
PRESIDEN
Prabowo Subianto berada di Sumatera saat malam pergantian tahun 2026. Dia menghabiskan momen tahun baru bersama warga Desa Batu Hula di Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Mereka turut terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera pada akhir November 2025.
Di hadapan warga, Prabowo mengungkapkan alasannya memilih menghabiskan malam tahun baru di kamp pengungsian. Dia mengatakan keputusan untuk berada di pengungsian pada malam pergantian tahun adalah bentuk empati dan tanggung jawab negara kepada rakyat.
“Karena itu saya memutuskan di pergantian tahun ini saya harus bersama rakyat kita yang dalam kesulitan, saudara-saudara sekalian,” ujar Prabowo dalam sambutannya.
Dalam sambutannya di hadapan warga, Prabowo menyebut pemerintah tidak akan meninggalkan rakyat yang tertimpa musibah. “Pemimpin-pemimpinmu, bahwa presidenmu, tidak akan pernah meninggalkan kalian. Kita bersama,” ujar mantan menteri pertahanan ini.
Prabowo juga menyampaikan progres pemulihan bencana di Tapanuli Selatan. Menurut dia, saat ini sudah tidak ada lagi desa yang terisolasi akibat banjir ataupun tanah longsor di wilayah tersebut.
Dia juga mengapresiasi percepatan pembangunan jembatan darurat yang biasanya memakan waktu cukup lama. “Biasanya butuh waktu tiga minggu sampai satu bulan, ini berhasil dilaksanakan sepuluh hari,” kata Prabowo.
Sebelumnya, Prabowo bertolak ke wilayah terdampak bencana Sumatera pada Rabu, 31 Desember 2025. Prabowo bersama rombongan terbatas mendarat di Bandar Udara Raja Sisingamangaraja XII, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara pada Rabu siang.
Di Tapanuli Selatan, Prabowo sempat meninjau progres pembangunan Jembatan Bailey di Sungai Garoga. Jembatan itu dibangun bersama oleh aparat dan masyarakat setempat. Jembatan yang semestinya menjadi penghubung utama antarwilayah tersebut sebelumnya terputus akibat bencana yang melanda Sumatera Utara.
Selain meninjau pembangunan infrastruktur, Prabowo juga diagendakan mengunjungi posko pengungsian bagi warga terdampak. Kunjungan itu guna memastikan korban bencana mendapat pelayanan yang layak dan seluruh bantuan tersalurkan secara tepat sasaran.
Adapun dalam rangkaian kunjungan ini, Prabowo dikabarkan tidak hanya mengunjungi Sumatera Utara. Prabowo rencananya juga akan berangkat ke Aceh. Awalnya, Prabowo hendak berangkat ke Aceh sebelum pergantian tahun dan menghabiskan malam tahun baru di sana. Namun, rencana itu batal karena cuaca buruk.
Peran Presiden dalam Bencana
Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmennya untuk tetap berada di tengah masyarakat yang terkena dampak bencana. Ini bukan pertama kalinya ia melakukan kunjungan ke daerah terdampak. Dalam beberapa kali kunjungan sebelumnya, ia juga memberikan dukungan langsung kepada para korban bencana.
Beberapa hal yang menjadi fokusnya dalam kunjungan ini adalah:
Pemulihan infrastruktur – Pembangunan jembatan darurat seperti Jembatan Bailey merupakan salah satu upaya untuk mempercepat pemulihan akses transportasi.
Bantuan sosial – Pemerintah berkomitmen untuk memastikan semua bantuan mencapai korban bencana dengan cepat dan tepat.
Kesejahteraan warga* – Presiden juga memastikan bahwa para pengungsi mendapatkan perlakuan yang layak dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.
Kepedulian dan Tanggung Jawab
Keputusan Prabowo untuk merayakan malam pergantian tahun di kamp pengungsian menunjukkan sikap kepemimpinan yang dekat dengan rakyat. Ia tidak hanya memberikan dukungan moril, tetapi juga memastikan bahwa pemerintah aktif dalam proses pemulihan.
Beberapa langkah yang telah dilakukan pemerintah termasuk:
Membangun infrastruktur darurat – Seperti jembatan dan jalur penghubung yang rusak akibat bencana.
Menyediakan logistik – Bantuan makanan, air bersih, serta perlengkapan kebutuhan pokok disalurkan secara merata.
Memastikan keamanan dan kenyamanan* – Posko pengungsian dirancang agar dapat memberikan perlindungan dan kenyamanan bagi warga terdampak.
Kehadiran di Aceh
Meskipun rencana awalnya untuk berkunjung ke Aceh batal karena cuaca buruk, Presiden tetap berkomitmen untuk memberikan perhatian lebih kepada daerah-daerah lain yang terkena dampak bencana.
Kunjungan ke Aceh akan dilakukan pada waktu yang tepat, dengan harapan bisa memberikan dukungan yang sama seperti yang diberikan di Sumatera Utara.
Dengan kehadiran Presiden di tengah masyarakat, diharapkan dapat memberikan semangat dan motivasi bagi warga yang sedang berjuang melalui masa sulit ini.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar