
Pernyataan Ketua Parlemen Iran Terkait Kekerasan di Negara Ini
Ketua parlemen Iran, Mohammad Ghalibaf, menyampaikan pernyataan tegas terkait situasi yang sedang berlangsung di negaranya. Ia menegaskan bahwa jika pihak AS melakukan campur tangan lebih jauh dalam protes massal yang sedang berlangsung, maka pasukan Amerika akan menjadi target utama.
Ghalibaf juga mengungkapkan bahwa agen-agen Israel sedang berupaya memprovokasi demonstrasi yang sah menjadi perang kota yang penuh kekerasan. Menurutnya, pasukan Iran mampu membedakan antara demonstran dan tentara bayaran asing. Ia menekankan bahwa Iran tidak akan pernah memperlakukan rakyatnya sendiri dengan buruk.
Peran Israel dalam Kerusuhan
Israel secara terbuka mendukung kerusuhan tersebut. Badan intelijen Mossad telah mengakui operasi yang dilakukan di Republik Islam Iran. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi dari pihak luar tidak hanya terbatas pada pengawasan, tetapi juga aktif dalam memperburuk situasi.
Teheran juga memperingatkan bahwa setiap intervensi apa pun terhadap keamanan Iran akan diikuti dengan "tanggapan yang akan disesali." Pernyataan ini dikeluarkan setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Amerika "siap siaga" dan dapat menyerang Iran kapan saja.
Awal Demonstrasi yang Menggelegar
Demonstrasi besar-besaran dimulai akhir Desember ketika para pedagang di Teheran mogok massal setelah mata uang nasional, Rial, mencapai titik terendah sepanjang sejarah. Protes tersebut dengan cepat menyebar ke kota-kota lain dan berubah menjadi aksi politik dan kekerasan brutal.
"Presiden Amerika yang tidak sopan itu harus tahu bahwa semua pusat dan pasukan AS di seluruh wilayah akan menjadi target yang sah bagi kami sebagai tanggapan terhadap potensi serangan apa pun," kata Ghalibaf dalam pernyataan di X pada Jumat, 2 Januari 2026.
Sejarah Kekerasan di Iran
Aksi protes di Iran kali ini merupakan yang paling intens sejak 2022, ketika Mahsa Amini, wanita 22 tahun yang dituduh mengenakan hijab secara tidak benar, meninggal dunia saat berada dalam tahanan polisi. Insiden tersebut memicu kerusuhan kekerasan selama berminggu-minggu, mengakibatkan lebih dari 200 kematian di seluruh Iran dengan ribuan penangkapan.
Kini, video yang beredar di media sosial menunjukkan massa menyerang gedung pemerintah dan fasilitas yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Korban dilaporkan dari para demonstran dan pasukan keamanan.
Ancaman dari Pihak AS
Trump sebelumnya memperingatkan Washington dapat campur tangan jika Iran menembak dan membunuh secara brutal para demonstran yang beraksi dengan damai. Meski begitu, pernyataan Ghalibaf menunjukkan bahwa Iran tidak akan ragu untuk merespons dengan tindakan keras jika dianggap terancam.
Situasi yang Memanas
Situasi di Iran terus memanas, dengan berbagai pihak saling melemparkan ancaman. Masyarakat dan pejabat pemerintah saling bersaing dalam menyampaikan pernyataan yang menunjukkan ketegangan tinggi. Dalam situasi seperti ini, penting bagi semua pihak untuk mencari solusi damai agar tidak semakin memperburuk kondisi.
Dalam konteks ini, beberapa gambar yang beredar di media sosial menunjukkan eskalasi konflik yang terjadi. Gambar-gambar tersebut menampilkan adegan kekerasan yang terjadi di berbagai tempat, termasuk serangan terhadap bangunan pemerintah dan fasilitas milik IRGC.
Selain itu, ada juga foto-foto yang menunjukkan para demonstran yang berusaha melawan pasukan keamanan. Gambar-gambar ini memberikan wajah nyata dari kekerasan yang terjadi di tengah masyarakat.
Beberapa video yang beredar menunjukkan reaksi masyarakat terhadap situasi yang sedang berlangsung. Video-video ini menjadi bukti bahwa protes yang awalnya damai berubah menjadi bentuk perlawanan yang lebih keras.
Banyak orang mulai khawatir tentang masa depan Iran. Dengan ancaman dari pihak luar dan konflik internal yang terus berlangsung, banyak yang merasa takut dan tidak aman. Kondisi ini bisa memengaruhi stabilitas negara secara keseluruhan.
Di tengah situasi yang semakin memanas, penting bagi masyarakat untuk tetap tenang dan mencari solusi yang bisa mengakhiri konflik. Semua pihak harus bekerja sama untuk menjaga perdamaian dan keamanan di negara ini.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar