57 Pemda Meraih Apresiasi Kinerja 2025, Mendagri Dorong Persaingan Sehat

57 Pemda Meraih Apresiasi Kinerja 2025, Mendagri Dorong Persaingan Sehat

Pemprov, Kabupaten, dan Kota Meraih Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah 2025

Sebanyak 57 pemerintah daerah meraih Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah 2025 dalam acara yang diselenggarakan oleh Tempo bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Hotel Borobudur, Jakarta. Acara ini berlangsung pada malam hari Senin (1/12/2025). Para penerima penghargaan terdiri dari 19 pemerintah provinsi, 19 kabupaten, dan 19 kota.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan bahwa apresiasi ini bertujuan untuk mendorong setiap daerah agar terus meningkatkan kinerjanya. Ia menekankan bahwa kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat, sehingga mereka memiliki legitimasi kuat. Namun, di beberapa daerah, kinerja tidak sesuai dengan ekspektasi publik, bahkan ada yang sudah diprotes hanya dalam waktu kurang dari setahun menjabat.

Dalam Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah 2025, terdapat sembilan kategori penilaian yang mencakup berbagai aspek penting dalam pemerintahan daerah. Berikut adalah kategori-kategori tersebut:

  • Tata Kelola Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Fiskal: Total)
  • Provinsi: DKI Jakarta
  • Kabupaten: Banyuwangi
  • Kota: Denpasar

  • Pengendalian Inflasi (Fiskal: Total)

  • Provinsi: Bali
  • Kabupaten: Magetan
  • Kota: Tual

  • Penanggulangan Kemiskinan

  • Fiskal Tinggi:
    • Provinsi: Lampung
    • Kabupaten: Bekasi
    • Kota: Batam
  • Fiskal Sedang:
    • Provinsi: Bengkulu
    • Kabupaten: Sleman
    • Kota: Palembang
  • Fiskal Rendah:

    • Provinsi: Papua Pegunungan
    • Kabupaten: Intan Jaya
    • Kota: Sabang
  • Perbaikan Akses Layanan Pendidikan

  • Fiskal Tinggi:
    • Provinsi: DKI Jakarta
    • Kabupaten: Badung
    • Kota: Semarang
  • Fiskal Sedang:
    • Provinsi: Sumatera Barat
    • Kabupaten: Sleman
    • Kota: Yogyakarta
  • Fiskal Rendah:

    • Provinsi: DI Yogyakarta
    • Kabupaten: Temanggung
    • Kota: Banda Aceh
  • Penyerapan Tenaga Kerja

  • Fiskal Tinggi:
    • Provinsi: Jawa Timur
    • Kabupaten: Gianyar
    • Kota: Tangerang Selatan
  • Fiskal Sedang:
    • Provinsi: Jambi
    • Kabupaten: Gresik
    • Kota: Malang
  • Fiskal Rendah:

    • Provinsi: Aceh
    • Kabupaten: Mempawah
    • Kota: Sawahlunto
  • Peningkatan Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan

  • Fiskal Tinggi:
    • Provinsi: Jawa Tengah
    • Kabupaten: Gianyar
    • Kota: Bogor
  • Fiskal Sedang:
    • Provinsi: Nusa Tenggara Barat (NTB)
    • Kabupaten: Gresik
    • Kota: Cilegon
  • Fiskal Rendah:

    • Provinsi: DI Yogyakarta
    • Kabupaten: Kotawaringin Barat
    • Kota: Pangkalpinang
  • Pertumbuhan Ekonomi Pertambangan dan Olahannya (Kategori Tambang)

  • Provinsi: Maluku Utara
  • Kabupaten: Halmahera Tengah
  • Kota: Balikpapan

  • Pertumbuhan Ekonomi Non-Pertambangan dan Olahannya (Kategori Non-Tambang)

  • Provinsi: Kepulauan Bangka Belitung
  • Kabupaten: Bangka Tengah
  • Kota: Pangkal Pinang

  • Penurunan Ketimpangan Kesejahteraan Masyarakat

  • Fiskal Tinggi:
    • Provinsi: Banten
    • Kabupaten: Gianyar
    • Kota: Bogor
  • Fiskal Sedang:
    • Provinsi: Sumatera Selatan
    • Kabupaten: Bogor
    • Kota: Malang
  • Fiskal Rendah:
    • Provinsi: Papua Tengah
    • Kabupaten: Mamuju Tengah
    • Kota: Probolinggo

Proses seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah, yaitu tinggi, sedang, dan rendah, sehingga penilaiannya lebih adil. Tito menegaskan bahwa proses seleksi cukup fair, dan bagi yang menerima apresiasi, ia mengucapkan terima kasih serta mengajak mereka terus berkarya dan memotivasi daerah lain.

Selain itu, Tito juga menyampaikan rencana apresiasi tahun depan akan disertai insentif khusus. Anggaran Kemendagri sebesar Rp 7,8 triliun akan dialokasikan, dengan sebagian besar dana digunakan untuk memberikan insentif kepada kepala daerah yang berkinerja baik. Insentif ini diperkirakan bernilai sekitar Rp 5 miliar untuk berbagai kategori seperti pengendalian inflasi hingga pengelolaan sampah.

Tito berharap persaingan yang sehat dapat memicu percepatan pembangunan di seluruh Indonesia. Ia menegaskan bahwa tugas utama kepala daerah adalah menunjukkan kinerja terbaik untuk masyarakat, dan bonusnya adalah menjaga atau meningkatkan elektabilitas mereka. Bagi daerah yang belum meraih penghargaan, Tito mengimbau agar tetap semangat dan terus berusaha.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan