Aksi Matel di Cengkareng Kembali Marak, Polisi: Mereka Lakukan Permainan Kucing-Kucingan


JAKARTA, berita
Penggunaan metode penarikan paksa kendaraan oleh pihak pemberi pinjaman atau yang dikenal dengan sebutan mata elang (matel) kembali marak di kawasan Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran dan ketidaknyamanan bagi warga setempat.

Meski aparat kepolisian mengklaim melakukan patroli rutin di wilayah tersebut, para matel terbukti sulit untuk ditemukan karena mereka cenderung bersembunyi saat melihat adanya kehadiran petugas. Hal ini membuat proses penindakan menjadi lebih sulit.

Kepala Sektor Reserse Kriminal Polsek Cengkareng, Iptu Aang Kaharudin, menyampaikan bahwa para matel kini semakin waspada dalam menjalankan aksinya. Mereka melakukan berbagai tindakan untuk menghindari pengawasan polisi.

"Sebenarnya mereka sudah lebih hati-hati. Mereka seperti bermain kucing-kucingan dengan kami," ujar Aang saat dikonfirmasi.

Menurutnya, polisi setiap hari melakukan patroli khusus untuk memantau aktivitas matel. "Setiap hari kami melakukan patroli khusus untuk mengawasi keberadaan matel. Perintah dari Kapolsek adalah perwira piket harus melakukan muter-muter di lokasi," jelas Aang.

Namun, meskipun ada patroli, penindakan di lapangan sering kali tidak efektif. Para matel dapat dengan mudah menghindar begitu melihat mobil patroli mendekat.

"Mungkin karena mobil patroli terlihat dari jauh, mereka langsung bersembunyi. Kadang mereka berlindung di semak-semak atau pohon-pohon," tambah Aang.

Peristiwa ini muncul setelah munculnya video viral yang menunjukkan empat matel memberhentikan seorang pemotor perempuan di depan SPBU Sumur Bor, Cengkareng, pada Kamis (11/12/2025) sore.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Polsek Cengkareng melakukan penyisiran di lokasi kejadian pada Jumat pagi, mulai dari pukul 07.30 hingga 10.00 WIB. Namun, upaya yang melibatkan Buser Reskrim dan perwira piket belum berhasil menemukan para pelaku.

"Tadi anggota sudah melakukan patroli di beberapa titik, tapi mungkin karena kejadian itu viral, mereka menghindar," jelas Aang.

Selain itu, Aang juga menyebutkan bahwa kejadian keributan besar yang diduga dipicu oleh penarikan paksa kendaraan oleh matel di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, pada Kamis malam turut menjadi perhatian.

Ia menegaskan bahwa pengawasan terhadap aktivitas matel di Cengkareng akan diperketat. Terlebih, wilayah ini sering kali menjadi tempat laporan terkait operasi penghentian atau penarikan paksa kendaraan oleh matel.

"Karena kejadian di Kalibata kemarin, pasti kami tingkatkan pengawasan," tutup Aang.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan