
Harga Perak Mencapai Rekor Tertinggi
Harga perak mencapai rekor tertinggi dalam beberapa waktu terakhir, didorong oleh berbagai faktor ekonomi dan permintaan dari sektor industri. Pada awal bulan Desember 2025, harga perak melampaui 60 dolar AS per ons di pasar spot, yang merupakan pertama kalinya dalam sejarah. Hal ini terjadi menjelang perkiraan penurunan suku bunga oleh bank sentral AS Federal Reserve.
Selain itu, permintaan tinggi dari industri teknologi terhadap logam mulia tersebut juga menjadi salah satu pendorong utama kenaikan harga perak. Logam ini digunakan dalam berbagai produk elektronik dan komponen teknologi modern, seperti kendaraan listrik (EV) dan panel surya. Dengan meningkatnya penggunaan EV, permintaan akan perak semakin meningkat, sementara pasokan tidak dapat dipenuhi secara cepat karena sebagian besar produksi perak merupakan hasil samping dari tambang logam lain.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Perak
Pergerakan harga perak juga dipengaruhi oleh kebijakan moneter AS. Bank sentral AS diperkirakan akan memangkas suku bunga utamanya sebesar seperempat poin persentase pada Rabu waktu setempat. Ketika suku bunga turun, para investor cenderung memindahkan uang mereka ke aset yang dianggap sebagai penyimpan nilai, seperti emas dan perak.
Yeow Hwee Chua dari Nanyang Technological University (NTU) menjelaskan bahwa ketika suku bunga dipangkas, manfaat menyimpan uang tunai di bank atau membeli obligasi jangka pendek menurun. Hal ini menggeser permintaan ke arah aset yang lebih stabil, termasuk perak.
Selain itu, melemahnya dollar AS juga berkontribusi pada kenaikan harga perak. Investor cenderung memilih logam mulia sebagai bentuk perlindungan terhadap inflasi dan volatilitas mata uang.
Emas dan Perak: Keduanya Mengalami Kenaikan
Sementara perak mencapai rekor tertinggi, harga emas juga mengalami kenaikan. Emas telah mencatat rekor baru dengan harga melampaui 4.000 dolar AS per ons untuk pertama kalinya. Kenaikan harga emas disebabkan oleh kekhawatiran tentang dampak tarif AS dan prospek ekonomi global.
Analis OCBC, Christopher Wong, mengatakan bahwa kenaikan harga perak bisa dianggap sebagai "efek limpahan" dari lonjakan nilai emas. Investor mencari alternatif yang lebih murah namun tetap memiliki nilai investasi yang tinggi.
Permintaan Industri Teknologi yang Tinggi
Permintaan kuat dari industri teknologi juga menjadi salah satu alasan kenaikan harga perak. Perak memiliki konduktivitas listrik yang lebih baik dibandingkan emas atau tembaga, sehingga sangat diminati dalam produksi kendaraan listrik dan panel surya. Dengan meningkatnya penjualan EV, permintaan akan perak diperkirakan akan terus meningkat.
Namun, sulit untuk meningkatkan pasokan perak secara cepat karena sebagian besar produksi global merupakan produk sampingan dari tambang logam lain seperti timbal, tembaga, atau emas. Hal ini membuat pasokan perak tidak dapat mengimbangi permintaan yang meningkat.
Kekhawatiran Tarif dan Penimbunan Perak
Kekhawatiran akan potensi tarif yang diberlakukan oleh pemerintah AS juga turut memengaruhi harga perak. Beberapa ahli mengatakan bahwa tarif dapat memicu penimbunan perak di AS, yang berdampak pada kekurangan di negara-negara lain.
AS mengimpor sekitar dua pertiga peraknya, yang digunakan untuk manufaktur, perhiasan, dan investasi. Para produsen berlomba-lomba untuk mengamankan pasokan guna mencegah gangguan operasional. Hal ini membantu mendorong harga perak di pasar global.
Prediksi Harga Perak di Masa Depan
Ahli ekonomi memperkirakan bahwa harga perak akan tetap tinggi dalam beberapa bulan mendatang. Kosmas Marinakis dari Singapore Management University menyatakan bahwa kinerja perak tahun ini sangat baik, bahkan melebihi logam mulia lainnya seperti emas. Ia menilai bahwa permintaan yang kuat dan keterbatasan pasokan akan terus mendukung harga perak di tingkat tinggi.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar