
Ringkasan Berita:
- Bandung Zoo sudah lima bulan tak beroperasi atau buka untuk umum
- Humas Bandung Zoo, Sulhan Syafii, menjelaskan bahwa jam kerja pegawai masih berjalan normal
- Jam operasional enggak berubah. Masuk tetap jam 08.00, paling siang, pulang jam 16.30
- Pada masa libur panjang seperti akhir tahun atau Lebaran, kebun binatang biasanya tutup lebih sore hingga pukul 17.00
- Saat ini, jam tutup kembali normal pada pukul 16.30, sehingga jam pulang pegawai pun kembali seperti biasa
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
nurulamin.pro, BANDUNG - Kondisi Bandung Zoo atau dulu bernama Kebun Binatang Tamansari Kota Bandung, kini mengkhawatirkan.
Hal ini seiring dengan polemik status pengelolaan dan kepemilikan yang berujung dibekukannya operasional Bandung Zoo.
Kondisi pembekuan ini sudah berjalan kurang lebih lima bulan terakhir.
Terkait kondisi Bandung Zoo yang sudah lima bulan tak beroperasi atau buka untuk umum, Humas Bandung Zoo, Sulhan Syafi’i, menjelaskan bahwa jam kerja pegawai masih berjalan normal di tengah kondisi operasional yang belum sepenuhnya stabil.
Sulhan juga menyebut tidak ada pengurangan jam kerja bagi karyawan.
“Jam operasional enggak berubah. Masuk tetap jam 08.00, paling siang, pulang jam 16.30,” kata Sulhan, Sabtu (3/1/2026).
Ia menjelaskan pada masa libur panjang seperti akhir tahun atau Lebaran, kebun binatang biasanya tutup lebih sore hingga pukul 17.00.
Namun saat ini, jam tutup kembali normal pada pukul 16.30, sehingga jam pulang pegawai pun kembali seperti biasa.
Terkait kesejahteraan pegawai, Sulhan, mengaku upah karyawan pada Desember lalu hanya dibayarkan setengah.
Pembayaran tersebut berasal dari donasi berbagai pihak, termasuk kebun binatang lain dan sejumlah lembaga.
“Upah kita baru dikasih setengah. Itu pun dari kreativitas karyawan, salah satunya dengan membuka donasi. Alhamdulillah, banyak yang membantu,” ujarnya.
Sulhan menyebut yayasan pengelola Bandung Zoo saat ini sudah tidak mampu membayar upah pegawai secara penuh.
Donasi yang terkumpul dimanfaatkan untuk membantu operasional, mulai dari pakan hingga pembayaran gaji karyawan.
Untuk keberlanjutan pengelolaan, ia mengatakan pihaknya telah bertemu dengan Sekretaris Daerah Jawa Barat, Wali Kota Bandung, serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
Salah satu opsi yang dibahas adalah pembentukan tim sementara.
Tim sementara tersebut nantinya melibatkan BKSDA Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, serta unsur serikat pekerja, dan akan ditetapkan melalui Surat Keputusan dari Direktorat Jenderal terkait.
Tim ini berwenang mengelola operasional, termasuk penjualan tiket dan pelaporan keuangan secara terbuka kepada publik.
“Setiap pemasukan dan pengeluaran dilaporkan harian. Karena timnya sementara, laporannya harus transparan ke publik,” kata Sulhan.
Selain tim sementara, opsi lain yang dibahas adalah perubahan status Bandung Zoo menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Kendati demikian, menurut Sulhan, proses tersebut memerlukan waktu panjang karena harus melalui rapat paripurna dan pembentukan badan usaha baru.
Saat ini pihak pengelola dan karyawan masih menunggu keputusan lanjutan dari pemerintah.
Sulhan menambahkan keberlanjutan pegawai juga menjadi perhatian karena perawatan satwa membutuhkan keterampilan khusus dan ikatan emosional antara perawat dan satwa.
“Merawat satwa itu perlu bonding. Kalau langsung diganti orang baru, itu enggak bisa instan,” kata dia.
Hingga kini, pegawai Bandung Zoo yang tergabung dalam serikat tetap menjalankan aktivitas seperti biasa sambil menunggu kejelasan kebijakan pengelolaan dari pemerintah pusat dan daerah. (*)
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar