7 fakta mengerikan kasus penipuan WO Ayu Puspita yang menjerat ratusan korban

JAKARTA, aiotrade

Kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh wedding organizer (WO) Ayu Puspita kini menjadi perhatian publik setelah puluhan korban melaporkan kerugian yang mereka alami. Peristiwa ini menimbulkan dampak besar karena merugikan banyak acara dalam waktu bersamaan dan mengganggu jalannya resepsi pernikahan. Korban mengungkapkan bahwa layanan yang seharusnya diberikan tidak terpenuhi pada hari H.

Overbooking dan Tidak Dipenuhinya Layanan pada Hari H

Beberapa korban menemukan bahwa data WO Ayu Puspita menerima beberapa pesanan acara pada hari yang sama. Kondisi ini diduga menyebabkan layanan tidak terpenuhi, terutama di bagian katering. Sebelum menjelaskan kejadian di lokasi, korban menceritakan bahwa acara berlangsung dengan kondisi layanan yang tidak lengkap.

“Jadi dia ada beberapa acara hari Sabtu itu, terus ternyata bermasalah. Katering makanannya enggak datang, cuma ada dekornya,” kata salah satu korban, Tamay (26). Pola ini mirip dengan skema cashflow chaining, yakni pembayaran event terbaru digunakan untuk membiayai event sebelumnya. Unggahan perias pengantin mengenai peristiwa ini juga viral dan memicu banyak pengakuan korban lain. Mereka berkoordinasi melalui grup WhatsApp untuk menyamakan informasi tentang layanan yang tidak terpenuhi.

Dugaan Paket Penawaran yang Menarik Banyak Pasangan

Diskusi antar korban menunjukkan adanya dugaan bahwa WO menawarkan paket serupa yang cukup menggiurkan sehingga menarik banyak pesanan secara bersamaan. Banyaknya pemesanan dalam waktu dekat diduga tidak sebanding dengan kapasitas operasional WO.

Kantor WO Mendadak Sepi dan Aktivitas Terhenti

Warga sekitar mengungkapkan perubahan aktivitas kantor WO setelah laporan para korban semakin banyak. Setelah melihat situasi kantor, saksi menggambarkan perubahan aktivitas harian yang drastis.

“Hari Jumat pagi masih ramai, Sabtu, Minggu dia sudah begitu (enggak ada aktivitas),” kata Azli, Ketua RT lokasi kantor WO Ayu Puspita. Menurut Azli, sejumlah korban sempat mendatangi kantor hingga rumah pemilik WO untuk meminta penjelasan. Ia juga menyebut beberapa korban mengaku mengalami kerugian besar.

“Malam Minggu kemarin jam 22.00 WIB, datang ke rumah saya melaporkan bahwa kena tipu, katering Mbak ADP, gitu kan. Wah itu banyaklah, ada ratusan juta gitu,” kata Azli.

Penggerudukan 200 Orang dan Viral di Media Sosial

Dugaan penipuan yang viral memicu penggerudukan sekitar 200 orang ke rumah pemilik WO di Jakarta Timur pada Minggu (7/12/2025). Para korban mengaku mengalami kerugian dan menuntut WO untuk bertanggung jawab. Tamay menyebut pihak WO tidak memberikan kejelasan ketika dimintai pertanggungjawaban.

“Ini semua sudah di Polres Jakarta Utara. Termasuk owner-nya, semuanya, marketingnya. Mereka berkelit. Pokoknya enggak jelas lah, kami enggak dapat titik terangnya,” kata Tamay.

Laporan Polisi Lintas Wilayah

Banyaknya korban dari daerah berbeda membuat pelaporan dilakukan ke berbagai kantor polisi. Korban dari Cimanggis, Cileungsi, Bogor, hingga Bekasi diarahkan menuju Polda Metro Jaya. Pihak kepolisian menjelaskan bahwa laporan awal memang masuk ke Polsek Cipayung.

“Jadi korbannya ke sini, ke Polsek semua nih, menurut piket. Namun, begitu sampai ini, diarahkan lah karena LP (Laporan Polisi) itu sudah ada yang buat ke Polda Metro,” kata Kanit Reskrim Polsek Cipayung, Iptu Edi Handoko. Ia menambahkan bahwa korban datang dari berbagai daerah.

“Korban-korban yang lain dari Cimanggis, dari Cileungsi, sama dari Bogor, dari Bekasi, datang ke situ. Terus akhirnya dibawa ke sana (Polda),” kata Edi.

WO Dibawa ke Mapolres dan Lima Orang Diamankan

Kepolisian Jakarta Utara menangani laporan inti yang berkaitan dengan dugaan penipuan dan penggelapan biaya resepsi. Puluhan korban terus berdatangan ke polisi untuk melapor. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara menjelaskan pola dugaan penipuan terkait paket pernikahan yang tidak direalisasikan.

“Dia (WO) menawarkan paket pernikahan, pada kenyataannya dia tidak memenuhi ketentuan itu,” kata Kompol Onkoseno Grandiarso. Kapolres Metro Jakarta Utara mengatakan ada lima orang yang diamankan.

“WO ini sudah menerima uang untuk melaksanakan acara pernikahan atau resepsi. Kemudian pada hari H-nya, tidak terlaksana sesuai dengan kesepakatan,” kata Kombes Erick Frendriz. Terkait tindak lanjut hukum, ia menegaskan proses pemeriksaan masih berlangsung.

“Setelah selesai pemeriksaan, tentunya akan dilakukan gelar perkara untuk naik ke penyidikan dan apakah bisa langsung ditetapkan sebagai tersangka,” kata Erick.

Pengakuan Pemilik WO dan Klaim Akan Menjual Aset

Pemilik WO Ayu Puspita menyatakan akan menjual rumah barunya yang dibeli dengan sistem KPR untuk mengembalikan uang klien. Dalam video yang diterima korban, Ayu menjelaskan sumber aset yang akan dijual.

“Cuma saya ada KPR (kredit pemilikan rumah), cuma memang kan di situ, memang di situ saya DP-nya (uang muka) lumayan besar. Nah, itu saya lagi berusaha untuk saya jual. Itu asetnya nanti bisa untuk refund inilah, salah satu usaha saya,” kata Ayu. Ia mengklaim bahwa masalah katering baru terjadi kali ini.

“Makanya itu kemarin benar-benar yang waktu bermasalah, yang masalah katering itu, itu memang baru sekali, untuk masalah katering. Sebelumnya, kami tidak pernah untuk kekurangan katering, malah lebih,” kata Ayu. Pemilik WO juga mengungkapkan bahwa operasional selama ini mengandalkan pendapatan dari penjualan paket serta pameran.

“Kalau sebelumnya memang, eh apa namanya untuk pembayaran-pembayaran berikutnya, itu memang kan saya juga dari penjualan lagi. Dan juga dari seperti ada pameran masuk. Nah, memang kalau saat ini makanya memang saya agak kesulitan karena memang brand-nya seperti ini sekarang,” kata Ayu.

Sebelumnya, 87 orang telah melaporkan WO Ayu Puspita ke Polres Metro Jakarta Utara. Kasus terus berkembang karena korban baru berdatangan setelah laporan viral di media sosial. Pemeriksaan kepolisian masih berjalan untuk menentukan status hukum para terlapor dan memastikan kerugian para korban dapat diusut hingga tuntas.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan