
berita
- Percepatan teknologi kecerdasan buatan (AI) diprediksi akan mengubah secara drastis strategi pemasaran digital di Indonesia pada 2026. Di tengah biaya iklan yang terus naik, konsumen yang makin kritis, dan dinamika industri yang bergerak cepat, pelaku bisnis dituntut menemukan cara baru untuk mempertahankan pertumbuhan.
Situasi ini mendorong meningkatnya kebutuhan akan wawasan strategis, keterampilan digital yang relevan, serta ruang kolaborasi yang mampu menjawab tantangan zaman. Menjawab perubahan tersebut, Indonesia Digital Marketing Conference (IDMC) 2026 akan kembali digelar sebagai salah satu forum terbesar bagi pemilik bisnis, profesional pemasaran, dan praktisi teknologi untuk memahami arah baru pemasaran digital yang dijadwalkan berlangsung pada 2425 April 2026 di Jakarta.
Situasi Pemasaran yang Berubah Cepat: AI dan Komunitas Jadi Fokus Utama
Dalam beberapa tahun terakhir, pola pemasaran tradisional semakin kehilangan efektivitas. Konsumen kini tidak hanya menilai produk, tetapi juga nilai, hubungan, dan pengalaman yang diberikan sebuah brand. Hal ini membuat pendekatan pemasaran berbasis komunitas dan teknologi menjadi semakin penting.
CEO toffeedev sekaligus Founder IDMC, Ryan Kristo Muljono, menyebut bahwa bisnis modern tidak lagi bisa bergantung pada promosi semata.
"Tantangan terbesar kita hari ini adalah bagaimana membangun komunitas pelanggan yang loyal. Community adalah kekuatan baru marketing, komunitas yang memahami, mendukung, dan mempercayai brand. Untuk membangunnya diperlukan branding yang kuat, storytelling yang tepat, dan strategi digital yang terarah," ujar dia melalui keterangannya, Jumat (12/12).
Menurut Ryan, IDMC 2026 dirancang sebagai ruang pembelajaran komprehensif bagi pelaku bisnis agar dapat mengejar ketertinggalan sekaligus memanfaatkan momentum pertumbuhan di era digital yang semakin kompetitif. Dengan target lebih dari 5.000 peserta, tahun ini IDMC diprediksi akan menjadi penyelenggaraan terbesar sejak pertama kali digelar. Peserta terdiri dari pemilik bisnis, tim pemasaran, profesional teknologi, hingga pegiat digital yang ingin meningkatkan kapasitas dan memahami tren industri terbaru.
Daftar Pembicara dan Materi yang Menarik
Sebanyak 50 pembicara, termasuk 26 ahli marketing dan sales, akan mengisi sesi-sesi utama dengan materi yang berfokus pada strategi masa depan. Beberapa di antaranya adalah Peng Joon (CEO & Founder Smobble), Ryan Kristo Muljono, Adythia Pratama (Founder Guerilla Marketing Academy), serta mystery guest dari Google yang disebut akan mengungkap tren teknologi dan perubahan algoritma digital pada 2026.
Mengangkat tema The New Game of Digital Marketing, IDMC 2026 menempatkan AI Commerce sebagai salah satu sorotan utama. Melalui dukungan SVO.ai, peserta akan melihat bagaimana teknologi AI mampu menyederhanakan proses jualan online secara end-to-end. Teknologi ini mencakup otomasi pembuatan konten, optimasi iklan, AI chatbot, hingga AI CRM yang membantu bisnis membangun hubungan berkelanjutan dengan pelanggan. Pendekatan ini dinilai makin relevan mengingat banyak bisnis kini mencari cara berjualan yang lebih efisien, terukur, dan berpeluang menjangkau pasar global.
Ryan menyebut bahwa konferensi tahun ini tidak hanya menghadirkan inspirasi, tetapi juga panduan praktis.
"Kami ingin peserta pulang dengan kejelasan strategi dan rencana aksi nyata. Dunia digital bergerak cepat, dan mereka yang memiliki arah jelas akan menjadi pemenangnya," lanjutnya.
Expo Teknologi Pemasaran yang Menarik
Selain konferensi, IDMC 2026 juga akan menghadirkan Marketing Technology Expo yang diikuti sekitar 80 perusahaan teknologi, platform digital, dan penyedia solusi pemasaran. Melalui expo ini, peserta dapat menjelajahi inovasi yang sedang berkembang, mulai dari tools automation, platform data, solusi CRM, teknologi AI marketing, hingga perangkat digital untuk mengukur kinerja kampanye.
Expo ini diklaim bisa menjadi ruang bagi bisnis untuk menemukan solusi yang dapat langsung diterapkan sekaligus memperluas jaringan dengan pelaku industri lain melalui sesi networking dan business matchmaking.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar