Agen Israel 'main' di kerusuhan Iran, parlemen perintah siap tempur incar pangkalan militer AS di Ti

Agen Israel 'main' di kerusuhan Iran, parlemen perintah siap tempur incar pangkalan militer AS di Timur Tengah

JAKARTA KOTA - Ketua parlemen Iran, Mohammad Ghalibaf, akan menargetkan pasukan AS di Timur Tengah jika Washington campur tangan lebih jauh dalam protes massal yang sedang berlangsung di negara tersebut.

Ghalibaf juga menyebut agen-agen Israel berupaya memprovokasi protes yang sah menjadi perang kota yang penuh kekerasan.

Ketua parlemen Iran mencatat pasukannya bisa membedakan antara demonstran dan tentara bayaran asing. Iran, kata dia, tidak akan pernah memperlakukan rakyatnya sendiri dengan buruk.

Israel secara terbuka mendukung kerusuhan tersebut. Badan intelijen Mossad telah mengakui operasi yang dilakukan di Republik Islam Iran.

Teheran juga memperingatkan intervensi apa pun terhadap keamanan Iran akan diikuti dengan "tanggapan yang akan disesali."

Pernyataan Ghalibaf disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Amerika "siap siaga" dan dapat menyerang Iran kapan saja.

Demonstrasi besar-besaran dimulai akhir Desember ketika para pedagang di Teheran mogok massal setelah mata uang nasional, Rial, mencapai titik terendah sepanjang sejarah.

Protes tersebut dengan cepat menyebar ke kota-kota lain dan berubah menjadi aksi politik dan kekerasan brutal.

"Presiden Amerika yang tidak sopan itu harus tahu bahwa semua pusat dan pasukan AS di seluruh wilayah akan menjadi target yang sah bagi kami sebagai tanggapan terhadap potensi serangan apa pun,” kata Ghalibaf dalam pernyataan di X pada Jumat, 2 Januari 2026.

Aksi protes di Iran kali ini merupakan yang paling intens sejak 2022, ketika Mahsa Amini, wanita 22 tahun yang dituduh mengenakan hijab secara tidak benar, meninggal dunia saat berada dalam tahanan polisi.

Insiden tersebut memicu kerusuhan kekerasan selama berminggu-minggu, mengakibatkan lebih dari 200 kematian di seluruh Iran dengan ribuan penangkapan.

Kini, video yang beredar di media sosial menunjukkan massa menyerang gedung pemerintah dan fasilitas yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Korban dilaporkan dari para demonstran dan pasukan keamanan.

Trump sebelumnya memperingatkan Washington dapat campur tangan jika Iran menembak dan membunuh secara brutal para demonstran yang beraksi dengan damai. (*)

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan