berita , JAKARTA - Seiring bertambahnya usia, kesadaran akan pentingnya mengelola keuangan dan mewujudkan tujuan finansial terasa semakin penting. Karena itu, banyak orang mulai terpikir untuk berinvestasi agar bisa meraih tujuan finansialnya dengan lebih optimal. Salah satunya melalui produk reksa dana yang tergolong praktis dan ramah investor pemula.
Meski begitu, investasi reksa dana tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Pasalnya, jika dilakukan dengan cara yang salah, investasi reksa dana tidak akan optimal menjadi sarana mewujudkan tujuan finansial Anda.
Nah, jika ingin tahu cara investasi reksa dana agar bisa mewujudkan tujuan finansial dengan lebih optimal dan sesuai rencana, simak penjelasan berikut ini:
Tetapkan Tujuan Keuangan secara Spesifik
Ketika berinvestasi, Anda wajib menentukan apa tujuan yang ingin diraih agar bisa menetapkan strategi dan jenis instrumen terbaik. Ada banyak cara untuk menentukan tujuan keuangan secara spesifik. Salah satunya menggunakan prinsip SMART, yaitu: * Specific (Spesifik) * Measurable (Dapat Diukur) * Achievable (Dapat Dicapai) * Relevant (Relevan) * Time-Bound (Batas Waktu)
Tujuan keuangan harus spesifik dengan menentukan untuk apa dana akan digunakan dan nominal yang harus terkumpul. Selain itu, pastikan juga jumlah dana yang dibutuhkan untuk mewujudkan tujuan keuangan, serta pastikan nominalnya realistis sesuai kondisi keuangan saat ini.
Relevansi tujuan keuangan juga harus sesuai dengan kebutuhan Anda dan tak sekadar mengikuti tren. Juga, tentukan kapan batas waktu tujuan investasi tersebut harus tercapai agar bisa mengetahui durasi serta memiliki acuan saat melakukan evaluasi kinerja portofolionya.
Kategorikan Tujuan Keuangan sesuai Jangka Waktunya
Berdasarkan jangka waktunya, tujuan keuangan bisa dibagi ke dalam beberapa jenis, yaitu jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Jika ingin meraih tujuan keuangan jangka pendek, misalnya dana darurat, dana liburan tahun depan, dan sebagainya, usahakan untuk berinvestasi di produk reksa dana rendah risiko. Contohnya adalah reksa dana pasar uang dengan tingkat risiko rendah serta pertumbuhan nilainya stabil.
Sementara untuk tujuan jangka menengah, sekitar 3 sampai 5 tahun, idealnya pilih instrumen berisiko sedang seperti reksa dana pendapatan tetap maupun reksa dana campuran. Lalu, untuk investasi dengan jangka waktu di atas 5 tahun, ada baiknya mengalokasikan sebagian besar dana ke reksa dana saham dengan tetap melakukan diversifikasi.
Hitung Target Dana yang Ingin Dikumpulkan
Tak kalah pentingnya, hitung target dana yang ingin dikumpulkan dengan seakurat mungkin. Jangan lupa pula untuk memasukkan faktor inflasi dalam perhitungan tersebut.
Sebagai contoh, jika ingin mengumpulkan dana membeli rumah sebesar 100 juta rupiah dalam waktu 10 tahun dengan laju inflasi 5 persen per tahun, maka perhitungannya adalah sebagai berikut: 100 juta x (1,05^10 tahun) = kurang lebih 163 juta rupiah.
Karena imbas inflasi, dana membeli rumah yang seharusnya 100 juta berubah menjadi 163 juta.
Ketahui Profil Risiko Diri
Cara selanjutnya, pahami profil risiko diri agar bisa menentukan jenis reksa dana mana yang terbaik untuk dipilih. Secara umum, profil risiko bisa dibedakan menjadi 3 kategori, antara lain: * Konservatif: Investor cenderung bermain aman dan menghindari risiko kerugian saat investasi. Produk yang direkomendasikan adalah reksa dana pasar uang. * Moderat: Investor lebih berani mengambil risiko sedang demi meningkatkan potensi imbal hasil yang bisa didapatkan. Produk yang direkomendasikan adalah reksa dana pendapatan tetap. * Agresif: Investor berani mengambil risiko besar demi mendapatkan peluang investasi maksimal. Produk yang direkomendasikan adalah reksa dana saham.
Tentukan Produk Reksa Dana Terbaik untuk Dipilih
Meski memiliki kategori yang sama, kinerja reksa dana bisa saja berbeda, tergantung kepiawaian Manajer Investasi, biaya dan pengeluaran, dan beragam faktor lainnya. Oleh karena itu, pilih produk reksa dana yang memiliki riwayat kinerja yang dirasa paling bagus. Anda bisa melihat kinerja historis, biaya dan pengeluaran, komposisi aset, serta reputasi Manajer Investasi yang semuanya dijelaskan pada prospektus reksa dana.
Pilih Strategi Investasi yang Paling Sesuai
Untuk mewujudkan tujuan keuangan, ada beberapa strategi investasi yang bisa Anda pilih. Beberapa di antaranya adalah: * Lump Sum: Strategi investasi di mana Anda secara langsung menyetorkan dana dalam jumlah yang besar di satu waktu. * Dollar Cost Averaging (DCA): Strategi berinvestasi secara rutin dengan nominal yang sama, misalnya 1 juta rupiah per bulan.
Lakukan Evaluasi Portofolio secara Berkala
Terakhir, ketika sudah mulai berinvestasi cukup lama, jangan lupa untuk melakukan evaluasi portofolio secara berkala. Misalnya, evaluasi portofolio setiap 6 bulan atau 12 bulan, dan analisis apakah kinerjanya sudah sesuai target atau tidak. Jika tidak, Anda bisa melakukan penyesuaian agar tujuan keuangan bisa diraih sesuai jangka waktu yang telah ditentukan.
Ubah Minat Investasi Reksa Dana Jadi Kunci Wujudkan Tujuan Finansial
Sebagai instrumen investasi yang simpel dan ramah investor pemula, reksa dana bisa menjadi kendaraan untuk mewujudkan tujuan finansial bagi banyak orang. Yang terpenting, Anda perlu memahami cara investasi reksa dana agar bisa meraih tujuan finansial secara optimal. Selain itu, jadikan Cermati Invest sebagai partner perjalanan finansial Anda. Dengan fitur seleksi produk yang lengkap, mewujudkan 7 langkah di atas menjadi jauh lebih mudah dan terukur. Mulailah langkah pertama Anda hari ini, karena waktu adalah aset yang tidak bisa dibeli kembali.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar