6 Jenderal TNI AD Diubah Usai Mutasi, Termasuk yang Bertugas di Kaltim dan Kaltara

Mutasi TNI 2025: Perubahan Kepemimpinan di Jajaran Angkatan Darat

Mutasi TNI terbaru pada tahun 2025 telah mengganti enam jenderal di TNI Angkatan Darat (AD), termasuk Pangdam VI/Mulawarman yang bertanggung jawab atas wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara). Proses mutasi ini merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi dan pengembangan karier personel TNI.

Sebelumnya, posisi Pangdam VI/Mulawarman dijabat oleh Mayjen TNI Rudy Rachmat. Kini, jabatan tersebut diserahkan kepada Mayjen TNI Krido Pramono. Krido Pramono adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) angkatan 1997, yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Intelijen Panglima TNI. Akmil, yang berada di Kota Magelang, Jawa Tengah, merupakan salah satu lembaga pendidikan militer paling prestisius di Indonesia.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memimpin acara serah terima jabatan (sertijab) bagi keenam jenderal yang terkena mutasi. Acara ini berlangsung di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) Jakarta, pada hari Kamis, 11 Desember 2025. Dalam sambutannya, KSAD menyampaikan apresiasi kepada para pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian mereka selama menjabat. Ia juga menekankan pentingnya melanjutkan program-program yang sudah berjalan serta mengembangkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat maupun institusi.

Berikut adalah daftar keenam jenderal yang terkena mutasi:

  1. Pangdam I/BB
  2. Pejabat Lama: Mayjen TNI Rio Firdianto
  3. Pejabat Baru: Mayjen TNI Hendy Antariksa

  4. Pangdam VI Mulawarman

  5. Pejabat Lama: Mayjen TNI Rudy Rachmat
  6. Pejabat Baru: Mayjen TNI Krido Pramono

  7. Pangdam XIII/Mdk

  8. Pejabat Lama: Mayjen TNI Suhardi
  9. Pejabat Baru: Mayjen TNI Mirza Agus

  10. Danseskoad

  11. Pejabat Lama: Mayjen TNI Hendy Antariksa
  12. Pejabat Baru: Mayjen TNI Dr. Agustinus Purboyo

  13. Kadisjasad

  14. Pejabat Lama: Brigjen TNI Dedi Ruswandi
  15. Pejabat Baru: Brigjen TNI Andri Amijaya

  16. Dandenmabesad

  17. Pejabat Lama: Brigjen TNI M. Aidi
  18. Pejabat Baru: Brigjen TNI I Made Sutia

Proses mutasi TNI dilakukan secara berkala oleh Panglima TNI sebagai bagian dari penyegaran organisasi, pengembangan karier, dan penyesuaian kebutuhan strategis institusi militer. Dengan pergantian kepemimpinan ini, TNI AD berharap mampu memperkuat kualitas kinerja satuan di seluruh jajaran, baik dalam operasi militer maupun pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, diharapkan lahir pemimpin-pemimpin baru yang adaptif dan responsif terhadap dinamika tugas.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan