingkat daerah hingga pusat. Ia juga menyampaikan evaluasi terhadap pelaksanaan pemilu sebelumnya, termasuk adanya “anomali demokrasi” yang mengganggu kualitas proses pemilihan.

Tantangan dan Harapan untuk Masa Depan

Konferda PDIP Kaltim 2025 menjadi wadah bagi seluruh kader untuk menyusun strategi baru menghadapi dinamika politik ke depan. Termasuk dalam hal itu adalah isu perubahan mekanisme Pilkada serta tantangan demokrasi yang berkembang. Dengan fokus pada konsolidasi dan perubahan paradigma, PDIP Kaltim berharap mampu menjawab tantangan-tantangan tersebut dengan komitmen yang kuat.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan