6 fakta Semen Padang FC dipermalukan Persis Solo di kandang, penalti gagal hingga ultimatum Dejan

Ringkasan Berita:
  • Dua penalti didapat Semen Padang FC di babak pertama, satu gagal, satu berbuah gol, tapi tak mampu mengamankan laga.
  • Gol Persis Solo di injury time babak pertama mengubah momentum pertandingan.
  • Bola mati di awal babak kedua kembali merugikan Semen Padang FC lewat gol Kodai Tanaka.
  • Sundulan Jauhari di menit akhir memastikan keunggulan Persis Solo.
  • Gol Ryan di injury time hanya jadi hiburan.
 

nurulamin.pro, PADANG – Hasil mengecewakan harus diterima Semen Padang FC dalam laga penutup putaran pertama kompetisi BRI Super League musim 2025/2026.

Menjamu Persis Solo di Stadion GOR Haji Agus Salim, Minggu (11/1/2026) sore, tim berjuluk Kabau Sirah tersebut terpaksa bertekuk lutut dengan skor tipis 2-3 di hadapan publik sendiri.

Kekalahan Semen Padang FC ini terasa sangat menyesakkan karena skuad asuhan Dejan Antonic sempat memegang kendali permainan di babak pertama.

Namun, hilangnya konsentrasi di menit-menit krusial dan kegagalan memanfaatkan peluang emas membuat tiga poin justru terbang ke tangan tim tamu.

Pertandingan ini pun diwarnai drama dua penalti dan hujan gol yang membuat suporter kecewa berat.

Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, tidak dapat menyembunyikan amarahnya melihat performa anak asuhnya, terutama di paruh kedua pertandingan.

Dejan menilai para pemain seolah kehilangan semangat juang setelah turun minum. Laga melawan Persis Solo ini pun menjadi bahan evaluasi besar-besaran bagi manajemen sebelum melakoni putaran kedua liga.

Berikut adalah 6 fakta seputar kekalahan Semen Padang FC vs Persis Solo yang dirangkum dari jalannya pertandingan:

1. Drama Kegagalan Dua Kali Penalti

Semen Padang FC sebenarnya mendapatkan keuntungan besar di babak pertama melalui dua hadiah penalti dari wasit.

Penalti pertama didapat pada menit ke-10 setelah Irsyad Maulana dilanggar, namun Stewart yang menjadi algojo gagal menjalankan tugasnya. 

Beruntung, pada menit ke-34, penalti kedua diberikan wasit. 

Meski tendangan Irsyad Maulana sempat ditepis Riyandi, bola muntah berhasil ia sambar kembali untuk membawa tuan rumah unggul 1-0.

Sayangnya, kegagalan penalti pertama dianggap Dejan sebagai momentum yang terbuang sia-sia untuk membunuh lawann di laga lebih awal.

2. Gol di Masa Injury Time Babak Pertama

Keunggulan satu gol Semen Padang FC sirna seketika tepat sebelum turun minum.

Pada masa injury time babak pertama, lini belakang tuan rumah melakukan kesalahan fatal dengan memainkan bola terlalu lama di area pertahanan sendiri.

Zanadin Fariz yang jeli melihat celah langsung merebut bola dan melakukan kerja sama apik dengan Kastaneer.

Tendangan keras Zanadin meluncur deras di antara dua kaki kiper Arthur, membuat skor berubah menjadi 1-1 dan menjatuhkan mental bertanding pemain tuan rumah.

3. Kebobolan Cepat di Awal Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Semen Padang FC justru tampak lunglai. Menit ke-50 menjadi awal petaka selanjutnya ketika situasi bola mati gagal diantisipasi dengan baik.

Bola liar di dalam kotak penalti langsung disambar oleh Kodai Tanaka yang berdiri bebas tanpa kawalan berarti.

Gol ini membuat Persis Solo berbalik unggul 2-1 dan membuat strategi yang disusun Dejan Antonic di ruang ganti menjadi berantakan.

4. Penurunan Performa Drastis dan Kurangnya Kolektivitas

Dejan Antonic menyoroti perubahan sikap para pemainnya yang bermain di luar rencana pada babak kedua.

Ia menilai anak asuhnya bermain terlalu santai dan lebih mementingkan diri sendiri.

"Di babak kedua kita tidak bermain seperti yang telah direncanakan. Ada beberapa keputusan yang dibuat sendiri oleh pemain. Banyak kesalahan dan lebih mementingkan diri sendiri," tegas Dejan dalam sesi jumpa pers.

Minimnya kerja sama tim ini membuat aliran serangan selalu patah di lini tengah Persis Solo yang tampil lebih disiplin.

5. Gol Jauhari dan Perlawanan Terlambat

Petaka bagi tuan rumah semakin menjadi-jadi pada menit ke-90. Umpan silang dari sisi sayap berhasil disambut sundulan tajam Jauhari yang membuat skor menjauh menjadi 3-1.

Meski Semen Padang FC sempat memperkecil ketertinggalan melalui sundulan Ryan di masa injury time babak kedua, waktu yang tersisa tidak cukup untuk menyelamatkan muka tuan rumah.

Skor akhir 2-3 menutup laga dengan duka bagi pendukung Kabau Sirah.

6. Ultimatum Keras Pelatih Dejan Antonic

Usai laga, Dejan Antonic mengeluarkan pernyataan pedas yang menunjukkan kemarahannya.

Ia bahkan meminta pemain yang tidak punya hati untuk membela klub agar segera angkat kaki.

"Dari saya pribadi, saya sangat kecewa dengan hasil pertandingan tadi. Kita semua harus malu dengan hasil kali ini. Kalau tidak punya hati bermain di Semen Padang FC, lebih baik cari tim lain. Situasi kita sangat parah dan sulit, kita butuh pemain yang kuat di sini," ungkap pelatih asal Serbia tersebut.

7. Penonton Kecewa

Kekecewaan serupa juga datang dari tribun penonton. Ivan, salah satu suporter setia, menilai timnya sangat lemah dalam penyelesaian akhir.

"Umpan-umpan yang dialirkan sebenarnya sudah bagus, tapi penyelesaian akhirnya sangat kurang optimal. Lini depan kita terlihat kurang mantap," keluhnya.

Ivan menambahkan, masalah tidak hanya terletak pada finishing, tetapi juga pada kedalaman skuad. Ia menyoroti perbedaan kualitas pemain yang cukup mencolok, sehingga kerja sama tim belum optimal.

Menurutnya, kolektivitas permainan Semen Padang FC masih berada di bawah standar Liga teratas Indonesia.

"Permainan tadi terlihat kurang kompak. Masih banyak yang di bawah standar. Harapannya tentu ada pembenahan total ke depannya agar kita tidak hanya sekadar numpang lewat di liga ini," tegas Ivan.

Dari kubu lawan, pelatih Persis Solo Milomir Selsija menilai mental pemain menjadi faktor penting. “Ketika Semen Padang FC gagal penalti, saya lihat mental mereka turun,” kata Milomir. 

Ia menyebut kemenangan ini penting meski belum mengangkat posisi timnya dari papan bawah.

Kekalahan Semen Padang FC vs Persis Solo menutup putaran pertama dengan catatan evaluasi besar. D

ua penalti, gol injury time, dan kesalahan bertahan menjadi rangkaian kejadian yang menentukan hasil akhir laga pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026.

Kekalahan menyakitkan dari Persis Solo ini menjadi peringatan keras bagi manajemen untuk segera mematangkan rencana transfer pemain di putaran kedua.

Dejan mengonfirmasi bahwa beberapa pemain asing dari Jepang dan Spanyol sudah masuk dalam radar perburuan untuk mengangkat performa Semen Padang FC.(*)

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan