Legasi Uni Soviet dalam Dunia Sinematik
Meski Uni Soviet sudah tidak ada lagi, warisan dari negara yang pernah menjadi kekuatan besar di dunia ini masih terasa hingga kini. Hal ini bisa kita lihat melalui berbagai film yang dibuat oleh para sineas dari bekas wilayah Uni Soviet. Bahkan setelah pecah dan menjadi negara-negara independen, banyak film yang masih mengangkat tema-tema yang berkaitan dengan era Soviet atau memakai latar waktu tersebut sebagai dasar cerita.
Jika kamu ingin menonton film-film yang memiliki tema serupa, berikut lima pasang film yang bisa kamu tonton sebagai double feature sekaligus. Film-film ini disusun berdasarkan kemiripan topik dan bisa memberikan pengalaman yang mendalam.
1. Perang dan Kepedihan: Come and See (1984) dan The Ascent (1977)

Dibuat oleh dua sineas yang juga suami istri, Come and See dan The Ascent adalah film yang sukses menyampaikan pesan antiperang yang sangat jelas. Tidak seperti Hollywood yang sering romantisasi perang, kedua film ini memperlihatkan sisi gelap perang secara realistis. Kedua film ini berlatar Belarus pada Perang Dunia II ketika Nazi berhasil masuk ke wilayah mereka dan mengalahkan para pejuang partisan. Film-film ini berhasil memotret fakta bahwa hanya segelintir orang yang diuntungkan dari perang, sedangkan sisanya menjadi korban.
2. Keluarga Getir: The Return (2003) dan My Thoughts Are Silent (2019)

Jika kamu ingin menonton film dengan tema keluarga, coba The Return yang membahas isu fatherless di Rusia dan My Thoughts Are Silent yang menceritakan hubungan antara anak laki-laki dan ibu tunggalnya. Kedua film ini berlatar perjalanan yang dilakukan oleh anak dan orang tua serta bagaimana perjalanan itu mengubah hubungan mereka.
My Thoughts Are Silent lebih politis karena berlatar Ukraina dan memperlihatkan pesimisme yang dialami oleh anak muda di sana terhadap masa depan negara mereka. Sementara The Return lebih berat ke thriller psikologi, fokus pada ayah yang berusaha mengajarkan nilai-nilai maskulin kepada dua anak laki-lakinya, tetapi akhirnya berakhir di luar dugaan.
3. Budaya Korupsi: Leviathan (2014) dan Two Prosecutors (2025)

Korupsi adalah isu yang masih menghantui negara-negara eks-Soviet hingga saat ini. Dua film yang berjudul Leviathan dan Two Prosecutors bisa menjadi jalan untuk melihat situasi tersebut. Leviathan berlatar Rusia era modern dan memotret kerakusan oligarki dan politisi. Sementara Two Prosecutors akan membawamu ke era Soviet ketika seorang jaksa jujur justru dipaksa menyingkirkan idealismenya demi keselamatan dirinya sendiri.
4. Birokrasi Menyebalkan: The Fool (2014) dan Donbass (2019)

Tidak hanya di Indonesia, birokrasi menyebalkan juga bisa ditemukan di negara-negara eks-Soviet. Dalam The Fool, kamu akan ikut dalam perjalanan seorang tukang pipa yang menemukan kebocoran gas dan keretakan dinding di sebuah apartemen padat penghuni. Ia berupaya mengingatkan pengelola apartemen yang terhubung dengan pemerintah kota, tetapi laporannya tidak direspons serius. Dilema menghantuinya, karena usia bangunan itu ia prediksi hanya 24 jam lagi.
Sementara itu, dalam Donbass, kita akan melihat kehidupan rakyat sipil yang dirugikan oleh perang berkepanjangan di Ukraina Timur. Beberapa adegan dalam film ini juga menyoroti kecenderungan politisi memanfaatkan situasi tersebut untuk kepentingan mereka sendiri.
5. Etnik Minoritas: Closeness (2017) dan Unclenching the Fists (2021)

Dengan wilayah yang begitu luas, tidak heran jika Uni Soviet adalah negara multietnik. Bahkan setelah pecah, masing-masing negara masih memiliki beberapa etnik yang mendiami wilayah tertentu. Nasib mereka beragam, tetapi tak sedikit yang menjadi korban.
Dalam Closeness, kamu akan disuguhi pengalaman hidup orang-orang Yahudi di Nalchik, Rusia. Sedangkan dalam Unclenching the Fists, kita akan menyelami kehidupan perempuan muda asal kota pertambangan yang dihuni komunitas etnik minoritas Ossetia.
Beda dengan film Hollywood yang lebih optimistis, banyak yang beropini bahwa film-film asal negara eks-Soviet cocok dimasukkan dalam kategori hopeless cinema. Elemen realisnya kuat, tetapi tak jarang dihiasi humor satir yang menampar jiwa. Film mana saja yang menggugah hatimu untuk segera ditonton?
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar