
Peran Airlangga Hartarto dalam Kepemimpinan Ekonomi Global
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, baru-baru ini menerima penghargaan bergengsi bernama BIG 40 Awards. Penghargaan ini diberikan dalam rangka HUT ke-40 Bisnis Indonesia Group yang diadakan pada gelaran BIG Conference 2025. BIG 40 Awards diberikan kepada 40 tokoh nasional yang dinilai memiliki kontribusi besar bagi dunia bisnis dan ekonomi serta kehidupan masyarakat Indonesia.
Airlangga dinilai berhasil menempatkan Indonesia pada posisi strategis di kancah global. Sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, ia tidak hanya memimpin dan mengoordinasikan Presidensi G20 Indonesia, tetapi juga meratifikasi perjanjian dagang strategis seperti IEU-CEPA untuk membuka akses pasar global. Selain itu, ia menerapkan strategi pemulihan yang terukur di dalam negeri.
Keberhasilannya mengoordinasikan berbagai sektor memastikan fondasi ekonomi nasional tetap tangguh, adaptif, dan kompetitif di tengah gejolak global. Hal ini mencerminkan kepemimpinan yang visioner dalam membangun ketahanan dan konektivitas ekonomi jangka panjang.
Latar Belakang dan Pendidikan
Airlangga lahir pada 1 Oktober 1962. Ia adalah putra dari Hartini Soekardi. Ayahnya, Hartarto, pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian pada Kabinet Pembangunan IV dan V. Selain itu, ia juga merupakan keturunan Kiai Ageng Gribig dan keturunan dari seorang wartawan dan pejuang kemerdekaan Republik Indonesia, R.H. Didi Sukardi.
Dalam rekam jejak pendidikannya, Airlangga menempuh pendidikan menengah akhir di SMA Kanisius pada 1981. Setelah itu, ia melanjutkan studinya ke Universitas Gadjah Mada dengan jurusan Teknik Mesin dan lulus pada 1987. Ia kemudian melanjutkan pendidikan masternya di Universitas Monash dan mendapatkan gelar MBA pada 1996. Tahun berikutnya, ia juga mendapat gelar Master of Management Technology dari Universitas Melbourne.
Kiprah di Dunia Organisasi dan Karier
Di bangku pendidikan, Airlangga dikenal sebagai sosok yang aktif dalam organisasi. Saat SMA, ia menjadi Wakil Ketua Osis dari SMA Kanisius. Kemudian saat berkuliah, dia dipilih menjadi Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Teknik UGM dan juga pernah menjadi Ketua Barisan Muda KOSGORO 1957.
Sebelum menjadi menteri pada Kabinet Indonesia Maju, Airlangga Hartarto pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla pada 2016—2019. Pada 4 Desember 2019, ia menjadi Ketua Umum Partai Golkar ke-11 dan menggantikan Setya Novanto.
Riwayat Pekerjaan
Dalam riwayat pekerjaannya, Airlangga sempat menjadi Presiden Komisaris PT Fajar Surya Wisesa Tbk (1987). Kemudian, ia menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Ciptadana Sekuritas (1994). Selanjutnya, ia pernah menjadi Presiden Direktur PT Bisma Narendra (1994) dan Komisaris PT Sorini Corporation Tbk (2004). Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) (2006—2009).
Selain itu, Airlangga terdaftar sebagai Anggota Majelis Wali Amanah, Universitas Gadjah Mada dalam dua periode hingga 2012. Ia juga pernah menjadi Anggota DPR RI (2004—2009) dan (2009—2014).
Kiprah di Berbagai Jabatan
Nama Airlangga semakin cerah saat menjabat sebagai Menteri Perindustrian Indonesia (2018—2019) dan Ketua Umum Partai Golkar (2017—2023) serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Kiprahnya dalam berbagai jabatan tersebut menunjukkan dedikasi dan kompetensinya dalam memimpin sektor perekonomian Indonesia.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar