
Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Aceh: Kehadiran yang Tidak Biasa
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menarik perhatian publik setelah melakukan kunjungan kedua kalinya ke daerah bencana di Aceh pada Minggu (7/12/2025). Aksi Presiden yang menyambangi dapur umum di posko pengungsian dan mencicipi langsung makanan yang disajikan menjadi sorotan utama.
Kunjungan ke Posko Pengungsian
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo mengunjungi posko pengungsian di Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen. Di sana, ia tidak hanya menyapa warga secara langsung, tetapi juga meninjau dapur umum yang berada di lokasi tersebut. Ia bahkan memutuskan untuk mencicipi langsung makanan yang tersedia di dapur umum tersebut.
Tindakan ini dianggap sebagai tindakan spontan dan berani, karena biasanya seorang kepala negara dikelilingi oleh protokol ketat, termasuk dalam hal konsumsi makanan. Keputusan Prabowo untuk mencicipi makanan tanpa melalui proses yang rumit menunjukkan kepeduliannya terhadap kondisi para korban bencana.
Alasan Mencicipi Makanan Langsung
Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Timothy Ivan Triyono, menjelaskan alasan Presiden mencicipi makanan langsung. Menurutnya, Prabowo ingin memastikan bahwa makanan yang diberikan kepada warga yang mengungsi layak dan bergizi, bukan makanan instan yang kurang nutrisi.
"Kenapa Pak Presiden perlu nyicipin langsung? Karena Pak Presiden ingin memastikan bahwa makanan yang diberikan kepada warga yang mengungsi itu layak dan bergizi, bukan makanan instan," jelas Ivan.
Bermalam di Aceh
Selain berkunjung, Prabowo juga memutuskan untuk bermalam di Aceh. Hal ini dilakukan untuk memastikan pemerintah pusat tetap hadir dan memberikan dukungan yang cepat dan tepat bagi para korban bencana.
Ivan menjelaskan bahwa selama rapat terbatas di Aceh, Presiden menunjukkan sikap tegas dan komitmen yang kuat terhadap penanganan bencana. "Betapa presiden betul-betul menunjukkan bahwa negara hadir, pemerintah betul-betul hands on gitu ya terhadap apa yang terjadi," ujarnya.
Prioritas Pemulihan di Aceh
Alasan Prabowo lebih memilih berkunjung ke Aceh daripada Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatera Utara (Sumut) adalah karena Aceh merupakan provinsi yang paling banyak terdampak. Wilayah ini masih memiliki banyak kabupaten dan kota yang belum bisa diakses.
"Oleh karena itu, Presiden perintahkan kita harus ke Aceh begitu ya. Nah, kemarin Presiden itu disambut oleh Pak Gubernur Aceh, didampingi oleh Pak Mensesneg, Seskab, Menteri PU, semua rasanya hadir ya pejabat terkait begitu," jelas Ivan.
Data Korban Bencana Banjir
Hingga berita ini diterbitkan, total korban bencana banjir di wilayah Sumatra, yakni Aceh, Sumbar, dan Sumut, mencapai 961 orang meninggal dunia. Sementara korban hilang ada 234, korban luka-luka 5.000 orang.
Dengan rincian, jumlah korban meninggal dunia di Aceh sebanyak 389 orang, 62 jiwa hilang, dan 4,3 ribu mengalami luka-luka. Di Sumbar, ada 234 jiwa tewas, 95 orang hilang, dan 112 orang terluka. Sementara di Sumut, jumlah korban meninggal sebanyak 338 jiwa, korban hilang 78 orang, dan korban terluka 650 orang.
Kebijakan Penanganan Bencana
Prabowo menyampaikan optimisme bahwa Indonesia memiliki pengalaman dan kekuatan untuk menghadapi cobaan besar jika seluruh pihak bekerja sama. Ia juga mengapresiasi petugas yang bekerja tanpa lelah di lapangan.
"Saya lihat sendiri di lapangan, saya tanya prajurit-prajurit, ada yang sudah 7 hari, 8 hari bekerja. Terima kasih," tuturnya.
Prabowo menekankan pentingnya koordinasi berkala di daerah bencana demi mempercepat pengambilan keputusan. Ia juga ingin memastikan tidak ada kebutuhan yang terlewat.
"Saya akan terus monitor. Mungkin tiap beberapa hari, saya akan datang terus ke semua daerah," jelasnya.
Program Khusus untuk Kebutuhan Warga
Selain itu, Prabowo menyoroti kebutuhan penting yang harus segera dipenuhi. "Jangan sampai ada yang dibutuhkan rakyat tidak sampai," ucapnya.
Ia meminta agar penanganan kebutuhan pakaian masyarakat terdampak dapat menjadi program khusus yang memberdayakan industri nasional.
"Bikin proyek khusus pakaian ini dikirim ke daerah-daerah, dihitung. Ini juga bisa boost untuk industri garmen kita, industri tekstil kita," urai Prabowo.
Peringatan untuk Integritas Penggunaan Anggaran
Sementara itu, Prabowo secara tegas memperingatkan seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum untuk menjaga integritas dalam penggunaan anggaran dan distribusi bantuan.
"Tidak boleh ada penyelewengan, tidak boleh ada korupsi di semua entitas pemerintahan. Jangan ada mencari keuntungan di tengah penderitaan rakyat," ungkapnya.
"Pemda catat kalau ada yang nakal-nakal lipatgandakan harga dan sebagainya," pungkas Presiden.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar