
Pengalaman Menjadi Saksi Perkawinan
Pada pertengahan Desember 2025, ada tiga keluarga yang mengundang saya dan istri untuk hadir dalam pesta keluarga. Dua dari keluarga tersebut mengadakan perayaan ulang tahun perkawinan yang telah berjalan selama 25 tahun. Salah satu pasangan yang merayakan hari spesial ini adalah Philip dan Sila, yang merupakan pasangan asal Prancis dan Indonesia. Sementara itu, satu keluarga lainnya mengundang kami dalam pesta pernikahan putrinya.
Ketiga keluarga ini sebelumnya pernah melangsungkan pernikahan di gereja dan catatan sipil. Saat itu, saya dan istri menjadi saksi bagi mereka. Sebelum upacara pernikahan dimulai, kami juga memberikan pembekalan iman kepada pasangan-pasangan tersebut tentang bagaimana menjalani kehidupan berkeluarga sebagai umat pilihan Allah Yang Maha Kasih.
Di awal tahun 2026, saya dan istri kembali menjadi saksi dalam pernikahan dua calon mempelai yang sebelumnya telah kami bimbing selama kurang lebih dua tahun. Pemberkatan perkawinan dilaksanakan di Gereja Katedral Ijen, Malang, pada pagi hari tadi, Sabtu, 3 Januari 2026. Acara tersebut berlangsung dengan penuh maknanya dan menunjukkan komitmen kedua pasangan dalam menjalani kehidupan bersama.
Selama tiga puluh tahun terakhir, saya dan istri sudah sebanyak dua belas kali menjadi saksi perkawinan. Meskipun pernah memiliki mantu, pengalaman ini tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan spiritual kami. Ini bukanlah sebuah prestasi, melainkan bentuk kepercayaan yang harus terus dijaga dalam tugas pastoral dan katekese di gereja.
Perjalanan Hidup dalam Pelayanan
Lebih dari empat puluh tahun lalu, saya harus meninggalkan seminari, yaitu sekolah calon imam Katolik. Namun, Tuhan memilih saya dan istri untuk berkatekese di sekolah serta membantu tugas-tugas imam di gereja paroki dalam pelayanan pastoral. Proses ini tidak mudah, namun kami berdua percaya bahwa Tuhan memberikan kepercayaan kepada kami agar bisa menjalankan tanggung jawab secara penuh.
Dalam setiap kesempatan, kami selalu berusaha memberikan dukungan dan bimbingan yang terbaik kepada para calon mempelai. Kami percaya bahwa pernikahan adalah sebuah ikatan suci yang perlu dipersiapkan dengan matang dan penuh iman. Oleh karena itu, setiap kali kami menjadi saksi, kami tidak hanya sekadar hadir, tetapi juga memberikan pembekalan spiritual yang mungkin bisa membantu pasangan tersebut dalam menjalani kehidupan berkeluarga.
Kepercayaan dan Tanggung Jawab
Kepercayaan yang diberikan oleh Tuhan kepada kami adalah sesuatu yang sangat berharga. Kami tidak pernah memandang pengalaman menjadi saksi perkawinan sebagai sesuatu yang biasa, melainkan sebagai panggilan untuk terus berkontribusi dalam pelayanan gereja. Setiap acara pernikahan yang kami ikuti selalu membawa makna baru dan pengalaman yang tak terlupakan.
Seiring berjalannya waktu, kami menyadari bahwa tugas ini tidak hanya berdampak pada pasangan yang menikah, tetapi juga pada diri kami sendiri. Kami belajar banyak dari setiap pengalaman, baik itu dalam hal kepercayaan, ketekunan, maupun kerja sama. Dengan begitu, kami dapat terus berkomitmen dalam menjalani panggilan hidup sebagai anggota komunitas gereja yang aktif dan beriman.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar