Pesan Moral dalam Drama "The Dream Life of Mr. Kim"
Drama Korea yang terdiri dari 12 episode, The Dream Life of Mr. Kim, baru saja selesai ditayangkan. Dalam rangkaian ceritanya, penonton diajak untuk menyaksikan perjalanan karakter utama, Kim Nak Su (diperankan oleh Ryu Seung Ryong), yang berkembang menjadi sosok yang lebih baik. Selama 25 tahun bekerja di ACT, ia mengalami berbagai tantangan yang membuatnya belajar banyak tentang kehidupan. Drama ini tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga memberikan pemahaman mendalam tentang makna setiap adegan dan dialog. Karakter Kim Nak Su mewakili banyak orang yang saat ini berada di posisi sebagai suami, ayah, karyawan, anak, atau adik. Berikut adalah pesan moral penting yang bisa diambil dari drama ini.
Kehidupan akan lebih damai jika tak terlalu ngotot

Kim Nak Su awalnya diberi harapan untuk menjabat sebagai direktur pelaksana di ACT. Ia melakukan segala cara untuk meraih posisi itu, termasuk mencari muka. Sebelum menjadi manajer, ia memfokuskan seluruh tenaga dan pikirannya hanya pada ACT, sehingga perannya sebagai suami dan ayah semakin berkurang. Namun, ternyata ada hal-hal yang tak bisa dikendalikan. Ia dipindahkan ke Pabrik Asan dengan tugas yang tidak sesuai dengan kemampuannya. Di titik ini, ia menyadari bahwa usahanya selama ini sia-sia dan terlalu ngotot untuk meraih posisi tersebut.
Jangan sok kuat seolah-olah mampu mengatasi semua masalah sendiri

Kim Nak Su adalah tipe suami dan ayah yang selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarganya. Sebagai seorang pemimpin, ia malu menunjukkan sisi lemahnya. Ia tidak ingin dianggap tidak berdaya oleh keluarganya ketika mengalami penurunan karier. Tanpa berpikir panjang, ia mengambil keputusan sendiri untuk membeli sebuah properti yang ternyata merupakan penipuan. Ia berpikir bisa menyelesaikan masalah sendiri tanpa memberi tahu sang istri. Nyatanya, ia mengalami gangguan panik akibat masalah yang ia simpan sendiri.
Rasa kecewa kebanyakan berasal dari terlalu percaya pada orang lain

Baek Jeong Tae (diperankan oleh Yoo Seung Mok) menjanjikan jabatan untuk Kim Nak Su. Karena terlalu percaya kepada sahabatnya, Kim Nak Su rela melakukan apa pun yang diminta. Sayangnya, janji Baek Jeong Tae ternyata palsu. Sebenarnya, Kim Nak Su bisa memegang kendali penuh jika tidak mudah percaya pada orang lain. Karena ambisinya yang terlalu tinggi, ia jadi sangat mengharapkan sesuatu dari orang tersebut. Syukurnya, keluarganya tidak meninggalkannya saat ia sedang menghadapi kekecewaan.
Sadari bahwa kehidupan ini pasti ada pasang surut

Tidak selamanya kehidupan berjalan sesuai rencana. Masa-masa sulit seringkali membuat seseorang memahami arti kehidupan dengan penuh rasa syukur. Kim Nak Su optimis bisa meraih jabatan direktur pelaksana. Namun, ia tidak menyangka harus mengalami nasib yang sama seperti temannya, Heo Tae Hwan (diperankan oleh Lee Seo Hwan). Do Jin Woo (diperankan oleh Lee Shin Ki) menjadi pesaing utama, sehingga Kim Nak Su tersingkir. Tak disangka, Do Jin Woo juga harus gigit jari karena Baek Jeong Tae masih menjabat posisi tersebut.
Fokus dengan "piring" sendiri

Memiliki impian boleh-boleh saja. Namun, jika impian tersebut membuat karakter seseorang menjadi dengki atau sikap yang menurunkan kualitas, maka patut dipertanyakan. Di awal drama, penonton melihat bagaimana Kim Nak Su selalu dengki terhadap pencapaian orang sekitarnya. Sebenarnya, memiliki mimpi bukanlah masalah. Namun, jangan lupa menyadari bahwa semua rencana bisa tidak sesuai dengan harapan. Melalui The Dream Life of Mr. Kim, penonton diajak untuk belajar menerima kenyataan dengan lapang dada meskipun sulit.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar