8,6 Juta Orang Berkunjung ke Jateng Saat Nataru


nurulamin.pro, SEMARANG - Pada momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2025, jumlah penduduk yang masuk ke wilayah Jawa Tengah mencapai lebih dari 8 juta orang. Menurut data yang diungkapkan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, pada periode 20 hingga 31 Desember 2025, sebanyak 8,6 juta masyarakat memilih untuk berkunjung ke wilayah ini.

Luthfi menyebut bahwa Jawa Tengah menjadi tujuan utama bagi para pemudik. Angka tersebut nyaris mendekati prediksi Kementerian Perhubungan yang memperkirakan ada sekitar 8,7 juta masyarakat yang bergerak di wilayah Jawa Tengah selama masa liburan.

Untuk menghadapi tingginya mobilitas penduduk, pihak keamanan melakukan langkah-langkah pengamanan yang cukup ketat. Sebanyak 10.112 personel TNI dan Polri, ditambah tambahan dari Satpol PP dikerahkan untuk menjaga keamanan. Mereka tersebar di pos terpadu, pos pelayanan, serta pos pengamanan. Selain itu, penjagaan juga dilakukan di gereja-gereja, objek wisata, dan jalur-jalur rawan kemacetan.

Dalam hal pantauan malam pergantian tahun baru, sebanyak 17 kabupaten/kota di Jawa Tengah menyelenggarakan car free night (CFN) pada malam pergantian tahun. Perayaan tahun baru juga digelar di 101 titik di wilayah provinsi tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kapolda dan Pangdam serta seluruh stakeholder yang telah memberikan pelayanan masyarakat selama libur Nataru. Semoga Jawa Tengah tetap kondusif agar semua kegiatan berjalan lancar,” ujar Luthfi.

Selain itu, Luthfi juga menyampaikan bahwa sebanyak 1.400 desa tanggap bencana telah disiapkan untuk mengantisipasi curah hujan tinggi selama Nataru. Hal ini dilakukan berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

“Kami melakukan persiapan ini berdasarkan pengalaman kejadian di Cilacap dan Banjarnegara. Sampai saat ini tidak ada kejadian menonjol terkait bencana longsor dan banjir. Kemarin kami juga sudah lakukan pengecekan bersama Kapolda terkait kejadian yang viral di Guci, Kabupaten Tegal, yang sekarang sudah membaik,” katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dilarang menggunakan kendaraan dinas selama libur Nataru.

“Secara ketentuan sudah ada aturannya, bahwa di luar kedinasan tidak boleh menggunakan kendaraan plat merah. Seharusnya sudah dipahami oleh teman-teman,” kata Sumarno pada Selasa (30/12/2025) lalu.

Langkah-Langkah Pengamanan yang Dilakukan

  • Penempatan personel TNI dan Polri di berbagai titik strategis seperti pos terpadu, pos pelayanan, dan pos pengamanan.
  • Peningkatan pengawasan di tempat ibadah, objek wisata, dan jalur-jalur rawan kemacetan.
  • Kerja sama dengan berbagai stakeholder untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama libur Nataru.

Kesiapan Menghadapi Bencana

  • Penyediaan 1.400 desa tanggap bencana sebagai upaya antisipasi curah hujan tinggi.
  • Pemantauan terhadap situasi cuaca dan potensi bencana seperti banjir dan longsor.
  • Pengecekan langsung oleh Gubernur bersama Kapolda terkait kejadian viral di Guci, Kabupaten Tegal.

Larangan Penggunaan Kendaraan Dinas

  • ASN dilarang menggunakan kendaraan dinas selama masa libur Nataru.
  • Aturan ini sudah diatur secara ketentuan dan diharapkan dapat dipahami oleh seluruh pegawai.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan