7 Hal Penting tentang Superflu


Superflu kini menjadi topik yang sering dibicarakan dalam berbagai ruang publik. Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa influenza A subclade K telah terdeteksi di Indonesia, dengan setidaknya 62 kasus yang dilaporkan dari delapan provinsi. Berikut tujuh hal penting yang perlu diketahui mengenai penyakit ini:

Apa Itu Superflu?

Pertama, Superflu yang saat ini banyak dibicarakan sebenarnya adalah penyakit flu akibat virus influenza A H3N2 subclade K. Virus ini sudah ada sejak beberapa waktu lalu, dan menurut pakar kesehatan Tjandra Yoga Aditama, peningkatan kasus di Jepang, Kanada, dan Amerika pada Oktober lalu juga disebabkan oleh virus H3N2. Ia bahkan menduga kasus serupa juga terjadi di Malaysia dan Thailand.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa pada tahun 1968, pernah terjadi peningkatan kasus flu global yang disebabkan oleh virus influenza A H3N2, meskipun pada masa itu belum ada subclade K.

Mutasi dan Penyebaran Virus

Kedua, virus H3N2 subclade K yang dikenal sebagai Superflu saat ini telah mengalami 7 kali mutasi. WHO menyatakan bahwa virus ini menyebar dengan cepat dan mendominasi beberapa negara di belahan bumi utara sejak November 2025.

Situasi di Amerika Serikat

Ketiga, informasi terakhir per 30 Desember 2025 menunjukkan bahwa influenza di Amerika Serikat berada dalam kategori tinggi atau sangat tinggi di 32 negara bagian. Angka ini meningkat dari 17 negara bagian pada minggu sebelumnya. Jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit juga meningkat menjadi 19.053 dari 9.944. CDC melaporkan sekitar 3.100 orang meninggal akibat influenza pada musim ini. Dalam satu minggu, jumlah kematian pada anak meningkat menjadi 5 dari 3 kematian seminggu sebelumnya.

Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar penyebab flu adalah virus H3N2, termasuk kemungkinan subclade K.

Langkah Pencegahan

Keempat, Tjandra Yoga menyarankan tiga langkah untuk mencegah penularan flu. Pertama, jika ada gejala seperti flu, sebaiknya menjaga kondisi tubuh, menggunakan masker, dan istirahat jika diperlukan. Kedua, berkonsultasi ke petugas kesehatan jika gejala memburuk atau terdapat kelompok orang dengan gejala serupa. Terakhir, vaksinasi flu dapat diberikan kepada lansia atau penderita komorbid berat.

Peran Pemerintah

Kelima, Tjandra Yoga menilai perlu adanya sosialisasi yang lebih luas mengenai perkembangan virus influenza H3N2 subclade K di berbagai daerah di Indonesia. Ia juga menyarankan pengawasan khusus di daerah yang sedang menghadapi bencana, seperti di Sumatera, agar tidak sampai terjadi penyebaran Superflu.

Potensi Pandemi

Keenam, Tjandra Yoga menyatakan bahwa Superflu saat ini hanya akan menyebabkan gelombang penyakit flu yang lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Saat ini, kasus Superflu belum menunjukkan tanda-tanda menuju pandemi.

Faktor-Faktor yang Menentukan Pandemi

Terakhir, Tjandra Yoga menjelaskan tiga faktor yang menentukan apakah jenis flu ini bisa menjadi pandemi. Pertama, apakah akan terjadi mutasi signifikan yang membuat H3N2 "benar-benar" baru seperti H1N1 pada 2009. Kedua, apakah penularan dan keparahan penyakit akan meningkat secara tajam. Ketiga, apakah penularan antar negara akan terjadi secara luas.

Kementerian Kesehatan menilai situasi penyakit influenza akibat virus influenza A H3N2 subclade K atau Superflu di Indonesia masih terkendali. Direktur Penyakit Menular Kemenkes Prima Yosephine mengatakan bahwa varian virus influenza A(H3) saat ini merupakan dominan, namun tren kasus nasional menurun dalam dua bulan terakhir.

Dede Leni Mardianti berkontribusi dalam artikel ini.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan