Berita Terpopuler Kalimantan Barat
Kalimantan Barat kembali menjadi sorotan dengan berbagai peristiwa menarik yang terjadi dalam dua hari terakhir. Berikut adalah enam berita terpopuler yang muncul di wilayah tersebut.
1. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kalbar Mundur Setelah Empat Hari Menjabat
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Kalimantan Barat, Murjani, dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya hanya empat hari setelah resmi dilantik. Murjani sebelumnya dilantik oleh Gubernur Kalbar bersama 25 Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya pada Jumat, 5 Desember 2025. Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Harisson, membenarkan kabar pengunduran diri tersebut. Ia menjelaskan bahwa Murjani sebelumnya telah mengajukan cuti besar untuk persiapan masa pensiun. Surat Keputusan (SK) pensiun Murjani juga telah terbit dan berlaku mulai 1 April 2026.

2. Kejari Sambas Selidiki Dugaan Korupsi Pengadaan Zat Kimia Air Bersih Perumda
Kejaksaan Negeri (Kejari) Sambas tengah mengusut dugaan korupsi tata kelola air bersih Perusahaan Milik Daerah (Perumda) Tirta Muare Ulakan Sambas. Penyelidikan ini dilakukan karena adanya dugaan korupsi pada pengadaan zat kimia untuk pengelolaan air bersih Perumdam Tirta Muare Ulakan. Dugaan korupsi tersebut ditengarai terjadi pada 2021 hingga 2024. Proses penyelidikan terus dilakukan sampai menunggu hasil penghitungan kerugian negara.
Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Sambas Amiruddin mengatakan, pihaknya melakukan penyelidikan mengenai tata kelola air bersih pengadaan zat kimia, tawas, soda ash, dan kaporit di Perumdam Sambas.

3. Dinsos Cepat Tanggap Proses Bantuan Semua Berdasar Verifikasi dan Laporan dari Kelurahan/Kecamatan
Dinas Sosial Kota Pontianak menegaskan bahwa penyaluran bantuan bagi warga terdampak bencana dapat dilakukan apabila telah ada laporan serta telah dilakukan pendataan berdasarkan adminduk oleh Relawan Tagana bersama dengan pihak terkait seperti pengurus RT/RW dan Kelurahan. Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Sosial Kota Pontianak, Diana, saat ditemui di Aula Kecamatan Pontianak Barat.
Diana menjelaskan bahwa mekanisme bantuan sudah ada prosedurnya. "Dinas Sosial ini ada SOP-nya terkait bencana. Sepanjang tidak ada pengaduan dari masyarakat terkait dengan warga yang terdampak bencana atau penyintas bencana, kami tidak menyalurkan bantuan," ujarnya.

4. Dinsos Pontianak Verifikasi Mindarti sebagai Penerima Bantuan BPJS dan Beras
Dinas Sosial Kota Pontianak menegaskan bahwa Mindarti (56), warga Jalan Komyos Sudarso Gang Gotong Royong 1, telah terverifikasi sebagai penerima bantuan BPJS pemerintah serta bantuan beras 20 kilogram. Penyaluran bantuan tersebut juga dipastikan setelah tim Tagana melakukan peninjauan langsung ke rumah yang bersangkutan.
Perwakilan Dinas Sosial Kota Pontianak mengatakan bahwa proses verifikasi dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan bantuan tepat sasaran. "Tim Tagana kami sudah turun langsung ke rumah Ibu Mindarti untuk memastikan kondisi dan kelayakannya. Hasilnya, beliau terverifikasi menerima bantuan BPJS pemerintah serta bantuan beras kurang lebih 20 kilogram," ujar pejabat Dinsos Pontianak.

5. KLARIFIKASI RSUD Sambas Soal Video Viral Pasien Tak dapat Ranjang di UGD
Viral di media sosial keluarga pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sambas mengeluh tidak dapat ranjang saat tiba di Unit Gawat Darurat (UGD) pada Senin 8 Desember 2025. Video itu diduga direkam seorang sopir yang mengantar keluarga pasien dari Desa Arung Parak, Kecamatan Tangaran, pada Senin 8 Desember sekitar pukul 16.00 WIB. Sayangnya sesampainya mereka di UGD, malah mendapat pelayanan buruk dengan tidak diberikan ranjang.
Sementara menurut sang sopir, pasien lain yang datang belakangan langsung mendapat ranjang. Klarifikasi RSUD Sambas: Kepala Bagian (Kabg) TU RSUD Sambas Muhardi membenarkan kejadian tersebut.

6. Alasan Kepala Dikbud Kalbar Mundur Setelah 4 Hari Dilantik, Resmi Diganti Pelaksana Harian Kadis
Heboh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Kalimantan Barat, Murjani dikabarkan mundur dari jabatannya. Padahal ia baru saja dilantik pada Jumat 5 Desember 2025 lalu. Murjani sebelumnya dilantik oleh Gubernur Kalbar Ria Norsan bersama 25 Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya. Alasan Murjani Mundur: Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Harisson membenarkan kabar pengunduran diri Murjani.

Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar