
nurulamin.proGanda putra Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, kembali belum beruntung untuk bisa meraih gelar pertama pada turnamen BWF World Tour Super 1000.
Terkini Aaron Chia/Soh Wooi Yik kalah dari ganda putra Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae, pada final Malaysia Open 2026.
Pasangan nomor dua dunia itu kalah via rubber game dengan skor 15-21, 21-12, 18-21 dalam laga di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (12/1/2026).
Chia/Soh pun belum berhasil mengakhiri puasa gelar wakil Negeri Jiran di turnamen bulu tangkis terbesar mereka.
Terakhir kali titel dari tuan rumah diraih pada edisi tahun 2018 lewat tunggal putra, Lee Chong Wei, yang sudah pensiun.
"Menurut saya, dari segi performa, kami sudah memberikan yang terbaik," kata Aaron Chia, dilansir nurulamin.prodariTheStar.
"Dukungan dari para penggemar memberi kami motivasi untuk mengejar pasangan Korea pada game ketiga setelah kami tertinggal."
"Bermain di kandang sendiri memberi kami keyakinan untuk berjuang untuk setiap poin."
"Jika melihat kembali pertandingan terakhir kami melawan mereka di Singapore Open tahun lalu, kami tidak terlalu jauh tertinggal."
"Perbedaannya adalah pada momen-momen kritis, mereka tetap lebih tenang," kata Chia melanjutkan.
Di sisi lain, kekalahan membuat ganda putra terbaik Malaysia itu masih harus lapang dada menerima kegagalan lainnya.
Mereka masih belum dapat meraih gelar ajang World Tour Super 1000, level tertinggi dari turnamen bulu tangkis terbuka.
Chia/Soh selalu gagal juara meski sudah tujuh kali lolos ke final Super 1000 sejak tahun 2019.
Ganda putra Indonesia paling sering menggagalkan juara Chia/Soh dengan tiga pasangan yang berbeda.
Final Super 1000 pertama Chia/Soh di All England Open 2019 berakhir dengan kekalahan dari duet veteran, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.
Mereka kalah lagi dari wakil Indonesia di final All England Open pada 2024 dengan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto sebagai pemberi mimpi buruk.
Terakhir sebelum Malaysia Open kemarin, Chia/Soh tak berkutik di hadapan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di final China Open 2025.
Rekam jejak Chia/Soh di laga besar memang kurang mentereng.
Menjadi ganda putra top dunia sejak 2019, mereka baru pecah telur di semua level World Tour empat tahun berselang.
Uniknya, kesuksesan Chia/Soh justru terjadi lebih dulu di ajang mayor, tepatnya saat mereka menjadi Juara Dunia pada 2022.
Chia/Soh juga konsisten meraih medali di Olimpiade walau warnanya selalu perunggu dalam dua kesempatan pada Tokyo 2020 dan Paris 2024.
Di ajang-ajang mayor ini, pencapaian Chia/Soh ironisnya melampaui prestasi semua ganda putra Indonesia dalam rentang waktu yang sama.
Chia/Soh pun menolak untuk patah arang setelah kegagalan terkini.
"Ini berarti kami memiliki hal yang perlu diperbaiki. Kami memiliki tujuan untuk melangkah lebih jauh," kata Soh Wooi Yik.
"Saya yakin sesuatu akan datang kepada kami."
"Kami tetap konsisten dalam kerja dan kemajuan kami, dan saya harap kami dapat memberikan sesuatu yang baik untuk Malaysia," ujarnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar