Aksi dramatis polisi HSS selamatkan anak dari bawah mobil, terhalang pasir

Aksi Dramatis Bripda Tamsa Selamatkan Anak di Bawah Kolong Mobil

Pada suatu sore hari Senin, 15 Desember 2025, sebuah kejadian yang tak terduga terjadi di Batumandi. Di tengah duka yang masih menyelimuti nurani seorang anggota Polri, yaitu Bripda Tamsa, yang baru saja mengantarkan kepergian sang nenek ke tempat peristirahatan terakhir, sebuah panggilan kemanusiaan kembali mengetuk hatinya.

Dalam perjalanan pulang menuju Barabai dari Desa Bungur, Kabupaten Balangan, suasana mendadak berubah mencekam. Sebuah kecelakaan lalu lintas baru saja terjadi. Jeritan pilu seorang anak kecil memecah keramaian, terdengar dari bawah kolong sebuah mobil. Tubuh mungil itu terjepit, tepat di samping ban depan kendaraan.


Tanpa memikirkan lelah dan tanpa sempat menghapus duka pribadi, Bripda Tamsa seketika menghentikan langkahnya. Naluri kemanusiaan mengambil alih. Dengan ketenangan yang lahir dari jiwa pengabdian, ia berlari menghampiri lokasi kejadian. Bersama anggota Koramil Batumandi dan warga sekitar yang turut panik namun sigap, Bripda Tamsa berjuang mengeluarkan anak tersebut dari kolong mobil.

Detik-detik penuh ketegangan itu akhirnya berbuah harapan. Anak kecil tersebut berhasil diselamatkan. Bripda Tamsa segera memberikan pertolongan pertama, memastikan kondisi korban tetap stabil sembari menunggu bantuan medis datang. Aksi cepat itu menjadi pembeda antara trauma mendalam dan keselamatan nyawa.

Peristiwa tersebut bukan sekadar kecelakaan lalu lintas, melainkan potret nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat yang hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi sebagai pelindung dan penolong di saat genting.

Respons dari Kapolres Hulu Sungai Tengah

Atas aksi heroik itu, Kapolres Hulu Sungai Tengah, AKBP Jupri JHP Tampubolon memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas aksi heroik anggotanya.

"Atas nama pimpinan dan seluruh keluarga besar Polres Hulu Sungai Tengah, saya menyampaikan rasa bangga dan penghargaan yang mendalam kepada Bripda Tamsa. Di tengah suasana duka pribadi, ia tetap mengedepankan keselamatan masyarakat. Ini adalah keteladanan sejati,” ungkap Kapolres.

Menurut AKBP Jupri, tindakan tersebut mencerminkan jiwa Polri yang sesungguhnya.

“Kejadian ini menegaskan bahwa semangat melayani dan mengabdi telah mendarah daging dalam diri anggota Polri. Respons cepat dan kepedulian tulus seperti ini bukan hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga memperkuat ikatan emosional dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” tambahnya.

Kapolres berharap kisah ini menjadi sumber inspirasi, tidak hanya bagi anggota Polri, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat, untuk saling peduli dan peka terhadap sesama.

“Inilah wujud nyata Polri Presisi : profesional, berintegritas, dan hadir dengan hati nurani untuk kemanusiaan,” pungkasnya.

Pengalaman Bripda Tamsa Saat Menyelamatkan Anak

Bripda Muhammad Tamsa Wardhana atau akrab disapa Bripka Tamsa mengisahkan secara langsung detik-detik menegangkan saat ia menjadi orang pertama yang memberikan pertolongan di lokasi kecelakaan.

Dengan suara tenang namun masih terasa emosi peristiwa tersebut, Bripda Tamsa menjelaskan bahwa kejadian itu benar-benar terjadi secara spontan, tanpa persiapan apa pun.


“Awalnya saya baru saja pulang dari pemakaman nenek saya di Desa Bungur, Kabupaten Balangan. Dalam perjalanan pulang itu, dari kejauhan saya melihat sebuah mobil yang sudah dalam keadaan kecelakaan lalu lintas,” ungkapnya.

Ia menuturkan, saat pertama kali tiba di lokasi kejadian, kondisi masih sepi dan ada warga yang datang membantu. “Saya langsung menghampiri kejadian tersebut dan melihat ada seorang ibu-ibu tergeletak sambil minta tolong,” lanjutnya.

Namun, situasi berubah semakin genting ketika Bripda Tamsa menyadari bahwa bukan hanya seorang ibu yang menjadi korban. “Awalnya saya tidak melihat ada anak kecil di bawah kolong mobil. Karena yang terdengar hanya suara ibu-ibu saja, suara anak kecil tidak ada. Setelah saya lihat ke bawah, ternyata saya melihat ada kaki anak kecil,” ujarnya.

Tanpa pikir panjang, ia langsung berusaha menyelamatkan korban kecil tersebut. “Saya coba menarik sepeda motor, tapi tidak bisa karena terhalang pasir. Akhirnya warga pun berdatangan dan berusaha untuk mengangkat mobil. Saat itu, saya langsung lari ke bawah, di antara kaki anggota Koramil, saya tiarap melewati selangkangan warga dan menarik perlahan anak tersebut yang masih terjepit kendaraan,” katanya.

Dengan kehati-hatian penuh agar tidak memperparah kondisi korban, Bripda Tamsa berhasil mengevakuasi anak tersebut. “Saya tarik pelan-pelan, alhamdulillah berhasil saya angkat. Anak itu langsung saya amankan ke pinggir lokasi kejadian,” ucapnya.

Bripda Tamsa menyampaikan bahwa anak tersebut mengalami luka di bagian kepala. “Yang saya lihat kemarin, di bagian kepala ada beberapa luka lecet. Kalau bagian dalam tubuhnya saya kurang tahu, tapi di kepala jelas ada luka-luka,” jelasnya.

Korban kemudian langsung dibawa untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut. “Kalau tidak salah, anak tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit Damanhuri oleh tim relawan,” tambahnya.

Terkait reaksi keluarga korban maupun warga sekitar, Bripda Tamsa mengatakan situasi saat itu sangat fokus pada penyelamatan sehingga tidak sempat terjadi banyak komunikasi. “Kalau dari keluarga atau masyarakat, saya tidak terlalu melihat atau mendengar tanggapan khusus, karena semua fokus menolong korban,” ujarnya.

Dari informasi yang ia dengar di lokasi kejadian, kecelakaan tersebut melibatkan seorang ibu bersama anaknya. “Yang saya dengar, anak kecil itu bersama ibunya saat kejadian,” katanya singkat.

Menutup wawancara, Bripda Tamsa mengungkapkan perasaannya saat melakukan pertolongan. Baginya, aksi tersebut murni lahir dari rasa kemanusiaan. “Spontan dan atas rasa kasihan melihat ibu yang minta tolong. Jadi spontan saja saya hampiri dan membantu di TKP,” tuturnya.

Kesaksian langsung Bripda Muhammad Tamsa Wardhana ini mempertegas bahwa aksi penyelamatan tersebut murni naluri kemanusiaan seorang anggota Polri yang hadir tepat di saat masyarakat membutuhkan pertolongan. Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik seragam, ada hati yang selalu siap bergerak demi keselamatan sesama sejalan dengan semangat pengabdian Polri untuk masyarakat.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan