
Bulan Rajab: Bulan Suci dalam Kalender Islam
Bulan Rajab memiliki peran penting dalam kalender hijriyah, sering dianggap sebagai awal dari tiga bulan suci yang dikenal dengan sebutan "Ashhurul Hurum" atau bulan-bulan yang dihormati. Bulan ini berada di antara dua bulan mulia lainnya, yaitu Sya’ban dan Ramadhan. Dalam hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Rajab adalah bulannya Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulannya umatku.”
Dari sabda tersebut, kita dapat memahami bahwa bulan Rajab memiliki keistimewaan tersendiri dalam pandangan agama Islam. Oleh karena itu, umat Islam disarankan untuk memanfaatkan bulan ini dengan melakukan amalan-amalan yang dianjurkan.
Amalan yang Dianjurkan pada Bulan Rajab
-
Puasa Puasa sunnah pada bulan Rajab dilakukan selama tiga hari di awal bulan. Hadis menyebutkan bahwa puasa di hari pertama bulan Rajab akan menghapus dosa selama 30 tahun, puasa di hari kedua menghapus dosa selama 60 tahun, dan puasa di hari ketiga menghapus dosa selama setahun penuh. Setiap hari setelah tiga hari tersebut juga memiliki keutamaan menghapus dosa selama sebulan.
-
Perbanyak Doa Dianjurkan untuk memperbanyak doa pada bulan ini. Salah satu doa yang sering dibaca adalah:
“Allahumma Baariklana fii rajaba wa sya’baana wa ballignaa Ramadlan.” Doa ini bermakna: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikan kami pada bulan Ramadhan.”
-
Membaca Istighfar Membaca Sayyidul Istighfar di pagi dan sore hari sangat dianjurkan. Isi dari istighfar tersebut adalah:
“Allahumma Anta Rabbi lailaha illa anta kholaqtani wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas tato’tu a’udzubika min syarri ma shona’tu abuu laka bi ni’matika ‘alaiya wa abuu bi dzambi fagh firli fainnahu la yaghfirud dzunuba illa anta.”
-
Membaca Tasbih Membaca tasbih setiap hari dengan lafaz:
“Subhanal qaaimid daaim, subhanal hayyul qayyum, subhanal hayyul ladzi laa yamuutu, subhana Allahil ‘adimi wa bihamdihi, subbuhun quddus, rabbul malaikati war ruh, subhal ‘aliyil a’la, subhanahu wa ta’ala.” Hadis menjelaskan bahwa barang siapa membacanya setiap hari, maka dia tidak akan mati sampai melihat tempatnya di surga.
-
Membaca Ahmadu Rasulullah Muhammad Rasulullah Dianjurkan untuk membaca lafadz ini sebanyak 35 kali pada hari Jumat terakhir di Bulan Rajab. Hadis menyebutkan bahwa orang yang membacanya akan mendapatkan rezeki yang tidak terputus selama tahun itu.
Kesan Gus Baha tentang Keistimewaan Bulan Rajab
Gus Baha juga memberikan kesaksian tentang keistimewaan bulan Rajab. Menurutnya, di bulan ini banyak pintu rahmat yang terbuka, termasuk gelombang-gelombang yang membuat manusia lebih mudah mendekat kepada Allah. Ia menegaskan bahwa bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram (dimuliakan), yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.
Di bulan-bulan haram, Allah SWT akan melipatgandakan pahala bagi orang yang menjalankan amal soleh, namun juga akan memberikan balasan yang lebih besar bagi yang maksiat atau berbuat dosa. Oleh karena itu, bulan Rajab menjadi waktu yang tepat untuk mempersiapkan diri menuju Ramadhan.
Kesimpulan
Bulan Rajab adalah bulan yang penuh makna dan keistimewaan. Umat Islam disarankan untuk memanfaatkan bulan ini dengan melakukan berbagai amalan seperti puasa, doa, istighfar, tasbih, dan membaca lafadz tertentu. Selain itu, bulan ini juga menjadi momen penting untuk mempersiapkan diri secara spiritual menuju bulan Ramadhan. Dengan memperbanyak amalan baik, kita dapat meraih berkah dan rahmat dari Allah SWT.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar