Ahli Energi UI Minta Pertamina Tetap Kuat di Sektor Hulu, Ini Alasannya

Ahli Energi UI Minta Pertamina Tetap Kuat di Sektor Hulu, Ini Alasannya

Peran Sektor Hulu dalam Menjaga Ketahanan Energi Nasional

Sektor hulu energi memainkan peran penting dalam menjaga ketahanan energi nasional. Hal ini disampaikan oleh pakar ketahanan energi dari Universitas Indonesia (UI), Ali Ahmudi, yang menilai bahwa dominasi sektor hulu Pertamina berkontribusi besar dalam mendukung stabilitas pasokan energi di Indonesia.

Menurut Ali, penguatan sektor hulu sangat diperlukan untuk memastikan ketersediaan sumber energi sebagai salah satu pilar utama ketahanan energi. Ia juga menyatakan bahwa kompetisi global menunjukkan bahwa kinerja sektor hulu mampu bersaing dengan perusahaan migas asing maupun swasta nasional.

Kehadiran Anak Perusahaan Pertamina Hulu Energi

Beberapa anak perusahaan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) berhasil masuk ke dalam daftar 10 perusahaan penghasil minyak terbesar di Indonesia. Keberhasilan ini mendapat respons positif dari para ahli dan kalangan industri. Ali Ahmudi menilai bahwa tren ini menjadi tanda baik bagi pengembangan sektor hulu yang semakin kuat.

“Ya jelas (menopang ketahanan energi). Dan ini adalah perkembangan dan tren yang bagus,” ujar Ali kepada media. Ia menekankan bahwa penguatan sektor hulu harus dipertahankan dan ditingkatkan, mengingat pentingnya peran sektor ini dalam menjaga kestabilan pasokan energi.

Kesiapan dan Kompetensi Sektor Hulu

Ali menegaskan bahwa kualitas sektor hulu Pertamina saat ini sudah cukup baik. Hal ini menunjukkan bahwa langkah-langkah strategis dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja sektor hulu lebih lanjut. Salah satu pilar utama ketahanan energi adalah ketersediaan sumber energi, sehingga peningkatan produksi migas sangat diperlukan.

Selain itu, PHE juga telah berhasil menemukan banyak blok migas baru yang memiliki cadangan cukup besar. Ini menjadi bukti bahwa upaya penguatan sektor hulu Pertamina tidak hanya tepat, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pasokan energi nasional.

Contoh Perusahaan Migas Internasional

Ali mencontohkan perusahaan-perusahaan migas kelas dunia seperti Saudi Aramco, Total, dan Exxon Mobil, yang semua fokus pada penguatan sektor hulu. Menurutnya, kehormatan dari perusahaan migas tersebut berada di sektor hulu, karena inilah yang menjadi sumber utama produksi minyak dan gas.

“Grade A -nya adalah hulu. Jadi melalui produksi crude oil maupun gas. Jadi sudah benar jika Pertamina melalui PHE ingin fokus dan memperkuat sektor hulu. Karena kekuatan utama memang di hulu,” jelas Ali.

Pentingnya Peningkatan Kinerja

Ali menyarankan agar Pertamina Hulu Energi terus meningkatkan kinerja, baik dalam hal eksplorasi maupun eksploitasi. Di tengah upaya menahan laju penurunan produksi migas alami (natural decline), peningkatan kinerja menjadi kunci untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Ia berharap Pertamina dapat semakin berkontribusi dalam menjaga ketahanan energi, sesuai dengan cita-cita pemerintah untuk mencapai swasembada energi.

Capaian Produksi Minyak Nasional

Sebelumnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyampaikan capaian positif produksi minyak nasional jelang akhir 2025. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyebutkan bahwa per 10 November 2025, produksi minyak dalam negeri tercatat telah mencapai 606,02 ribu barel per hari (bph).

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI (12/11/2025), Djoko memaparkan bahwa setidaknya terdapat sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) besar yang berkontribusi pada capaian produksi minyak nasional.

Daftar KKKS Terbesar

Berdasarkan data SKK Migas, dari 10 KKKS dengan produksi minyak terbesar per 10 November 2025, tujuh di antaranya merupakan anak perusahaan Pertamina Hulu Energi (PHE). Berikut adalah daftar perusahaan tersebut:

  • Exxon Mobil Cepu Ltd (PI Pertamina 45 persen): 153.900 bph
  • Pertamina Hulu Rokan: 151.02 bph
  • Pertamina EP: 68.497 bph
  • Pertamina Hulu Energi ONWJ: 25.501 bph
  • Pertamina Hulu Mahakam: 23.639 bph
  • Pertamina Hulu Energi OSES: 17.177 bph
  • Pertamina Hulu Sanga-Sanga: 13.105 bph

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan