
Penyebab Pemecatan Bupati Aceh Selatan
Presiden Prabowo Subianto akhirnya mengambil tindakan terhadap Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS dan istrinya setelah keduanya kabur dari daerahnya ketika bencana banjir dan longsor melanda. Keputusan tersebut diambil setelah kejadian yang menimbulkan banyak kontroversi dan kritik keras dari masyarakat.
Pada saat bencana terjadi, Mirwan MS dan istrinya, Devina Nafisa Mirwan, pergi melakukan umrah tanpa memberikan perhatian penuh kepada warga yang terkena dampak bencana. Hal ini menjadi sorotan utama dan memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk netizen yang mengkritik secara keras.
Komentar Pedas Netizen
Akun Instagram Devina Nafisa Mirwan @devinafisahmirwan.official yang sebelumnya sering membagikan aktivitas sebagai ibu bupati, kini diberondong komentar pedas oleh netizen. Postingan terakhir Devina, yaitu video rekap acara Hari Jadi Kabupaten Aceh Selatan yang digelar pada 24 November 2025 lalu, menjadi sasaran kritik.
Dalam video tersebut, Devina dan suaminya tampak mengenakan busana adat Aceh Selatan dan menjalani berbagai acara HUT yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah. Namun, kolom komentar di postingan itu ramai dengan tulisan bernada sarkas dan negatif dari netizen.
Mengetahui akun sosial medianya diserang, Devina atau tim media sosialnya memilih untuk menonaktifkan komentar pada postingan berikutnya. Meskipun demikian, netizen masih mencoba menghujat keduanya lewat postingan-postingan lain yang komentarnya masih terbuka.
Pembelaan Devina
Sebelumnya, Devina sempat membela sang suami melalui akun Instagramnya. Ia memposting ulang unggahan soal kegiatan penyaluran bantuan yang dilakukan Mirwan. "Tak semua terlihat, tapi semua itu ada," tulisnya. Dia juga memamerkan tangkapan layar soal tindakan Mirwan kabur dari Aceh.
"Jauh hari sebelum berangkat umrah sudah menyalurkan bantuan dan bahkan gaji selama menjabat," tulis status WhatsApp Devina. Ia menilai kegaduhan akibat Mirwan pergi umrah saat warga Aceh mengalami bencana, merupakan hasil pelintiran. "Yang gak suka dan gak tau masalahnya emang suka goreng-goreng berita. Tapi Allah angkat derajatnya jika nikat beliau tulus untuk amanah dan tanggung jawabnya," kata Devina membalas pesan chat.
Pembelaan Mirwan: Nazar Pribadi dan Situasi Terkendali
Menghadapi derasnya kritik, Bupati Mirwan membantah keras tudingan bahwa dirinya tidak peduli terhadap nasib warganya. Ia menjelaskan bahwa perjalanan ke Tanah Suci tersebut adalah untuk memenuhi nazar pribadi dan mengklaim telah memastikan bahwa situasi di lapangan sudah terkendali sebelum ia berangkat.
"Sebelum saya berangkat, saya sudah turun langsung mengecek kondisi masyarakat terdampak banjir dan memastikan seluruh OPD bekerja sesuai alur komando," ujar Mirwan dalam keterangan tertulisnya.
Pernyataan Prabowo dan Pemecatan
Prabowo menyampaikan pernyataannya dalam rapat penanganan bencana di Banda Aceh, Minggu (7/12/2025). Ia meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengambil tindakan tegas agar kejadian serupa tidak terulang. Prabowo mulanya memberi apresiasi atas kehadiran para bupati dalam rapat tersebut.
Namun kemudian, ia menegaskan pemimpin daerah harus siap berada di garis depan saat masyarakat menghadapi situasi sulit. "Terima kasih, hadir semua bupati? Terima kasih ya para bupati. Kalian yang terus berjuang untuk rakyat. Memang kalian dipilih untuk menghadapi kesulitan," kata Prabowo saat memimpin rapat penanganan bencana di Banda Aceh, Minggu (7/12/2025).
Ia kemudian melontarkan sindiran kepada bupati yang meninggalkan wilayahnya dalam kondisi darurat dan meminta Mendagri menindak tegas. "Kalau ada yang mau lari, lari saja enggak apa-apa… hehe. Copot. Mendagri bisa ya diproses ini?" kata Prabowo, dikutip TribunJatim.com via Serambinews.com, Senin (8/12/2025).
Gubernur Aceh Murka: "Tidak Saya Teken!"
Keberangkatan Bupati Mirwan ternyata dilakukan tanpa restu dari atasannya, yaitu Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. Gubernur Muzakir Manaf menguak fakta mengejutkan yang menambah panas kontroversi ini. Ia mengaku secara tegas tidak memberikan izin kepada Mirwan untuk meninggalkan wilayah. "Tidak saya teken (izinkan). Mau sama Mendagri teken (diizikan), ya udah terserah sama dia," imbuh Muzakir Manaf dengan nada bicara yang penuh kekesalan.
Kemarahan Muzakir Manaf tampaknya memuncak. Ia tidak lagi mau ambil pusing dengan tindakan bupatinya. Menurut Muzakir, ia telah melarang keras Mirwan untuk bepergian mengingat bencana dahsyat yang sedang mengepung Aceh Selatan. Namun, Mirwan tetap nekat berangkat umrah tanpa mengindahkan larangan tersebut.
"Saya tidak teken, (sudah dikatakan) untuk sementara waktu jangan pergi, dia (Mirwan) pergi juga, terserah," tegas Muzakir. Menariknya, sebelum keberangkatannya yang kontroversial, Mirwan diketahui telah menerbitkan Surat Pernyataan Ketidaksanggupan dalam menangani tanggap darurat banjir dan longsor.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar