7 Emas Bertambah, Basket 3x3 Putri Ciptakan Sejarah

7 Emas Bertambah, Basket 3x3 Putri Ciptakan Sejarah

Sejarah Baru Tim Basket 3x3 Putri Indonesia di SEA Games 2025

Tim basket 3x3 putri Indonesia berhasil menciptakan sejarah dengan meraih medali emas pada ajang SEA Games 2025 Thailand. Kemenangan ini menjadi bukti perjuangan dan kerja keras yang dilakukan oleh para atlet dan pelatih selama beberapa tahun terakhir.

Pertandingan final berlangsung di Stadion Nimibutr, Bangkok, pada Kamis 11 Desember 2025. Tim Indonesia berhasil mengalahkan Thailand dengan skor 20-18. Pertandingan ini sangat sengit, terutama di delapan menit terakhir. Permainan gemilang dari Kimberley Pierre-Louis menjadi kunci keberhasilan Indonesia dalam memimpin pertandingan.

Meskipun sempat unggul jauh 20-14 di 15 detik terakhir, dua kali tembakan pemain Thailand berhasil menipiskan skor menjadi 18-20 di lima detik terakhir. Namun, pertahanan Indonesia yang solid membuat keunggulan dua poin bertahan hingga waktu berakhir.

Manajer tim Indonesia, John Nawawi, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian ini. Ia mengatakan bahwa medali emas ini tidak diraih dengan mudah, tetapi melalui kerja keras semua pihak.

"Perjuangan mereka tidak mudah, tapi dengan pemain-pemain berpengalaman di 3x3. Dua SEA Games berturut-turut kita selalu kepeleset di semifinal dan meraih perunggu, tapi kali ini kita tidak menyia-nyiakan kesempatan final," ujarnya.

Pada SEA Games 2023 Kamboja, timnas basket 3x3 putri hanya membawa pulang perunggu, begitu juga di SEA Games 2021. Capaian ini sesuai dengan target yang ditetapkan oleh Tim Review Kemenpora.

Pundi Emas Indonesia di Hari Kedua SEA Games 2025

Di hari kedua SEA Games 2025, Indonesia berhasil membuka pundi-pundi emas dari cabang olahraga sepeda gunung. Rendy Varera, yang sebelumnya meraih perak, sukses mempersembahkan emas pada nomor mens cross country.

Tampil di lintasan menantang di Khao Kheow Open Zoo, atlet Indonesia itu tampil stabil sejak penyisihan hingga final. Dengan kayuhan yang rapi dan ritme yang terjaga, ia mencatat waktu 47,835 detik dan berhak menempati posisi ketujuh menuju final.

Pada final, Rendy tampil lepas. Dia melesat lebih cepat dari sembilan pebalap lainnya. Rendy finis di posisi terdepan. Zulfikri Zulkifli dari Malaysia meraih perak, disusul Mark Louwel Valderama dari Filipina.

"Sebenarnya target utama saya ada di nomor downhill setelah ini. Tapi di race kali ini saya bermain maksimal. Saya lebih enjoy, tapi tetap habis-habisan," katanya.

Emas Rendy menjadi yang keenam bagi Indonesia. Setelah itu, emas ketujuh datang dari cabang karate nomor +68 kilogram putri. Leica Al Humaira sukses mengalahkan atlet Laos, Konenyvong Souphaphone dengan skor 2-0.

Kano dan Ski Air Slalom Menambah Emas Indonesia

Cabang Kano sukses menambah emas lewat Subhi-Stevani Maysche Ibo di nomor mixed kayak double 200 meter. Dari cabor ski air slalom, Indra Hardinata dan rekan-rekannya berhasil meraih podium teratas dengan skor 280, mengungguli Malaysia (260), dan Thailand (208).

Emas ke-10 dan 11 Indonesia kemarin dipersembahkan dari cabor renang, dengan menyumbang dua medali emas di nomor 50 meter gaya punggung dari Jason Danovan Yusuf dan nomor 50 gaya punggung putri lewat Masniari Wolf. Bagi Jason ini adalah emas keduanya, setelah di hari pertama meraih emas di nomor 100 meter gaya punggung putra.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan